HaiBunda

KEHAMILAN

Janin Berukuran Kecil saat Lahir Bikin Prestasi Akademiknya Lebih Rendah di Masa Depan, Benarkah?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB
Janin Berukuran Kecil saat Lahir Bikin Prestasi Akademiknya Lebih Rendah di Masa Depan, Benarkah?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix
Jakarta -

Ukuran janin saat lahir sering menjadi perhatian orang tua karena dianggap berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Misalnya, ukuran janin yang lebih kecil sering dikaitkan dengan risiko gangguan belajar anak saat masuk sekolah.

Lantas, benarkah bayi yang lahir dengan ukuran lebih kecil berisiko memiliki prestasi akademik yang lebih rendah di masa depan?

Sejumlah penelitian mencoba mengungkap hubungan antara kondisi pertumbuhan janin sejak dalam kandungan dengan kemampuan kognitif dan pencapaian pendidikan anak ketika tumbuh dewasa. Salah satu studi ini diterbitkan di American Journal of Obstetrics and Gynecology pada Agustus 2026.


Menurut studi, ukuran janin yang lebih kecil saat lahir dikaitkan dengan prestasi akademik yang lebih rendah dalam Matematika dan kemampuan membaca, yang berlanjut sepanjang masa remaja. Tak hanya itu, bayi yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu diketahui memiliki kemampuan bahasa dan motorik yang lebih buruk, yang sebagian besar hilang pada usia 5 tahun.

Melansir dari laman Medscape, para peneliti dalam studi ini melakukan penelitian menggunakan studi kohort kelahiran longitudinal untuk meneliti pola dan keberlanjutan hubungan antara usia kehamilan dan ukuran janin dengan hasil perkembangan saraf dari masa bayi hingga remaja. Peneliti menganalisis data dari 92.551 anak yang lahir cukup bulan (49,9 persen perempuan) tanpa kelainan bawaan, yang diambil dari studi kesehatan berbasis populasi di Norwegia.

Dalam studi, para ibu mengisi kuesioner sekitar minggu ke-15 kehamilan dan pada saat pemeriksaan lanjutan. Mereka diminta memberikan informasi tentang karakteristik demografis serta kesehatan dan perkembangan anak. Sementara itu, para ayah mengisi kuesioner tentang karakteristik demografis.

Hasil utama yang diukur di studi ini meliputi kemampuan berbahasa dan motorik anak setelah lahir, yakni pada usia 6 bulan, 18 bulan, 3 tahun, dan 5 tahun, serta skor tes nasional dalam pelajaran Matematika dan kemampuan membaca selama masa kanak-kanak akhir dan remaja.

Hasil studi tentang ukuran janin dan prestasi akademik

Studi mengungkap bahwa anak-anak yang lahir pada usia kehamilan 37 minggu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih buruk dari usia 6 bulan hingga 3 tahun dan kemampuan motorik yang lebih buruk dari usia 6 bulan hingga 5 tahun. Temuan ini dibandingkan dengan anak-anak yang lahir pada usia kehamilan 41 minggu. Meski begitu, hubungan tersebut berkurang dengan cepat pada usia 18 bulan dan melemah pada usia 5 tahun.

Sementara itu, anak-anak yang lahir dan masuk kategori ukuran kecil untuk usia kehamilan memiliki skor Matematika yang lebih rendah pada usia 10 hingga 15 tahun. Skor kemampuan membaca mereka juga lebih rendah pada usia 10 hingga 11 tahun, bila dibandingkan dengan anak-anak yang lahir dengan ukuran janin (berat) sesuai untuk usia kehamilan.

Di sisi lain, bayi yang lahir di kategori ukuran atau berat lahir besar untuk usia kehamilan memiliki skor Matematika sedikit lebih tinggi pada usia 14 sampai 15 tahun bila dibandingkan mereka yang lahir dengan dengan ukuran janin (berat) sesuai untuk usia kehamilan. Dalam studi ini, usia kehamilan saat kelahiran dan ukuran janin sebagian besar bersifat independen dalam hubungannya dengan hasil perkembangan saraf.

Hasil studi ini diharapkan bisa membantu para ibu hamil untuk memperhatikan kondisi kehamilannya. Peneliti juga berharap temuan bisa membantu dalam pengambilan keputusan terkait kehamilan.

"Temuan ini seharusnya menjadi dasar konseling obstetri dan pengambilan keputusan bersama, bukan ditafsirkan sebagai bukti yang mendukung perubahan dalam manajemen persalinan," kata para penulis.

Demikian hasil studi yang mengungkap kaitan antara ukuran janin yang lebih kecil dan prestasi akademik anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan Huruf M

Mom's Life Annisa Karnesyia

Janin Berukuran Kecil saat Lahir Bikin Prestasi Akademiknya Lebih Rendah di Masa Depan, Benarkah?

Kehamilan Annisa Karnesyia

Studi Ungkap Anak Laki-laki yang Lahir di Akhir Tahun Cenderung Kidal

Parenting Annisa Karnesyia

Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa

Mom's Life Azhar Hanifah

3 Resep Rendang Jengkol Empuk dan Tidak Bau, Bumbunya Meresap Sempurna

Mom's Life

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan Huruf M

Studi Ungkap Anak Laki-laki yang Lahir di Akhir Tahun Cenderung Kidal

Janin Berukuran Kecil saat Lahir Bikin Prestasi Akademiknya Lebih Rendah di Masa Depan, Benarkah?

3 Resep Rendang Jengkol Empuk dan Tidak Bau, Bumbunya Meresap Sempurna

Sosok Wang Hong, Peraih Penghargaan Matematika Tertinggi yang Punya Gaya Tak Biasa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK