kehamilan
Curhat Bumil Dipecat 3 Jam Usai Memberi Tahu Atasan soal Kehamilannya, Kisahnya Viral
HaiBunda
Kamis, 30 Jul 2026 07:30 WIB
Daftar Isi
Mengetahui kabar kehamilan seharusnya menjadi momen bahagia bagi seorang perempuan. Namun, bagi sebagian ibu hamil (bumil), mengungkapkan kondisi tersebut di tempat kerja justru bisa menjadi pengalaman yang penuh kekhawatiran. Alih-alih mendapatkan dukungan, ada yang merasa kariernya terancam setelah memberi tahu perusahaan bahwa dirinya sedang mengandung.
Hal inilah yang dialami seorang perempuan yang membagikan curhat bumil di media sosial. Ia mengaku kehilangan pekerjaannya hanya tiga jam setelah memberi tahu manajernya bahwa ia sedang hamil. Kisah tersebut kemudian viral dan memicu diskusi tentang perlakuan terhadap ibu hamil di dunia kerja.
Curhatan tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai diskriminasi terhadap perempuan hamil di lingkungan kerja. Banyak warganet menyayangkan perlakuan yang diterimanya, sementara sebagian lain mengingatkan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja yang sedang mengandung. Berikut kisahnya dikutip dariÂ
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Curhat bumil dipecat usai mengabarkan kehamilan
Dalam unggahannya, perempuan tersebut menceritakan bahwa ia baru saja mengetahui dirinya hamil. Karena mengalami morning sickness yang cukup berat, ia menghubungi manajernya untuk memberi tahu kondisi tersebut.
Ia juga meminta izin membawa camilan berupa biskuit atau crackers selama bekerja agar mual yang dirasakannya dapat berkurang. Namun, hanya sekitar tiga jam setelah mengirimkan pesan tersebut, ia menerima surat pemberhentian kerja.
Alasan yang diberikan perusahaan adalah karena statusnya masih berada dalam masa percobaan (probation). Meski demikian, waktu pemecatan yang berdekatan dengan pengumuman kehamilannya membuat banyak orang mempertanyakan keputusan tersebut.Â
Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa dirinya merasa sangat kecewa. "Aku merasa sangat dikhianati dan bodoh. Aku mempercayai manajer ini," tulisnya.
Ia mengatakan bahwa niatnya hanya ingin bersikap jujur mengenai kondisinya agar dapat bekerja dengan nyaman dan tetap menjalankan tugas sebaik mungkin.Â
Warganet ramai memberikan dukungan
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian luas. Banyak warganet menilai pemecatan tersebut tidak etis, bahkan diduga sebagai bentuk diskriminasi terhadap pekerja hamil.
Sebagian menyarankan perempuan itu untuk mencari bantuan hukum apabila terdapat bukti bahwa kehamilan menjadi alasan utama pemecatannya.
Ada pula yang membagikan pengalaman serupa, menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap ibu hamil masih menjadi persoalan di berbagai tempat kerja.Â
Apakah ibu hamil masih sering mengalami diskriminasi di tempat kerja?
Sayangnya, kasus seperti ini bukanlah hal yang benar-benar baru. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyebut diskriminasi terkait kehamilan dan status sebagai ibu masih menjadi tantangan di banyak negara. Bentuknya dapat berupa sulit mendapat pekerjaan, tidak memperoleh promosi, hingga kehilangan pekerjaan setelah mengumumkan kehamilan.
Sementara itu, Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) juga menegaskan bahwa perempuan tidak boleh diberhentikan dari pekerjaan karena alasan kehamilan atau cuti melahirkan.Â
Morning sickness memang dapat mengganggu aktivitas kerja
Morning sickness merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami bumil, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini dapat menyebabkan mual, muntah, hingga sulit mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, salah satu cara sederhana untuk membantu meredakan mual adalah makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering serta mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit kering atau crackers sebelum perut benar-benar kosong.
Karena itu, permintaan perempuan tersebut untuk membawa camilan selama bekerja sebenarnya merupakan salah satu langkah yang umum dilakukan ibu hamil guna mengurangi gejala mual.
Sebab, setiap ibu hamil memiliki hak untuk memperoleh lingkungan kerja yang aman dan mendukung. Jika Bunda mengalami keluhan kehamilan yang memengaruhi aktivitas bekerja, komunikasikan kondisi tersebut kepada atasan atau bagian sumber daya manusia (HR) sesuai prosedur perusahaan.
Apabila merasa mendapatkan perlakuan yang tidak adil karena kehamilan, Bunda juga dapat mencari informasi mengenai hak-hak pekerja berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia serta berkonsultasi dengan pihak terkait.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Cara Sederhana Atasi Mual Muntah Saat Hamil
Kehamilan
Ibu Hamil Harus Waspada Jika Mengalami Mual Muntah Berlebihan Ya
Kehamilan
Kisah Bumil Diminta Menutupi Kehamilan di Kantor agar Rekan Kerja Tidak Kecewa, Ternyata...
Kehamilan
Tips Mengatasi Morning Sickness Saat Hamil
Kehamilan
Hebat, Ibu 8 Anak Pilih Melahirkan di Rumah hingga Hutan Tanpa Bantuan Medis
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Perjuangan Public Figure Berkali-kali Gagal Bayi Tabung, Meutya Hafid IVF 10 Kali
Curhat Ibu Hamil soal Nama Bayi Picu Pro-Kontra, Suami Ingin Beri Nama Mendiang Istri
Curhat Adinda Thomas Masuki Kehamilan Trimester 2, Ingin Lakukan Banyak Hal Tapi...