HaiBunda

KEHAMILAN

Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB
Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?/Foto: Getty Images/Khanchit Khirisutchalual
Jakarta -

Fase menopause ternyata tidak saja dialami kaum hawa karena sedianya para pria juga mengalaminya. Yuk, mengenal andropause masa menopause pada pria, mitos atau fakta?

Menopause pria atau disebut andropause merupakan istilah yang kurang familiar di luar sana ya, Bunda. Meskipun tak banyak diketahui, andropause sebenarnya merupakan fase penting dalam perjalanan kesuburan seorang pria.

Ya, andropause merupakan salah satu tahapan yang dialami kaum Adam dengan ditandai penurunan kadar hormon yang terjadi secara perlahan. Hal ini sangatlah normal dialami dan menjadi bagian alami dari penuaan.


Menopause pada pria, mitos atau fakta?

Istilah menopause pria banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi penurunan kadar testosteron yang berkaitan dengan penuaan. Tetapi perubahan hormon yang berkaitan dengan penuaan berbeda antara perempuan dan laki-laki. Pada perempuan, ovulasi berakhir, dan produksi hormon menurun dalam waktu yang relatif singkat. Inilah yang disebut dengan menopause.

Sementara pada laki-laki, produksi testosteron dan hormon lainnya menurun selama bertahun-tahun. Penurunan kadar testosteron secara bertahap ini disebut hipogonadisme onset lambat dan terkadang disebut testosteron rendah terkait usia. Dalam kondisi ini, tidak semua orang dengan testosteron rendah terkait usia memiliki gejala. Selain itu, efek jangka panjangnya juga belum jelas seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

Mengenali kadar testosteron rendah pada pria

Secara umum, kadar testosteron pria umumnya menurun sekira 1 persen per tahun setelah mereka berusia 40 tahun. Namun sebagian besar pria yang lebih tua masih memiliki kadar testosteron dalam kisaran standar. Hanya sekitar 10 persen hingga 25 persen pria yang memiliki kadar yang dianggap rendah.

Terkait kadar testosteron rendah pada pria yang lebih tua sering kali tidak disadari. Untuk mengeceknya lebih lanjut, diperlukan tes darah yang dapat memeriksa kadar testosteron secara pada orang tersebut. Tetapi, tes ini jarang dilakukan dan banyak pria yang memiliki kadar testosteron rendah tidak menunjukkan gejala. 

Selain itu, tanda dan gejala yang terkait dengan testosteron rendah tidak spesifik. Faktor seperti usia seseorang, obat-obatan, atau kondisi lain juga dapat menyebabkan gejala. Misalnya, memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi dapat menyebabkan gejala seperti testosteron rendah.

Adapun gejala yang dapat menunjukkan testosteron rendah meliputi beberapa hal berikut:

1. Penurunan hasrat dan aktivitas seksual
2. Disfungsi ereksi atau penurunan ereksi
3. Nyeri atau pembengkakan payudara
4. Infertilitas
5. Sensasi panas atau keringat berlebihan

Gejala lain yang mungkin terjadi termasuk berkurangnya energi, motivasi dan kepercayaan diri. Beberapa pria dalam fase ini tampak merasa depresi dan kesulitan fokus. Kemungkinan lainnya juga terjadinya peningkatan rasa kantuk dan gangguan tidur. Gejalanya dapat meliputi anemia ringan yang tidak dapat dijelaskan, penurunan massa dan kekuatan otot, serta peningkatan lemak tubuh.

Para ahli menyarankan untuk melakukan tes testosteron rendah pada pria lanjut usia jika mereka memiliki gejala. Jika tes pertama menunjukkan testosteron rendah, para ahli menyarankan untuk mengulang tes untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Pada rangkaian skrining berikutnya, tim medis juga akan mencari kondisi yang dapat menyebabkan testosteron rendah seperti obstructive sleep apnea, obesitas, stres akibat penyakit serius, operasi, atau rawat inap di rumah sakit, obat-obatan seperti pereda nyeri opioid, dan lainnya.

Biasanya, pria yang memiliki testosteron rendah, kemungkinannya juga mereka akan menjalani lebih banyak tes salah satunya tes kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari adalah kelenjar seukuran kacang ginjal yang terletak di dasar otak. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem endokrin tubuh. Sistem ini mencakup semua kelenjar yang memproduksi dan mengendalikan hormon. 

Para profesional kesehatan menggunakan pengujian kelenjar pituitari untuk membantu mengetahui apakah kadar testosteron rendah disebabkan oleh penuaan pada pria. Dalam hal ini, pengujian juga dapat menyingkirkan kemungkinan kadar hormon lain yang rendah.

Pada 2020, The American College of Physicians merekomendasikan agar para profesional kesehatan mempertimbangkan untuk memulai pengobatan testosteron pada pria dengan disfungsi seksual yang ingin meningkatkan fungsi seksual mereka, setelah menjelaskan risiko dan manfaatnya. Sebelumnya, pada 2018, Endocrine Society juga telah merekomendasikan terapi testosteron untuk pria dengan testosteron rendah terkait usia yang memiliki gejala terkait testosteron rendah.

Beberapa ahli juga merekomendasikan untuk menawarkan pengobatan testosteron kepada pria dengan testosteron rendah terkait usia yang tidak memiliki gejala. Bagi sebagian pria, terapi testosteron meringankan gejala yang mengganggu akibat testosteron rendah. Bagi yang lainnya, manfaatnya memang belum jelas dan masih ada juga kemungkinan risikonya.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, terapi testosteron mungkin dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan payudara. Tak hanya itu, terapi testosteron juga telah dikaitkan dengan pembekuan darah di pembuluh darah. Selain itu, terapi ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pijat Perut untuk Program Hamil, Benarkah Efektif?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas

Mom's Life Melly Febrida

Karakter Orang yang Suka Jalan Mondar-mandir saat Merasa Cemas Menurut Psikologi

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan

Parenting Annisya Asri Diarta

3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Orang yang Nyaman Punya Sedikit Teman, Lebih Memilih Pertemanan yang Berkualitas

Orang Tua yang Sedang Stres Ternyata Bisa Picu Anak Main HP Kelamaan

Pria Juga Mengalami Masa Menopause, Mitos atau Fakta?

Karakter Orang yang Suka Jalan Mondar-mandir saat Merasa Cemas Menurut Psikologi

3 Cerita Dongeng Kelinci yang Baik Hati, Penuh Pesan Moral untuk Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK