KEHAMILAN
Mengenal IVF Add-Ons, Apakah Efektif Bantu Kesuksesan Program IVF?
Melly Febrida | HaiBunda
Senin, 27 Jul 2026 14:00 WIBProgram bayi tabung (IVF) menjadi salah satu pilihan pasangan suami istri (pasutri) yang mengalami infertilitas. Namun, karena tidak semua siklus IVF berhasil, banyak klinik menawarkan berbagai prosedur tambahan atau IVF add-ons yang diklaim dapat meningkatkan peluang kehamilan.
Prosedur tambahan ini disebut dapat membantu proses implantasi embrio hingga menurunkan risiko keguguran. Namun, benarkah manfaatnya sudah didukung bukti ilmiah?
Tinjauan sistematis yang dipublikasikan pada 23 Juni di The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health menemukan bahwa sebagian besar IVF add-ons belum memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung.
Apa itu IVF add-ons?
IVF add-ons adalah prosedur, pemeriksaan, atau terapi tambahan yang diberikan di luar tahapan standar IVF. Tujuan tambahan ini biasanya untuk meningkatkan peluang kehamilan, keberhasilan implantasi embrio, atau kelahiran hidup.
Meski demikian, sebagian besar prosedur tersebut memerlukan biaya tambahan dan tidak selalu menjadi bagian dari rekomendasi rutin pada semua pasien. Jenis terapi yang diberikan pun dapat berbeda di setiap klinik sesuai kondisi pasien dan pertimbangan dokter.
Apakah IVF add-ons efektif bantu kesuksesan IVF?
Melansir TheEconomist, tinjauan sistematis yang dipublikasikan di The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health menganalisis 157 uji klinis secara acak mengenai 10 jenis IVF add-ons yang umum digunakan.
Sebelum melakukan analisis, para peneliti terlebih dahulu menilai kualitas setiap penelitian yang disertakan. Sebanyak 72 penelitian dinilai memiliki masalah keandalan sehingga tidak dimasukkan ke dalam analisis akhir.
Peneliti kemudian mengevaluasi 85 uji klinis yang memenuhi standar kualitas. Analisis tersebut menunjukkan bahwa tujuh dari 10 prosedur IVF add-ons tidak terbukti meningkatkan keberhasilan IVF atau masih memiliki bukti yang sangat terbatas.
Hanya tiga prosedur yang menunjukkan bukti manfaat, meskipun buktinya tidak terlalu kuat.
Tiga prosedur yang dimaksud adalah penggoresan endometrium, embryoGlue, dan injeksi sperma intrasitoplasma fisiologis atau PICSI.
Menurut peneliti utama, Sarah Lensen, banyak pasien memperoleh informasi mengenai IVF add-ons dari situs klinik atau media sosial yang terkadang melebih-lebihkan manfaatnya tanpa menjelaskan keterbatasan bukti ilmiah.
Menurutnya, penggunaan prosedur yang belum terbukti dapat menimbulkan harapan palsu, menambah beban biaya, sekaligus membuat pasien menjalani tindakan medis yang sebenarnya belum tentu diperlukan.
"Di banyak negara, perawatan infertilitas sebagian besar disediakan oleh klinik swasta di mana IVF sangat dikomersialkan, dan beberapa tambahan sangat mahal," kata Dr. Lensen dari Universitas Melbourne dilansir dari TheGuardian.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul kekhawatiran yang meningkat mengenai prevalensi uji coba terkontrol acak yang mencurigakan atau tidak dapat dipercaya dalam bidang kedokteran reproduksi, termasuk yang meneliti IVF add-ons.
Tujuan para peneliti yang memimpin meta-analisis ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas dan keamanan 10 IVF add-ons umum, yang terbatas pada studi berkualitas tinggi.
Jenis IVF add-ons yang belum terbukti bermanfaat
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa jenis IVF add-ons yang belum menunjukkan manfaat yang jelas antara lain:
- Akupunktur – memasukkan jarum tipis ke titik-titik pada tubuh.
- Kortikosteroid – obat untuk mengurangi peradangan dan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.
- Pemeriksaan reseptivitas endometrium (ERA) – biopsi lapisan rahim untuk menilai pola ekspresi gen.
- Infus intralipid – cairan yang mengandung lemak yang diberikan ke dalam darah.
- Injeksi intraovarium plasma kaya trombosit – penyuntikan plasma kaya trombosit ke dalam ovarium.
- Infusi intrauterin plasma kaya trombosit – penyisipan plasma kaya trombosit ke dalam rahim.
- Pengujian genetik pra-implantasi untuk aneuploidi – tes skrining untuk memeriksa apakah embrio memiliki jumlah kromosom yang diharapkan.
Para peneliti menegaskan bahwa bukan berarti prosedur tersebut tidak akan pernah bermanfaat. Namun, bukti yang tersedia saat ini dinilai belum cukup kuat untuk mendukung penggunaannya secara rutin pada seluruh pasien IVF.
Add-ons yang menunjukkan potensi manfaat
Penelitian juga menemukan tiga prosedur yang menunjukkan kemungkinan manfaat, meski kualitas buktinya masih tergolong lemah. Ketiganya meliputi:
1. EmbryoGlue
EmbryoGlue merupakan media transfer embrio yang mengandung asam hialuronat. Tinjauan bukti menemukan bahwa hal itu dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan dan kelahiran hidup. Namun, efek pada angka kelahiran hidup tidak kuat.
2. Endometrial scratching
Prosedur kecil ini dilakukan dengan membuat goresan ringan pada lapisan rahim sebelum transfer embrio. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan peningkatan angka kehamilan dan kelahiran hidup, tetapi diperlukan penelitian yang lebih besar untuk memastikan manfaatnya.
3. PICSI (physiological intracytoplasmic sperm injection)
PICSI merupakan teknik pemilihan sperma berdasarkan kemampuannya berikatan dengan asam hialuronat. Metode ini bertujuan memilih sperma yang dianggap lebih matang sebelum proses pembuahan.
Penelitian menemukan PICSI mungkin membantu menurunkan risiko keguguran, tetapi bukti yang tersedia masih terbatas.
"Klinik dan dokter IVF harus mempertimbangkan dengan cermat apakah pantas untuk menawarkan IVF add-ons yang belum terbukti, karena ketersediaannya sering dianggap oleh pasien sebagai dukungan tersirat atas manfaatnya," kata Lensen.
Apa arti temuan ini untuk pasutri yang menjalani IVF?
Hasil penelitian ini bukan berarti semua IVF add-ons harus dihindari. Sebaliknya, penelitian menekankan pentingnya memilih terapi berdasarkan bukti ilmiah dan kondisi masing-masing pasien.
Para ahli menyarankan pasangan yang menjalani program bayi tabung untuk berdiskusi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas mengenai manfaat, risiko, biaya, serta bukti ilmiah dari setiap prosedur tambahan sebelum memutuskan menjalani terapi.
Dengan begitu, keputusan yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi medis, peluang keberhasilan, serta kebutuhan setiap pasangan, bukan semata-mata berdasarkan klaim manfaat suatu prosedur tambahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Berbagai Risiko Menunda Kehamilan, Mulai dari Kesuburan hingga Kondisi Bayi
Bunda, Begini lho Proses Transfer Embrio ke Rahim pada Program IVF
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Program Bayi Tabung
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
TERPOPULER
Momen Sinta 'Keong Racun' Akhirnya Bertemu Suami usai 2 Tahun LDR, Terpisah Jarak Indonesia-Prancis
Cara Mengenali Orang yang Mental dan Emosinya Sehat dari Ucapan Sehari-hari
Tantangan Suami Namira Adjani Jadi Menantu Alya Rohali, Harus Bangun Pagi
Antenatal Anxiety: Kenali Tanda Kecemasan yang Bisa Dialami Ibu Hamil
15 Resep Makanan Bayi 6 Bulan Lengkap untuk Kecerdasan Otak Anak hingga Menambah Berat Badan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
BMKG Rilis Daftar 25 Provinsi di RI yang Tak Akan Diguyur Hujan Berbulan-bulan
5 Film Tentang Perjuangan Melawan Kanker Payudara
Momen Sinta 'Keong Racun' Akhirnya Bertemu Suami usai 2 Tahun LDR, Terpisah Jarak Indonesia-Prancis
Cara Mengenali Orang yang Mental dan Emosinya Sehat dari Ucapan Sehari-hari
Antenatal Anxiety: Kenali Tanda Kecemasan yang Bisa Dialami Ibu Hamil
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tidur Malam Pakai AC? Ini Suhu Ideal agar Tetap Nyaman
-
Beautynesia
4 Hal Menarik dari Drakor 100 Days of Deception yang Tayang di Netflix
-
Female Daily
6 Drama Korea Park Jin-young dengan Rating Tinggi hingga Drama Terbarunya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kisah Gen Z Sarjana Pilih Jadi TKW daripada Kerja Kantoran: Gajinya Lebih Besar
-
Mommies Daily
Perkiraan Biaya Masuk SD Swasta di Tangerang & Tangsel. Masih Ada SPP Di Bawah 1 Juta