KEHAMILAN
Ibu Hamil Merendam Kaki di Air Hangat, Aman atau Berbahaya?
Melly Febrida | HaiBunda
Selasa, 21 Jul 2026 18:20 WIBMerendam kaki di air hangat saat hamil sering dipilih ibu hamil untuk mengatasi kaki bengkak, meredakan pegal, hingga membuat tubuh lebih rileks. Namun, ada juga ibu hamil yang merasa khawatir kebiasaan tersebut dapat membahayakan janin.
Lantas, apakah merendam kaki di air hangat benar-benar aman?
Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Cleveland Clinic, Dr Alison Stalzer, merendam kaki di air hangat umumnya aman dilakukan selama kehamilan. Tapi, ibu hamil perlu menghindari berendam seluruh tubuh di air yang terlalu panas, seperti hot tub, sauna, atau ruang uap, karena dapat meningkatkan suhu inti tubuh.
Apakah ibu hamil boleh merendam kaki di air hangat?
Dr Stalzer menjelaskan bahwa merendam kaki dan betis di air hangat tidak mungkin meningkatkan suhu inti tubuh. Alhasil, risikonya berbeda dengan berendam seluruh tubuh di bak air panas.
"Secara umum aman untuk merendam kaki di hot tub saat hamil. Hanya merendam kaki bagian bawah kemungkinan tidak akan meningkatkan suhu inti tubuh," jelas Dr. Stalzer melansir dari Health Cleveland Clinic.
Namun, jika ingin merendam kaki, gunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas.
Dr Stalzer juga mengingatkan ibu hamil yang berkulit sensitif karena berendam di hot tub bisa mengganggu kulit selama kehamilan.
Mengapa ibu hamil tidak dianjurkan berendam di air panas?
Merendam kaki berbeda dengan berendam seluruh tubuh di air panas yang dapat meningkatkan suhu inti tubuh. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil sebaiknya menghindari kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan suhu inti tubuh.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa hipertermia pada awal kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan janin, termasuk cacat tabung saraf (neural tube defects), meski risikonya dipengaruhi tingkat dan lamanya paparan panas.
Selama trimester pertama, kata Dr Stalzer, janin sedang mengembangkan organ vital, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Pada masa ini penting untuk menjaga suhu inti tubuh tetap normal agar proses perkembangan janin berlangsung optimal.
"Suhu tubuh yang tinggi dapat membahayakan perkembangan janin, dan berpotensi menyebabkan cacat tabung saraf seperti spina bifida atau anensefali," jelas Dr Stalzer.
Ketika kehamilan telah mencapai trimester kedua atau ketiga, perkembangan tersebut sebagian besar telah selesai. Namun, berendam di bak air panas tetap bukan ide yang baik.
Selain itu, air panas juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun. Pada ibu hamil, kondisi ini dapat memicu pusing, lemas, bahkan meningkatkan risiko jatuh.
"Saat hamil, Anda memiliki lebih banyak darah di tubuh... Bak air panas menurunkan tekanan darah sehingga darah ekstra ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalir ke kepala. Saat berdiri, Anda mungkin merasa pusing atau lemas dan bisa jatuh atau pingsan," ujar Dr Stalzer.
Manfaat merendam kaki saat hamil
Penelitian khusus mengenai rendam kaki pada ibu hamil masih terbatas, namun air hangat diketahui dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Beberapa manfaat merendam kaki adalah membantu mengurangi rasa pegal setelah beraktivitas, memberikan sensasi nyaman, serta membantu ibu hamil lebih rileks sebelum tidur.
Namun, jika kaki bengkak disertai nyeri hebat, kemerahan, hanya terjadi pada satu kaki, atau muncul sesak napas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.
Tips aman merendam kaki saat hamil
Jika Bunda memutuskan untuk merendam kaki, dapat melakukan langkah ini untuk mencegah potensi kuman berbahaya dengan:
- Hanya menggunakan bak air panas yang bersih dan terawat dengan baik
- Menggunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas
- Tidak memasukkan kaki jika terdapat luka terbuka atau borok di kaki atau tungkai
- Menjauhkan tangan dari mata, hidung, dan mulut
- Mencuci tangan setelah berada di bak air panas
- Hentikan jika pusing, mual, atau merasa tidak nyaman.
Bagaimana dengan sauna dan ruang uap?
Dr Stalzer menegaskan bahwa sauna, ruang uap, maupun hot tub sebaiknya dihindari selama kehamilan. Selain meningkatkan suhu tubuh, sauna juga dapat menyebabkan dehidrasi.
Kekurangan cairan selama kehamilan dapat mengganggu kondisi ibu dan berpotensi memengaruhi kehamilan jika berat.
Sebagai alternatif, Bunda dapat memilih mandi air hangat dengan suhu yang nyaman. Cleveland Clinic menyarankan sebagai alternatif, Bunda dapat memilih mandi air hangat dengan suhu yang terasa nyaman dan tidak terlalu panas agar tidak meningkatkan suhu inti tubuh.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
7 Rekomendasi Buah untuk Ibu Hamil, Baik untuk Perkembangan Janin
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Orang dengan Tulisan Tangan Rapi Cenderung Punya Kebiasaan Produktif Menurut Psikologi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Nasal Aspirator yang Aman Digunakan untuk Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Rekomendasi Alat Rajut Otomatis yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Rambut, Menutrisi dari Akar hingga Cegah Rontok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Terlalu Sering Ucapkan Maaf Menurut Psikologi
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tak Cuma dari Buah, Ini 7 Jenis Sayuran Mengandung Vitamin C untuk Anak
Bukan Gaji, Pertanyaan Gen Z saat Interview Kerja Ini Justru Bikin HRD Terdiam
Women's Active Living Festival 2026, Ada Lebih dari 20 Kelas Wellness & Lifestyle untuk Perempuan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ranjang Pasien Elektrik di Rumah, Beneran Bikin Rawat Lansia Lebih Mudah?
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Terbuka hingga Dewasa, Menurut Pakar Pengasuhan
-
Female Daily
Fresh Flawless dan Natural, Intip Makeup Athina di Prosesi Mitoni Anak Pertamanya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Intip Rumah Mewah Pevita Pearce, Konsep Open Space dengan Pink Powder Room
-
Mommies Daily
7 Gaya Bercinta Favorit Pasangan Setelah 10 Tahun Menikah