Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Tuhan Maha Baik! 22 Tahun Menanti, Pasangan Asal Sumenep Diberi Anak Kembar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 09 Jul 2026 17:55 WIB

asutri Dikaruniai Anak Kembar setelah 22 Tahun Menanti
asutri Dikaruniai Anak Kembar setelah 22 Tahun Menanti/ Foto: Instagram @drbennyarifin
Jakarta -

Pasangan suami istri bernama Mina dan Yusuf baru-baru ini viral di media sosial. Pasangan asal Dusun Sumur Kramat, Sumenep, Madura ini dikaruniai sepasang anak kembar setelah 22 tahun menanti momongan.

Kisah Mina dan Yusuf ini dibagikan oleh dokter spesialis obstestri dan ginekologi, dr. Benediktus Arifin, MPH. Sp.OG (K). HaiBunda telah diizinkan untuk mengutip kisahnya. Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dokter yang akrab disapa Benny ini menceritakan perjuangan Mina dan Yusuf sejak awal program hamil hingga dikaruniai sepasang anak kembar.

Peluang hamil sangat kecil

Sebelum hamil, Mina menjalani pemeriksaan di mana hasil AMH (Anti-Mullerian Hormone) yang rendah. Tes AMH dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang cadangan ovarium atau sel telur perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hasil AMH yang rendah dapat berarti cadangan sel telur rendah. Perempuan dengan kadar AMH yang rendah memiliki peluang hamil yang kecil, Bunda.

Pada tes AMH yang dijalani Mina, hasil yang didapatkan adalah AMH 0,1. Menurut Benny, peluang hamil yang dimiliki Mina sangat kecil.

Namun, keajaiban itu muncul saat Mina dan suaminya Yusuf memutuskan untuk menjalani program bayi tabung. Mina berhasil mendapatkan kehamilan kembar dan melahirkan kedua anaknya pada Kamis, 2 Juli 2026.

"Hari ini, 2 Juli 2026, menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam hidup saya. Sambil berlinang air mata saya melahirkan sepasang bayi kembar ini. Saya menjadi saksi lahirnya dua bayi kembar, laki-laki dan perempuan, setelah 22 tahun penantian orang tuanya, Mina & Yusuf," tulis Benny, dikutip dari Instagram @drbennyarifin.

"Mereka datang jauh dari Dusun Sumur Kramat, Sumenep, Madura. Perjalanan mereka bukanlah perjalanan yang mudah. Ada doa yang panjang, air mata yang tidak sedikit, dan perjuangan yang hanya mereka dan Tuhan yang benar-benar tahu. Dengan kondisi AMH 0,1, harapan itu pernah terasa sangat kecil. Namun hari ini, Yang Maha Kuasa menunjukkan bahwa tidak ada doa dan usaha yang sia-sia," sambungnya. Tim HaiBunda telah mendapatkan izin untuk mengutip konten ini.

Dokter Benny ikut menjadi saksi perjuangan Mina dan Yusuf untuk mendapatkan momongan. Saat sepasang anak kembar pasangan ini lahir, dokter Benny ikut merasakan kebahagiaan.

"Saat tangis pertama kedua bayi terdengar di ruang operasi, hati saya ikut bergetar. Saya melihat sendiri bagaimana penantian panjang itu berubah menjadi tangis syukur," katanya.

"Selamat datang, anak-anak hebat. Kalian lahir dari cinta, kesabaran, dan doa yang sangat panjang."

Dokter Benny sengaja membagikan kisah ini di media sosial. Ia ingin kisah Mina dan Yusuf bisa membangkitkan harapan bagi pasangan yang telah lama menantikan kehadiran anak.

"Berbagi kisah ini BUKAN untuk pujian/pameran, tapi semata untuk membangkitkan harapan, mengajak kita untuk bertekun, berdoa, berusaha. Tidak harus dengan saya, dengan semua pun bisa. Tuhan bekerja pada & melalui siapa saja, tetaplah #SPREADKINDESS #NEVERLOSEHOPE," ungkapnya.

Banyak netizen ikut terharu dengan kisah Mina dan Yusuf

Unggahan dokter Benny ini banyak menuai komentar positif dari netizen. Beberapa di antaranya mengaku ikut terharu dan bahagia dengan kisah Mina dan Yusuf yang berakhir manis.

"Rencana allah pasti lebih indah mashallah. Selamat buat kedua ortu penantian yang enggak terjadi lagi, Dr benny hebat," tulis akun @be***.

"Ikut bahagia unt kelahiran bayi kembarnya, Tuhan memulihkan kondisi mama baby dan memberikan pertumbuhan yg sempurna untuk baby2nya. Terima kasih unt pelayanan dan kerja keras dokter Benny, dan semua dokter di seluruh dunia. Tuhan membantu, dan terus memakai dokter unt menjadi saluran berkat bagi pasien semua," ujar @en***.

"Ya ampun dok ga kebayang gmn perasaan orgtuanyaa, Penantian 22 tahun, saya yg penantian 9 tahun ajaaa terasa sangat lamaa sekali, waktu Tuhan pasti yg terbaik dengan perpanjangan tangan Tuhan yaitu dok Benny," ungkap akun @yo***.

Dokter Benny sering membagikan kisah pasiennya yang berjuang mendapatkan momongan. Menurut Benny, selama menjalani tahapan program bayi tabung, pasangan suami istri perlu mengikuti protokol dengan baik. Benny percaya bahwa perjuangan yang tak pantang menyerah pasti tidak akan mengkhianati hasil.

"Jangan putus asa, rencana Yang Maha Kuasa akan indah pada waktunya," ujarnya saat dihubungi HaiBunda beberapa waktu lalu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda