HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Bunda Menantikan Kehamilan 12 Th, Malah Melahirkan Kembar 5 secara Alami

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 02 Aug 2026 14:00 WIB
Kisah Bunda Menantikan Kehamilan 12 Th, Malah Melahirkan Kembar 5 secara Alami/Foto: Getty Images/iStockphoto/Avril Morgan
Jakarta -

Penantian memiliki anak memang tidak selalu mudah ya Bunda. Ada pasangan yang langsung dikaruniai anak setelah menikah, namun tak sedikit pula yang harus menunggu bertahun-tahun sambil terus berikhtiar dan berdoa.

Hal inilah yang dialami seorang Bunda asal Ethiopia, Bedriya Adem (35). Setelah menanti kehamilan selama 12 tahun, ia akhirnya hamil untuk pertama kalinya. Tak disangka, kebahagiaan yang datang justru berlipat ganda. Bedriya melahirkan lima bayi kembar (quintuplets) secara alami tanpa bantuan program bayi tabung (IVF). Berikut kisahnya dikutip dari BBC.

Berdoa untuk satu anak, Allah memberi lima

Bedriya mengaku selama bertahun-tahun ia hanya berharap bisa merasakan menjadi seorang ibu. Ia tak pernah membayangkan akan mengandung lima bayi sekaligus. Bedriya mengatakan bahwa kebahagiaan yang dirasakannya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia mengaku hanya berdoa agar diberi seorang anak, tetapi justru dikaruniai lima bayi sekaligus.


"Saya berdoa hanya untuk satu anak, dan Allah memberi saya lima," katanya. 

"Saya menghabiskan 12 tahun dalam kesakitan, menyembunyikan diri, dan terus berdoa untuk mendapatkan anak akhirnya, Allah mendengar saya," sambungnya.

Ibu yang baru pertama kali melahirkan ini mengatakan bahwa suaminya sudah memiliki anak dari pernikahan lain, yang tinggal bersama mereka.

"Dia dulu mengatakan kepada saya bahwa memiliki 'anak yang lain' sudah cukup dan mengatakan agar saya tidak perlu khawatir, tetapi jauh di lubuk hati saya menderita secara psikologis dan emosional karena seluruh desa mempertanyakan ketidakmampuan saya untuk melahirkan," katanya.

"Apa yang saya alami di masa lalu terasa seperti mimpi yang jauh, mimpi yang bahkan tidak ingin saya ingat," tambahnya.

Awalnya dokter mengira hamil kembar empat

Kehamilan Bedriya dipantau secara intensif karena termasuk kehamilan berisiko tinggi. Saat menjalani pemeriksaan USG, dokter memperkirakan ia mengandung empat janin. Namun, ketika proses persalinan melalui operasi caesar dilakukan, tim medis dibuat terkejut karena ternyata ada lima bayi di dalam kandungan Bedriya.

Kelima bayi tersebut terdiri dari empat bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Meski lahir prematur, seluruh bayi berhasil dilahirkan dengan selamat dan langsung mendapatkan perawatan di ruang neonatal.

Hamil kembar lima terjadi secara alami

Yang membuat kisah ini semakin langka adalah kehamilan Bedriya terjadi secara alami. Dokter yang menangani persalinannya menjelaskan bahwa rumah sakit tempat Bedriya dirawat bahkan tidak menyediakan layanan bayi tabung (IVF), sehingga kehamilan tersebut bukan hasil teknologi reproduksi berbantu.

Kehamilan kembar lima memang sangat jarang terjadi secara spontan. Sebagian besar kasus quintuplets di dunia berkaitan dengan penggunaan obat penyubur atau program IVF yang meningkatkan peluang terjadinya kehamilan multipel.

Mengapa kehamilan kembar lima sangat langka?

Kehamilan kembar lima atau quintuplets merupakan salah satu bentuk kehamilan multipel yang sangat jarang terjadi. Secara alami, peluangnya diperkirakan hanya sekitar 1 banding puluhan juta kehamilan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kehamilan kembar maupun kehamilan multipel memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Ibu hamil memerlukan pemeriksaan rutin, pemantauan pertumbuhan janin melalui USG secara berkala, serta persiapan persalinan di rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan intensif neonatal agar keselamatan ibu dan bayi tetap terjaga.

Sementara itu, Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa sebagian besar bayi kembar tiga atau lebih biasanya lahir prematur sehingga membutuhkan pengawasan khusus sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Pada kehamilan multipel, tubuh ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi lebih dari satu janin sekaligus. Karena itu, ibu hamil kembar memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai komplikasi, seperti:

  • Persalinan prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Preeklamsia
  • Diabetes gestasional
  • Perdarahan setelah persalinan

Oleh sebab itu, kehamilan dengan lebih dari satu janin membutuhkan pemeriksaan antenatal yang lebih sering dan pemantauan ketat oleh dokter spesialis obstetri.

Kisah Bedriya Adem menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju kehamilan memiliki cerita yang berbeda. Ada yang dikaruniai momongan dalam waktu singkat, ada pula yang harus menunggu bertahun-tahun.

Bagi Bunda yang masih menjalani program hamil, kisah ini bisa menjadi penyemangat untuk terus berikhtiar dan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kesulitan memperoleh kehamilan. Yang tak kalah penting, apabila suatu saat didiagnosis hamil kembar, pastikan kehamilan dipantau secara rutin agar kesehatan Bunda dan Si Kecil tetap terjaga hingga waktu persalinan tiba.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK