Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Ibu Tertua di China setelah Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 09 Jun 2026 16:10 WIB

Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery.
Kisah Perempuan Jadi Ibu Tertua di China Usai Melahirkan Anak Kembar di Usia 60 Tahun/ Foto: iStock
Jakarta -

Sheng Hailin menjadi ibu tertua di China yang melahirkan anak kembarnya di usia 60 tahun. Sheng Hailin melahirkan anak kembar perempuan bernama Zhizhi dan Huihui, pada Mei 2010.

Melalui akun media sosial, Sheng Hailin kerap mendokumentasikan kehidupannya sebagai Bunda dari anak kembar yang kini sudah menginjak remaja. Perempuan asal provinsi Anhui di Tiongkok tengah ini juga sempat membagikan kisah hidupnya yang pilu sebelum melahirkan anak kembar.

Kisah Sheng Hailin hamil anak kembar

Pada tahun 1980, Sheng Hailin melahirkan anak pertamanya yang bernama Tingting. Menurut China Youth Daily, Tingting meninggal dunia pada tahun 2009 karena keracunan karbon monoksida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Setelah kematian putri sulungnya, Sheng Hailin memutuskan untuk menjalani program bayi tabung. Saat itu, usianya sudah menginjak 60 tahun, Bunda.

Kehamilan kembar yang dijalani Sheng Hailin tak mudah. Melansir dari laman South China Morning Post (SCMP), ia sempat mengalami pembengkakan parah dan pendarahan hebat sebelum melahirkan anak kembar.

Kondisi medis tersebut berhasil dilalui Sheng Hailin. Pada Mei 2010, perempuan yang kini berusia 76 tahun itu melahirkan kedua putrinya secara prematur.

Perjuangan Sheng Hailin membesarkan anak kembar

Kelahiran si kembar memberi Sheng Hailin dan suaminya kesempatan kedua untuk menjadi orang tua. Namun, kelahiran si kembar juga memicu perdebatan nasional, dengan banyak orang mempertanyakan masa depan anak kembar mereka.

Catatan publik menunjukkan bahwa Sheng Hailin adalah direktur rumah sakit sebelum pensiun. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai profesor di universitas.

Meskipun keduanya memiliki kehidupan yang mapan, biaya membesarkan anak perempuan, tetap dianggap bisa memberikan tekanan berat pada keluarga. Apalagi, pasangan ini sudah tak lagi muda saat dikaruniai anak kembar.

Bertekad untuk mengamankan masa depan kedua putrinya, Sheng Hailin dilaporkan melakukan perjalanan ke seluruh Tiongkok untuk memberikan edukasi soal kesehatan. Dari hasil jerih payahnya ini, ia tak hanya mampu menyekolahkan kedua anaknya, tapi juga mendaftarkan mereka ikut kursus tari dan piano.

Namun, stabilitas yang diraihnya dengan susah payah itu tidak bertahan lama. Pada tahun 2016, suaminya mengalami stroke. Suami Sheng Hailin meninggal karena gagal jantung dan paru-paru pada tahun 2022, dan dimakamkan di samping putri sulung mereka.

Di tahun berikutnya, Sheng Hailin mengalami cobaan finansial. Ia ditipu lebih dari dua juta yuan oleh seorang perempuan bernama Chen yang diduga menjebaknya dalam investasi palsu.

Namun, Hailin tak mau terpuruk. Memasuki usia 73 tahun, ia memutuskan untuk bekerja sebagai content creator dan rutin melakukan siaran langsung untuk menabung demi masa depan putrinya. Di platform video pendek, ia bahkan sering berbagi tips tentang pengasuhan anak dan memasak sambil menjual produk kesehatan dan perlengkapan rumah tangga.

Sheng Hailin kini menjalani hidup sebagai single mother untuk kedua anak kembarnya. Sebagai seorang Bunda, ia berharap bisa hidup lebih lama untuk melihat kedua anaknya tumbuh.

"Saya akan selalu bangga menjadi seorang ibu," kata Sheng Hailin.

Dalam ulasan di The Beijing News, Sheng Hailin pernah mengakui bahwa jalan yang ditempuhnya sulit untuk ditiru. Untuk bisa bertahan, setidaknya ia membutuhkan pengetahuan, kesehatan yang baik, serta kemampuan untuk terus menghasilkan pendapatan.

Namun demikian, ia berharap para ibu bisa menarik pelajaran berharga dari kisah hidupnya. Ia ingin para ibu dapat menemukan keberanian untuk hidup demi diri mereka sendiri dalam segala situasi.

Demikian kisah Bunda hamil bayi kembar di usia 60 tahun, yang kini menjalani hidup sebagai single mother.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda