HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Bunda Melahirkan Kembar Empat Identik setelah Kehamilan Berisiko Tinggi

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 01 Aug 2026 18:10 WIB
Kisah Bunda Melahirkan Kembar Empat Identik setelah Kehamilan Berisiko Tinggi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Pirotehnik
Jakarta -

Kehamilan bayi kembar memang kerap membawa kejutan. Namun, kisah seorang Bunda asal Australia ini benar-benar membuat banyak orang takjub. Ia berhasil melahirkan bayi kembar empat identik yang dikandung secara alami, sebuah kondisi yang sangat langka dan diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 15 juta kehamilan.

Bunda bernama Jenitar Sau Na'amoana berusia 34 tahun ini awalnya tak pernah menyangka akan memiliki empat bayi sekaligus. Ia dan sang suami, Jortham, bahkan sudah dikaruniai empat orang anak sebelum mengetahui kehamilan tersebut. Saat menjalani pemeriksaan USG di awal kehamilan, dokter menemukan fakta mengejutkan bahwa ada empat janin yang berkembang dari satu sel telur yang sama.

Berikut kisahnya dikutip dari Itv.


Kehamilan dipantau ketat sejak trimester pertama

Kehamilan Jenitar langsung dikategorikan sebagai kehamilan berisiko sangat tinggi. Pasalnya, keempat bayi berbagi satu plasenta (monochorionic), kondisi yang dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin, persalinan prematur, hingga komplikasi selama kehamilan.

Sejak usia kehamilan sekitar 10 minggu, Jenitar rutin menjalani pemantauan oleh tim dokter spesialis maternal-fetal medicine di Royal Brisbane and Women's Hospital, Queensland. Memasuki usia kehamilan 25 minggu, ia dirawat di rumah sakit agar kondisinya dan keempat bayi dapat diawasi selama 24 jam.

Meski menghadapi risiko besar, perjalanan kehamilan Jenitar berjalan cukup baik. Tim dokter menyebut kehamilan tersebut berlangsung lebih lancar dari yang diperkirakan mengingat kelangkaan kasusnya.

Melahirkan di usia kehamilan 28 minggu

Pada 14 Juli 2026, Jenitar menjalani operasi caesar saat usia kehamilan 28 minggu 4 hari. Ia melahirkan empat bayi perempuan yang diberi nama Emily, Harriet, Catherine, dan Alexa.

Karena lahir prematur, keempat bayi langsung dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan intensif hingga kondisi mereka cukup kuat untuk pulang. Kabar baiknya, baik Jenitar maupun keempat bayinya dilaporkan dalam kondisi stabil.

Dr. Alexa Bendall, yang merawat Ny. Na’amoana selama kehamilannya, memperkirakan bahwa kembar empat identik terjadi sekitar satu dari setiap 15 juta kehamilan. Spesialis kedokteran ibu dan janin serta dokter kandungan tersebut mengatakan bahwa fakta bahwa bayi-bayi tersebut juga berbagi plasenta yang sama membuat kasus ini semakin luar biasa.

Ia mengatakan kehamilan tersebut dianggap berisiko sangat tinggi, dengan Ny. Na’amoana dirawat di rumah sakit sebagai pasien rawat inap pada usia kehamilan 25 minggu agar dokter dapat memantau dirinya dan bayi-bayinya dengan cermat.

"Kami selalu mengatakan bahwa jika kami bisa membuatnya sampai usia kehamilan 28 minggu, kami akan baik-baik saja," kata Bendall.

"Jadi, fakta bahwa kami memiliki empat bayi yang cantik dan sehat yang lahir pada usia kehamilan 28 minggu dan empat hari sungguh luar biasa, dan kami sangat senang menjadi bagian dari itu," tambahnya.

Salah satu bayi diberi nama Alexa sebagai bentuk penghormatan kepada Dr. Alexa Bendall, dokter spesialis yang mendampingi kehamilan Jenitar sejak awal. Sang dokter mengaku sangat terharu melihat seluruh proses kehamilan hingga persalinan berjalan dengan hasil yang baik.

Mengapa kembar empat identik sangat langka?

Kembar empat identik terjadi ketika satu sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi empat embrio. Berbeda dengan kembar empat yang berasal dari beberapa sel telur, bayi-bayi pada kondisi ini memiliki materi genetik yang hampir sama karena berasal dari satu zigot.

Yang membuat kisah Jenitar semakin istimewa, kehamilan tersebut terjadi secara alami tanpa program bayi tabung maupun obat penyubur. Menurut dokter, kondisi seperti ini sangat jarang ditemukan dan belum pernah didokumentasikan sebelumnya di Australia. Dokter memperkirakan peluangnya sekitar satu banding 700.000 kelahiran.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal American Journal of Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa kehamilan kembar empat memiliki angka luaran kehamilan yang kurang baik bila dibandingkan dengan kehamilan yang jumlah janinnya lebih sedikit.

Pada kehamilan kembar empat yang dipertahankan tanpa pengurangan jumlah janin (non-reduced quadruplets), sekitar 66,7 persen mengalami luaran kehamilan yang merugikan, terutama akibat persalinan prematur ekstrem dan komplikasi neonatal. Hal ini menunjukkan pentingnya pemantauan ketat sejak awal kehamilan hingga persalinan di rumah sakit dengan fasilitas NICU. 

Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology of India menjelaskan bahwa salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan adalah persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, hingga kematian salah satu janin yang dapat berdampak pada janin lainnya.

Peneliti juga menyebutkan bahwa bila salah satu janin meninggal dalam kandungan pada kehamilan monochorionic, terdapat sekitar 25 persen risiko kerusakan otak pada janin yang bertahan hidup dan 25 persen risiko kematian janin lainnya. Oleh karena itu, ibu dengan kehamilan seperti ini memerlukan pemantauan intensif oleh dokter spesialis fetomaternal.

Apa saja risiko kehamilan kembar empat?

Kehamilan dengan empat janin memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Oleh karena itu, Bunda yang mengandung bayi kembar biasanya membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering.

Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

  • Persalinan prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Gangguan pertumbuhan salah satu atau beberapa janin
  • Preeklamsia
  • Perdarahan setelah melahirkan
  • Bayi membutuhkan perawatan intensif di NICU

Meski begitu, dengan pemantauan yang ketat serta penanganan dari tim medis berpengalaman, peluang ibu dan bayi untuk melewati kehamilan dengan baik juga semakin besar.

Kisah Jenitar menjadi pengingat bahwa setiap kehamilan memiliki perjalanan yang berbeda. Di balik berbagai tantangan yang dihadapi selama berbulan-bulan, ia akhirnya bisa menyambut keempat putrinya ke dunia dalam kondisi yang menggembirakan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK