kehamilan

Ngeri, Ibu Hamil Kembar Bisa Kena Serangan Jantung & Ini Penyebabnya

Yuni Ayu Amida Rabu, 06 Nov 2019 07:40 WIB
Ngeri, Ibu Hamil Kembar Bisa Kena Serangan Jantung & Ini Penyebabnya
Jakarta - Hal yang sangat mencemaskan terjadi pada seorang wanita di Texas. Ketika hamil 8 bulan, ia terkena serangan jantung dua kali.

Melansir People, memasuki usia 8 bulan kehamilan, Krystle Evans mengalami dua kali serangan jantung yang terpisah. Padahal, ia tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular.

Pada awal Oktober, beberapa minggu sebelum Evans melahirkan anak kembarnya, ibu yang sebelumnya punya dua anak ini mengalami kesulitan bernapas saat mengalami tekanan kuat di dadanya. Hampir 20 menit kemudian, kejadian tersebut berlalu. Warga Dallas menganggap, itu hanya akibat bayi kembarnya menekan tulang rusuk di dalam rahim.


"Saya benar-benar merasa anak kembar saya hanya berada di tempat, di mana mereka duduk di tulang rusuk saya dan menyebabkan saya kehilangan napas," tutur Evans.

Namun, keesokan harinya itu terjadi lagi dan gejalanya lebih buruk. Ia pun sangat kesakitan sampai akhirnya sang suami memanggil dokter.

"Saya mulai merasa sangat mual. Kemudian seluruh lengan kiri saya mati rasa," kata Evans.

Dokter pun menyuruhnya untuk pergi ke unit gawat darurat. Di mana akhirnya dokter mengatakan bahwa dia selamat dari dua serangan jantung yang terpisah.

"Saya sangat sehat, keluarga saya tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau serangan jantung, jadi ini adalah kejutan besar," katanya ketika mengetahui berita itu.

Ngeri, Ibu Hamil Kembar Bisa Kena Serangan Jantung & Ini PenyebabnyaFoto: istimewa


Untuk memastikan Evans dan bayinya selamat, dokter akhirnya menyuruh Evans untuk dirawat di rumah sakit selama dua minggu dengan pengawasan ketat. Akhirnya pada 21 Oktober, Evans melahirkan bayi laki-laki dan perempuan di usia kandungan 34 minggu dengan sehat dan selamat.

Menurut dokter kandungan yang menangani Evans, Jerry Luciani, apa yang dialami Evans adalah peristiwa sangat langka. Namun, ia menyarankan agar orang-orang memperhatikan gejala seperti nyeri dada dan sesak serta mati rasa di lengan. Jika merasakan hal tersebut, segera hubungi layanan kesehatan.

Melansir Health News, dikatakan para peneliti kehamilan dan perubahan hormonal yang berlangsung terus menerus, bisa meningkatkan risiko wanita terkena serangan jantung. Selain itu, serangan jantung selama kehamilan cenderung lebih parah dan dapat mengakibatkan komplikasi lebih parah.

"Perubahan hormon, peningkatan volume darah dan perubahan fisiologis lain yang terjadi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko. Serangan jantung terjadi untuk alasan yang berbeda pada wanita hamil daripada yang biasa terlihat pada populasi umum," kata para peneliti.

Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis adalah penyebab paling umum dari serangan jantung pada umumnya. Namun, penyebab tersebut hanya menyerang sepertiga dari ibu hamil.

"Alasan yang lebih umum bagi ibu hamil yang mengalami serangan jantung adalah suatu kondisi yang disebut diseksi koroner. Diseksi koroner merupakan pemisahan lapisan dinding arteri yang menghalangi aliran darah. Kondisi ini sangat langka di antara pasien yang tidak hamil," kata para peneliti.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi