Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Rabu, 09 Sep 2026 17:55 WIB

Meisya Siregar
Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk/Foto: Instagram @meisya__siregar
Daftar Isi
Jakarta -

Artis Meisya Siregar membagikan cerita tentang pengalaman memasuki masa perimenopause. Istri musisi Bebi Romeo ini mengaku pengalaman memasuki perimenopause cukup membuatnya kewalahan.  Ia mengatakan, perubahan yang dialaminya bahkan sampai membuat Bebi Romeo menyadari bahwa dirinya terlihat berbeda.

"Dia ngeliat aku beda katanya kata aku tuh jadi orang lain. Kamu tuh kenapa sih?" kata  Meisya Siregar dikutip dari laman YouTube MAIA ALELDUL TV.

Menurut perempuan 47 tahun ini, salah satu hal yang paling sulit adalah ketika dirinya sendiri tidak memahami apa yang sedang terjadi. Meisya Siregar ingin suaminya mengerti, tetapi di sisi lain ia pun masih berusaha memahami perubahan yang dialaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Cuman itu struggling banget sih. Dia bisa memahami apa yang aku hadapin dan aku mau ngasih tahu dia. Dia ngerti enggak sih, gue tuh lagi kenapa gue aja enggak paham gue begini," tuturnya.

Alami insomnia, mood swing dan berat badan naik 

Salah satu keluhan yang dirasakan Meisya Siregar adalah gangguan tidur. Ia mengaku mengalami insomnia yang cukup parah ketika memasuki masa perimenopause.

Selain insomnia, Meisya Siregar juga mengalami perubahan suasana hati atau mood swing. Ia mengaku menjadi lebih mudah merasa sedih. Tak hanya itu, berat badannya pun ikut naik selama mengalami fase tersebut. 

"Perimenopause tuh parah banget. Aku susah tidur, aku insomnia parah, mood swing, gendut, aku naik 5 kilo. Parah banget, gampang cape, sedih-sedih pokoknya udah para banget deh," katanya. 

Meisya Siregar mengaku Bebi awalnya melihat dirinya berubah dan mungkin belum memahami alasan di balik perubahan tersebut. Kondisi itu sempat membuat hubungan keduanya ikut mengalami tantangan.

Meisya Siregar jelaskan perimenopause pada suami

Namun, Meisya Siregar kemudian mencoba menjelaskan mengenai perimenopause kepada sang suami dengan cara yang sederhana. Meisya rajin membagikan berbagai konten edukatif mengenai perimenopause kepada Bebi Romeo. Melalui informasi tersebut, sang suami akhirnya memahami bahwa perubahan sikap dan fisik sang istri merupakan dampak medis alami dari masa transisi menopause. 

Pemahaman ini juga makin lengkap dengan kesadaran bahwa pria kelak akan mengalami masa serupa yang dikenal dengan istilah andropause.

"Tapi untungnya masa itu akhirnya caranya adalah aku kirim-kirim konten perimenopause sama Bebi. Dia akhirnya dia bilang 'ya udah sayang aku ngerti'," kata Meisya Siregar.

Menurut Meisya Siregar, setelah Bebi mulai memahami bahwa perubahan emosi dan fisik yang dialaminya berkaitan dengan perimenopause, keduanya menjadi lebih mudah berkomunikasi. Meisya Siregar mengatakan bahwa setelah Bebi memahami apa yang sedang dihadapinya, konflik di antara mereka pun akhirnya mereda.

"Akhirnya kamu bisa memahami apa yang aku hadapin, baru akhirnya berantemnya kelar. Jadi Bebi banyak ngalah," kata  Meisya Siregar.

Ciri-ciri perimenopause

Berbicara mengenai perimenopause, biasanya terdapat ciri-ciri yang akan Bunda alami, di antaranya sebagai berikut ya, Bunda:

1. Perubahan suasana hati
2. Perubahan hasrat seksual
3. Kesulitan berkonsentrasi
4. Sakit kepala
5. Keringat malam
6. Hot flashes
7. Kekeringan vagina
8. Kesulitan tidur
9. Nyeri sendi dan otot
10. Berkeringat deras
11. Sering buang air kecil
12. Gejala mirip PMS

Usia perimenopause menurut WHO

Usia rata-rata menopause pada perempuan biasanya saat mereka berusia 51 tahun. Dan, gejala perimenopause akan dimulai sekira empat tahun sebelum haid terakhir. Kebanyakan perempuan merasakan gejala perimenopause di usia 40-an, tetapi beberapa di antaranya mulai merasakan perubahan sejak usia pertengahan 30-an.

Bunda mungkin merasakan adanya perubahan halus seperti pada panjang, durasi, dan aliran siklus haid, bahkan sebelum perimenopause. Sebenarnya, itulah saatnya kesuburan mulai menurun dan pola hormon mulai berfluktuasi.

Pada beberapa perempuan, gejala perimenopause mungkin mulai lebih awal, terutama jika mereka telah menjalani pengobatan kanker (kemoterapi atau radiasi panggul) atau merokok. Perokok umumnya mencapai menopause dua atau tiga tahun lebih awal dibandingkan yang tidak merokok.

Mengutip dari laman WHO, perempuan biasanya mengalami menopause sendiri saat berusia 45 hingga 55 tahun untuk seluruh perempuan di dunia. Meski sebenarnya keteraturan dan durasi siklus menstruasi bervariasi selama masa reproduksi mereka tetapi usia menopause rata-rata hampir sama ya, Bunda.

Sehingga, wajar saja sebelum masa menopause tersebut, banyak juga para perempuan yang mengalami perimenopause sebelum usia mereka 40 tahun atau saat memasuki usia 30-an. Secara umum, durasi perimenopause berlangsung sekira empat tahun. Tetapi, masa tersebut dapat berlangsung lebih lama hingga delapan tahun. Beberapa orang mungkin hanya berada di tahap ini selama beberapa bulan, sementara yang lain akan berada di fase transisi ini selama beberapa tahun.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda