KEHAMILAN
Lahir Tanpa Rahim, Wanita Ini Kini Hamil 26 Minggu Berkat Donor Rahim dari Sang Kakak
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Kamis, 20 Aug 2026 21:35 WIBBayangkan sejak lahir seorang perempuan diberi tahu bahwa ia tidak memiliki rahim dan mungkin tidak bisa mengandung. Harapan untuk menjadi seorang ibu pun terasa begitu jauh.
Namun, perjalanan Lauren Fowler menunjukkan bahwa perkembangan teknologi medis bisa menghadirkan kemungkinan yang sebelumnya terdengar mustahil. Perempuan asal Inggris ini kini tengah mengandung 26 minggu setelah menerima transplantasi rahim dari kakaknya sendiri.
Lauren diketahui lahir tanpa rahim akibat kondisi langka bernama Mayer Rokitansky Küster Hauser syndrome (MRKH). Setelah menjalani perjalanan panjang selama bertahun-tahun, Lauren akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengandung bayinya sendiri.
Berikut kisahnya dikutip dari People.
Lahir tanpa rahim karena sindrom MRKH
Lauren didiagnosis mengalami MRKH tipe 1, yaitu kondisi bawaan yang menyebabkan rahim tidak berkembang atau tidak terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini terjadi ketika sistem reproduksi perempuan mengalami gangguan perkembangan sejak masih berada di dalam kandungan.
Pada Lauren, kondisi tersebut membuatnya lahir tanpa rahim. Meski begitu, ia tetap memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang ibu. Lauren pertama kali mengetahui mengenai kemungkinan transplantasi rahim sekitar 2010. Saat itu, penelitian mengenai transplantasi rahim masih menggunakan donor yang telah meninggal.
Beberapa tahun kemudian, Lauren mengetahui bahwa penelitian mulai membuka kemungkinan menggunakan donor hidup. Ia pun langsung menghubungi kakaknya, Kelly. Tanpa diduga, Kelly bersedia mendonorkan rahimnya setelah ia selesai membangun keluarganya sendiri.
Rahim sang kakak berhasil ditransplantasikan
Pada Mei 2025, Lauren dan Kelly menjalani operasi transplantasi rahim. Operasi awalnya berjalan dengan baik dan Lauren diperbolehkan pulang sekitar satu minggu setelah tindakan. Namun, perjalanan mereka ternyata tidak berhenti di ruang operasi.
Lauren mengalami komplikasi berupa sumbatan setelah transplantasi sehingga harus menjalani dua operasi tambahan. Kondisinya sempat cukup serius. Meski demikian, rahim hasil transplantasi tersebut tidak mengalami penolakan oleh tubuh Lauren.
Setelah transplantasi berhasil, Lauren bahkan mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Namun, menstruasinya sempat sangat berat hingga membuatnya merasa lemas dan pada satu kesempatan sampai kehilangan kesadaran.
Perjalanan untuk mendapatkan kehamilan juga tidak langsung berhasil. Percobaan pertama berakhir dengan keguguran ketika usia kehamilan baru lima minggu. Namun, Lauren dan pasangannya, David, tidak menyerah. Kini, Lauren tengah mengandung 26 minggu. Ia diperkirakan melahirkan pada Oktober 2026 dan rencananya persalinan dilakukan melalui operasi caesar.
Bagaimana perempuan tanpa rahim bisa hamil?
Pertanyaan ini mungkin muncul di benak Bunda: kalau Lauren terlahir tanpa rahim, bagaimana ia bisa hamil?
Jawabannya adalah melalui transplantasi rahim atau uterus transplantation (UTx). Dalam prosedur ini, rahim dari seorang donor ditransplantasikan ke tubuh perempuan yang mengalami infertilitas akibat tidak memiliki atau tidak berfungsinya rahim.
Setelah transplantasi berhasil dan kondisi pasien stabil, kehamilan dapat diupayakan melalui program fertilisasi in vitro (IVF). Embrio yang sebelumnya dibuat melalui IVF kemudian ditanamkan ke rahim hasil transplantasi.
Jadi, transplantasi rahim memungkinkan perempuan dengan kondisi tertentu yang sebelumnya tidak dapat mengandung untuk memiliki kesempatan membawa kehamilannya sendiri.
Transplantasi rahim bukan prosedur sederhana
Meski kisah Lauren terdengar seperti keajaiban, transplantasi rahim bukanlah prosedur yang sederhana.
Tubuh penerima dapat mengenali rahim donor sebagai jaringan asing sehingga pasien membutuhkan obat imunosupresan untuk membantu mencegah penolakan organ. Selain itu, operasi transplantasi juga memiliki risiko bagi penerima maupun donor.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA pada 2024 terhadap perempuan dengan absolute uterine-factor infertility menemukan bahwa transplantasi rahim secara teknis memungkinkan dan dapat menghasilkan angka kelahiran hidup yang tinggi ketika cangkok rahim berhasil bertahan. Namun, efek samping dan komplikasi medis maupun operasi tetap dapat terjadi pada penerima dan donor. Dari bayi yang telah lahir dalam penelitian tersebut, tidak ditemukan kelainan bawaan.
Apa kata penelitian tentang kehamilan setelah transplantasi rahim?
Teknologi transplantasi rahim memang masih tergolong baru. Karena itu, para peneliti terus mengumpulkan data mengenai keamanan kehamilan setelah prosedur ini. Dalam scoping review yang diterbitkan pada 2024, peneliti menganalisis 36 laporan yang mencakup 55 kehamilan dan 38 kelahiran hidup setelah transplantasi rahim.
Penelitian tersebut menemukan bahwa beberapa komplikasi yang paling sering dilaporkan selama kehamilan antara lain keguguran, preeklamsia, dan hipertensi gestasional. Sementara itu, komplikasi lain yang dapat terjadi berkaitan dengan transplantasi, seperti episode penolakan organ, gangguan ginjal akut, anemia, dan kolestasis.
Artinya, meskipun transplantasi rahim sudah berhasil membantu sejumlah perempuan menjadi ibu, kehamilan setelah prosedur ini tetap termasuk kehamilan berisiko tinggi dan membutuhkan pemantauan medis yang sangat ketat.
Penelitian sistematis yang diterbitkan pada 2025 juga menganalisis 40 kelahiran hidup setelah transplantasi rahim. Seluruh persalinan dalam kumpulan kasus tersebut dilakukan melalui operasi caesar, dan sekitar 47,5 persen dilakukan secara darurat. Peneliti juga menemukan risiko kelahiran prematur dan plasenta previa yang cukup tinggi.
Sudah ada bayi yang lahir dari rahim hasil transplantasi
Meski masih terus dikembangkan, transplantasi rahim bukan lagi sekadar eksperimen di atas kertas. Pada 2025, peneliti di Australia melaporkan kelahiran hidup cukup bulan pertama setelah transplantasi rahim di negara tersebut. Kehamilan berhasil dipertahankan hingga 37 minggu dan bayi laki-laki lahir melalui operasi caesar dengan kondisi sehat.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa transplantasi rahim telah menghasilkan puluhan kelahiran hidup di berbagai negara.
Namun, para ahli menekankan bahwa prosedur ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan teknik yang paling aman, mengurangi komplikasi, serta memahami dampaknya dalam jangka panjang.
Perjalanan 20 tahun untuk menjadi Bunda
Bagi Lauren, kehamilan ini bukan sekadar kabar bahagia. Ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang sudah ia jalani selama sekitar 20 tahun. Ia bahkan membagikan kisahnya melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran mengenai MRKH dan memberikan harapan kepada perempuan lain yang mengalami kondisi serupa.
Kini, Lauren tinggal menunggu beberapa minggu lagi untuk bertemu dengan bayinya. Sang kakak, Kelly, juga ikut menantikan kelahiran keponakannya. Menariknya, anak-anak Kelly pun sudah tidak sabar bertemu dengan sepupu mereka.
Bagi kedua kakak beradik ini, transplantasi tersebut bukan hanya sebuah prosedur medis. Kelly mengatakan pengalaman tersebut justru membuat hubungan mereka semakin dekat.
"Kami memang sudah dekat sejak dulu, tetapi menurut saya, mustahil kami bisa melalui pengalaman seperti ini tanpa merasakan dampaknya dan menjadi semakin dekat," ujarnya.
Lauren, yang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membagikan kisahnya, diperkirakan akan melahirkan anak pertamanya pada bulan Oktober. Ia akan menjalani persalinan melalui operasi caesar.
Kisah Lauren menjadi salah satu gambaran bagaimana perkembangan dunia kedokteran reproduksi terus membuka peluang baru bagi perempuan yang sebelumnya memiliki pilihan sangat terbatas untuk menjadi seorang ibu. Meski demikian, transplantasi rahim tetap merupakan prosedur kompleks yang hanya dapat dilakukan di pusat medis dengan keahlian khusus dan melalui seleksi serta pemantauan yang sangat ketat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Janin Lebih Aktif Saat Malam, Ternyata..
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bunda Ini Berhasil Hamil dan Melahirkan Anak Laki-laki setelah Lakukan Transplantasi Rahim
Mengenal Donor Rahim atau Transplantasi Rahim, Prosedur dan Syaratnya
40 Anak Lahir Melalui Transplantasi Rahim Sejak 2014, Yuk Kenali Prosedurnya
Kenalan dengan Grace Davidson, Bunda Pertama di Inggris Melahirkan dengan Rahim Buatan
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Unik Orang yang Lahir di Hari Senin
Lahir Tanpa Rahim, Wanita Ini Kini Hamil 26 Minggu Berkat Donor Rahim dari Sang Kakak
Potret Nayika Anak Nadia Soekarno Diajak Rayakan HUT RI di Swiss
Momen Hari Pertama Bilqis Anak Ayu Ting Ting Jadi Anak SMP, Intip Potretnya
50 Kata-kata Suami Istri Romantis Penuh Cinta Berjuang Bersama
REKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Unik Orang yang Lahir di Hari Senin
Lahir Tanpa Rahim, Wanita Ini Kini Hamil 26 Minggu Berkat Donor Rahim dari Sang Kakak
Potret Nayika Anak Nadia Soekarno Diajak Rayakan HUT RI di Swiss
50 Kata-kata Suami Istri Romantis Penuh Cinta Berjuang Bersama
Momen Hari Pertama Bilqis Anak Ayu Ting Ting Jadi Anak SMP, Intip Potretnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Karyawan atau Penyewa Kos Sering Kehilangan Barang? Locker Besi Ini Bisa Jadi Solusinya
-
Beautynesia
4 Perilaku Pasangan yang Tidak Bahagia Tapi Memilih Bungkam
-
Female Daily
Aarti Wellness Club Menteng, Destinasi Baru untuk Me Time yang Berkualitas!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
10 Kostum Miss Universe Thailand Unik Banget, Ada Pad Thai hingga Durian
-
Mommies Daily
Lagi Butuh Tertawa? Ini 15 Drakor Komedi yang Dijamin Bikin Mood Naik