kehamilan
Kisah Ibu Hamil Tiba-Tiba Ingin Melahirkan di Usia Kehamilan 28 Minggu, Ternyata...
HaiBunda
Rabu, 05 Aug 2026 11:35 WIB
Daftar Isi
Setiap ibu hamil tentu berharap dapat menjalani kehamilan hingga cukup bulan. Namun, seorang Bunda asal Inggris, Ashleigh McNicholas, mengalami hal yang tak biasa. Saat usia kandungannya baru 28 minggu, ia tiba-tiba memiliki perasaan yang sangat kuat bahwa bayinya harus segera dilahirkan.
Perasaan tersebut membuatnya gelisah. Meski tidak dapat menjelaskan alasannya, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kehamilannya.
Kisahnya kemudian dibagikan melalui media sosial dan menarik perhatian banyak orang. Dilansir dari Newsweek, awalnya dokter juga belum memahami mengapa sang ibu begitu yakin bahwa bayinya perlu segera lahir. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut, ternyata ada kondisi medis yang membuat bayi memang membutuhkan penanganan secepatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa ada yang berbeda sejak hamil 28 minggu
Dalam unggahannya, sang ibu yang berusia 31 tahun mengaku terus memikirkan bayinya. Ia merasa tubuhnya memberi sinyal bahwa kehamilannya tidak berjalan seperti yang diharapkan.Â
McNicholas mengatakan bahwa pengalaman ibunya sendiri yang melahirkan bayi meninggal pada usia kehamilan 38 minggu membentuk banyak ketakutannya selama kehamilan. Dia menjadi yakin hal yang sama akan terjadi padanya.
Sepanjang kehamilannya, dia berulang kali mencari informasi secara online dan sering meminta kepastian dari para profesional medis. Pada bulan kedelapan, dia menghadiri pemeriksaan tiga kali seminggu.
"Saya akan mengira dia sudah meninggal. Saya akan menusuk dan mendorong untuk mencoba membuatnya menendang, tetapi jika dia tidak melakukannya, saya akan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan yang meyakinkan," katanya.
Namun, bagi McNicholas, kekhawatiran utamanya adalah mengelola banjir pikiran mengganggu yang terus-menerus membayangi pengalaman pertamanya sebagai seorang ibu.
"Saya merasa sangat bersalah karena melewatkan bulan-bulan pertama bersamanya banyak hal yang kabur karena semuanya dirusak oleh pikiran-pikiran mengganggu yang terus-menerus," katanya.
Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan orang tua terkait kesehatan dapat memengaruhi bagaimana anak-anak memandang penyakit dan gejala fisik.
Sebuah studi keluarga yang melibatkan 150 rumah tangga menemukan bahwa ibu dengan kecemasan kesehatan yang parah lebih cenderung menganggap anak-anak mereka tidak sehat secara fisik atau emosional, lebih sering mencari perawatan medis untuk mereka, dan melaporkan kekhawatiran kesehatan yang lebih besar atas nama mereka.
Para peneliti berpendapat bahwa tumbuh dewasa dengan orang tua yang sangat cemas tentang penyakit dapat membentuk sikap anak terhadap sensasi tubuh normal dari waktu ke waktu, berpotensi meningkatkan risiko perilaku terkait kesehatan serupa di kemudian hari.
Meski pemeriksaan awal belum menunjukkan tanda bahaya yang jelas, tim medis memutuskan untuk terus memantau kondisi ibu dan janin. Keputusan tersebut menjadi langkah penting karena dari pemeriksaan lanjutan diketahui adanya gangguan pada plasenta yang memengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan.
Dokter akhirnya menyarankan persalinan lebih awal demi keselamatan ibu dan janin. Bayi pun lahir secara prematur dan langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) hingga kondisinya stabil.
Benarkah insting ibu bisa menjadi pertanda?
Bunda mungkin pernah mendengar istilah mother's intuition atau intuisi seorang ibu. Banyak ibu mengaku lebih peka terhadap perubahan yang terjadi selama kehamilan, mulai dari gerakan janin hingga kondisi tubuhnya sendiri.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa firasat dapat digunakan sebagai alat diagnosis medis. Namun, para ahli sepakat bahwa ibu hamil adalah orang yang paling mengenal perubahan pada tubuhnya.
Karena itu, bila Bunda merasa ada sesuatu yang berbeda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Keluhan sekecil apa pun tetap layak diperiksa agar kondisi ibu dan janin dapat dipastikan dalam keadaan baik.
Kapan Bunda harus segera memeriksakan diri?
Selama hamil, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:
- Gerakan janin terasa jauh berkurang dari biasanya.
- Keluar darah dari jalan lahir.
- Ketuban pecah sebelum waktunya.
- Nyeri perut hebat atau kontraksi yang datang terlalu dini.
- Sakit kepala berat disertai pandangan kabur atau bengkak mendadak.
Jika mengalami salah satu tanda tersebut, segera hubungi dokter atau datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.
Mengapa bayi terkadang harus dilahirkan lebih awal?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ada beberapa kondisi yang membuat dokter perlu mempertimbangkan persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu. Misalnya, bila plasenta tidak bekerja dengan baik, ibu mengalami preeklamsia, ketuban pecah dini, atau janin menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen.
Dalam kondisi seperti ini, dokter akan mempertimbangkan manfaat mempertahankan kehamilan dibandingkan risiko yang mungkin terjadi bila bayi tetap berada di dalam kandungan. Bila dinilai lebih aman, persalinan prematur menjadi pilihan terbaik untuk melindungi ibu dan bayi.
Bayi lahir di usia 28 minggu masih memiliki peluang baik
Bayi yang lahir pada usia kehamilan 28 minggu memang membutuhkan perawatan khusus karena organ-organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Utah, AS, bayi tersebut memiliki tingkat kelangsungan hidup antara 80 dan 90 persen, dan hanya sekitar 10 persen kemungkinan mengalami masalah kesehatan jangka panjang.
Namun, dengan kemajuan teknologi di ruang NICU, peluang hidup bayi prematur kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Selama menjalani perawatan, bayi akan dibantu untuk bernapas, menjaga suhu tubuh, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta dipantau secara ketat hingga kondisinya cukup stabil untuk pulang ke rumah.
Kisah ibu ini menjadi pengingat bahwa setiap kehamilan memiliki perjalanan yang berbeda. Jika Bunda merasa ada perubahan yang tidak biasa, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi masalah lebih cepat sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kisah Bunda Melahirkan Kembar Empat Identik setelah Kehamilan Berisiko Tinggi
Kehamilan
Kisah Pilu Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal usai Alami Kontraksi & Jalan Kaki akibat Jalanan Rusak
Kehamilan
Suami yang Bersikap Baik Berpengaruh pada Risiko Persalinan Prematur
Kehamilan
Kondisi Kehamilan yang Membutuhkan Suntik Pematangan Paru untuk Janin
Kehamilan
Kenali Tanda-tanda Kemungkinan Melahirkan Secara Prematur
5 Foto
Kehamilan
2 Kali Keguguran, Intip 5 Potret Kebahagiaan Ashilla Zee Eks Blink Melahirkan Anak Pertama
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Curhat Bunda Berhasil Turun BB hingga 32 Kg Pasca Operasi Caesar dengan Cara Sederhana
Kisah Bunda Nekat Melahirkan dengan Panduan YouTube namun Berakhir Tragis
Tuhan Maha Baik! 22 Tahun Menanti, Pasangan Asal Sumenep Diberi Anak Kembar