KEHAMILAN
Beragam Faktor Penyebab Embrio Gagal Berkembang saat Prosedur IVF
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 06 Aug 2026 11:05 WIBProgram bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan. Namun, perjalanan IVF tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang dapat terjadi adalah embrio berhenti berkembang sebelum mencapai tahap yang memungkinkan untuk dipindahkan ke rahim.
Kondisi ini dikenal sebagai embryo arrest atau penghentian perkembangan embrio. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction, sebagian embrio hasil IVF memang tidak berhasil berkembang hingga tahap blastokista dan salah satu penyebab utamanya berkaitan dengan kelainan kromosom pada embrio.
Penyebab embrio gagal berkembang saat IVF
Lantas, apa saja penyebab embrio gagal berkembang saat IVF?
1. Kelainan kromosom pada embrio
Salah satu penyebab terbesar embrio gagal berkembang adalah adanya kelainan jumlah atau struktur kromosom (aneuploidy). Embrio dengan kromosom yang tidak normal sering kali mengalami gangguan pembelahan sel sehingga perkembangannya berhenti sebelum mencapai tahap blastokista.
Sebuah penelitian yang menganalisis embrio hasil IVF menemukan bahwa embrio yang berhenti berkembang memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kelainan kromosom dibandingkan embrio yang terus berkembang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelainan kromosom menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan perkembangan embrio dalam program IVF.
Risiko kelainan kromosom juga meningkat seiring bertambahnya usia ibu karena kualitas sel telur mengalami penurunan secara alami. Kondisi ini membuat kesalahan pembelahan kromosom lebih mungkin terjadi.
2. Kualitas sel telur menurun
Kualitas sel telur memiliki peran besar dalam menentukan kemampuan embrio untuk berkembang.
Meski jumlah sel telur yang diperoleh saat prosedur IVF cukup banyak, tidak semuanya memiliki kualitas yang sama. Sel telur dengan kualitas rendah dapat menghasilkan embrio yang sulit berkembang atau berhenti pada tahap awal pembelahan.
Penurunan kualitas sel telur umumnya berkaitan dengan faktor usia, terutama pada perempuan yang menjalani IVF pada usia lebih lanjut. Penelitian reproduksi menunjukkan bahwa bertambahnya usia ibu berhubungan dengan meningkatnya risiko kelainan kromosom embrio dan menurunnya peluang keberhasilan IVF.
3. Kualitas sperma yang kurang optimal
Selama ini faktor perempuan sering menjadi perhatian utama dalam program IVF. Padahal, kualitas sperma juga berperan penting dalam pembentukan embrio. Kerusakan DNA sperma (sperm DNA fragmentation), jumlah sperma rendah, atau gangguan pergerakan sperma dapat memengaruhi kualitas embrio yang terbentuk.
Materi genetik dari sperma dan sel telur akan bergabung saat pembuahan. Jika terdapat gangguan pada salah satunya, perkembangan embrio dapat ikut terpengaruh.
4. Gangguan proses pembelahan embrio
Setelah pembuahan berhasil, embrio harus melalui serangkaian tahap perkembangan, mulai dari satu sel menjadi beberapa sel hingga mencapai tahap blastokista.
Namun, tidak semua embrio mampu melewati proses tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam pertemuan ilmiah American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menunjukkan bahwa banyak embrio yang berhenti berkembang sebelum mencapai tahap blastokista dan kondisi tersebut berkaitan dengan adanya kelainan kromosom pada sebagian embrio.
5. Faktor laboratorium IVF
Perkembangan embrio tidak hanya bergantung pada kondisi biologis pasangan, tetapi juga lingkungan laboratorium tempat embrio dikultur.
Laboratorium IVF harus menjaga berbagai faktor seperti suhu, kualitas udara, media kultur, hingga prosedur penanganan embrio.
European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) menekankan pentingnya standar kualitas laboratorium IVF, termasuk dalam proses kultur embrio, identifikasi bahan biologis, hingga prosedur transfer embrio untuk menjaga keamanan dan kualitas layanan reproduksi berbantu.
6. Faktor genetik dari orang tua
Pada sebagian pasangan, kegagalan perkembangan embrio dapat berkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan dari orang tua.
Jika dokter menemukan indikasi tertentu, pasangan dapat menjalani konseling genetik atau pemeriksaan tambahan seperti preimplantation genetic testing for aneuploidy (PGT-A) untuk membantu mengetahui kondisi kromosom embrio sebelum transfer.
7. Penyebab yang belum diketahui
Meski teknologi IVF semakin berkembang, masih ada kasus ketika embrio gagal berkembang tanpa penyebab yang jelas.
Para ahli menyebut bahwa perkembangan embrio merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak faktor, sehingga tidak semua kegagalan dapat dijelaskan hanya melalui satu pemeriksaan.
Apakah embrio gagal berkembang berarti IVF pasti gagal?
Tidak selalu, Bunda.
Kegagalan perkembangan embrio dalam satu siklus IVF bukan berarti pasangan tidak memiliki peluang untuk hamil. Dokter biasanya akan melakukan evaluasi untuk mencari faktor yang dapat diperbaiki sebelum mencoba siklus berikutnya.
Evaluasi dapat meliputi pemeriksaan kualitas sel telur, sperma, kondisi rahim, hingga evaluasi laboratorium IVF.
Tidak semua penyebab dapat dicegah, terutama faktor kromosom yang berkaitan dengan proses biologis alami. Namun, beberapa langkah dapat membantu meningkatkan peluang mendapatkan embrio berkualitas, seperti:
- Menjaga berat badan ideal.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Menghindari rokok dan alkohol.
- Mengelola penyakit seperti diabetes atau gangguan tiroid.
- Mengikuti anjuran dokter terkait obat maupun suplemen.
- Memilih klinik fertilitas dengan standar laboratorium yang baik.
Demikian penjelasan penyebab embrio gagal berkembang saat IVF. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Lebih Sensitif, Ini Penyebab Bumil Mudah Menangis
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Marissa Anita Akui Tak Tertarik IVF, Ingin Menikmati Proses Dapatkan Kehamilan secara Alami
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Unik! Wanita Ini Menang Kompetisi Berhadiah Prosedur Bayi Tabung
TERPOPULER
6 Ciri Anak yang Tumbuh di Keluarga Bahagia Menurut Psikolog
Bencana Alam Ini Dekati Jepang, Penerbangan hingga Acara Besar Mulai Dibatalkan
Daftar Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Cek Sebelum Terlambat
Park Shin Ye dan Choi Tae Joon Sambut Kelahiran Anak Kedua Berjenis Kelamin Perempuan
TMII Gratiskan Tiket Masuk Selama September 2026, Cek Jadwal dan Syaratnya
REKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lip Liner Terbaik, Rahasia Bibir Tampak Lebih Penuh dan Makin Cantik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Electric Grill untuk BBQ Rumahan, Panggang Jadi Lebih Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Resep Piscok Kulit Lumpia Renyah dan Lumer, Cocok untuk Camilan
Daftar Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Cek Sebelum Terlambat
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Bencana Alam Ini Dekati Jepang, Penerbangan hingga Acara Besar Mulai Dibatalkan
6 Ciri Anak yang Tumbuh di Keluarga Bahagia Menurut Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Pakai Batik Tanpa Terlihat Kaku? Padukan dengan Blouse Putih Ini
-
Beautynesia
4 Kebiasaan di Rumah yang Perlu Dibatasi Demi Mengurangi Risiko Kanker
-
Female Daily
Nggak Punya Waktu ke Studio? Coba 4 Channel YouTube untuk Mat Pilates di Rumah
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kisah Liu Wen, Pacar Jing Boran yang Jadi Supermodel Pertama China
-
Mommies Daily
Kulit Kering tapi Berjerawat, Apakah Tetap Boleh Pakai Moisturizer?