kehamilan
Benarkah Meninggal saat Melahirkan Menurut Islam Diampuni Dosanya dan Masuk Surga?
HaiBunda
Senin, 05 Oct 2026 11:35 WIB
Daftar Isi
Proses melahirkan memang sebuah fase panjang yang tidak ringan. Meski teknologi semakin canggih, tidak ada yang pernah tahu jika kematian bisa terjadi di tengah proses tersebut. Lantas, benarkah meninggal saat melahirkan menurut Islam diampuni dosanya dan masuk surga?
Siapa pun tentu menginginkan masuk surga dengan cara yang mudah ya, Bunda. Salah satu cara terindah itu yakni dengan gugur di jalan Allah atau mati syahid. Nah, mati saat melahirkan katanya juga masuk golongan tersebut. Lantas, benarkah meninggal saat melahirkan menurut Islam diampuni dosanya dan masuk surga?
Ketahui lebih lanjut soal mati syahid
Mengutip dari laman Detikhikmah, kedudukan dan keutamaan mati syahid sangat mulia termaktub dalam riwayat Al-Bukhari dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesungguhnya di surga terdapat seratus tingkatan yang disiapkan oleh Allah bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya. Jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya sebesar jarak antara langit dan bumi. Jika kalian memohon kepada Allah, mintalah surga Firdaus, karena itulah surga yang paling tengah dan tingkat tertinggi di surga. Aku melihat Rasulullah bersabda: Di atasnya terdapat 'Arsy Allah yang Maha Pengasih, dan dari situ mengalir sungai-sungai surga."
Terkait sebab mati syahid, ada 7 perkara yang masuk kategori di dalamnya. Mengutip buku At-Tadzkhirah Jilid 1, An-Nasai meriwayatkan dari Jabir RA, dia berkata:
Rasullah SAW bersabda,
"Mati syahid memiliki tujuh bentuk selain dari berperang di jalan Allah Azza wa Jalla. Meninggal karena penyakit tha'un (wabah pes) dianggap sebagai syahid, begitu juga orang yang meninggal akibat sakit perut, tenggelam, tertimpa benda keras, penyakit pleuritis, terbakar, dan seorang wanita yang meninggal karena hamil dianggap sebagai syahid."
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Penyakit wabah
Meninggal karena penyakit tha'un atau wabah yakni penyakit yang dialami oleh banyak masyarakat dalam satu tempat dan waktu yang bersamaan. Salah satu contohnya saat pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.
2. Sakit perut
Meski meninggal karena sakit perut sering disepelekan, namun ada golongan orang mati syahid karena sakit perut. Sakit perut yang dimaksud terjadi karena adanya penganiayaan atau sikap dzalim yang dilakukan orang lain.
3. Tenggelam
Orang yang meninggal tenggelam termasuk dalam golongan orang yang mati syahid. Namun bukan berarti dengan menenggelamkan diri kita juga mati dalam keadaan syahid.
4. Tertimpa benda keras
Hal ini sama saja dengan meninggal tertimpa reruntuhan bangunan. Sama dengan meninggal karena tenggelam, ada pengecualian untuk mati dalam keadaan syahid yakni bukan orang yang lari dari musibah atau bukan orang yang ceroboh saat bekerja.
5. Penyakit pleuritis
Penyakit pleuritis adalah peradangan yang terjadi pada pleura atau selaput pembungkus paru-paru. Meninggal dengan keadaan sakit pleuritis masuk dalam golongan mati syahid.
Riwayat dari Mirat-ul-Manajih menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami penyakit selaput dada akan merasakan rasa sakit yang sangat intens. Gejalanya termasuk demam, batuk, dan rasa nyeri di bagian tulang rusuk.
6. Mati terbakar
Seorang muslim yang meninggal karena kobaran api masuk dalam golongan mati syahid. Terbakar di sini bisa ketika kendaraan terbakar, tempat tinggal terbakar, atau pun kompor meledak.
7. Perempuan meninggal saat melahirkan
Seorang perempuan dalam keadaan hamil atau saat melahirkan dia meninggal maka dirinya masuk dalam golongan mati syahid. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ibnu Qudama menyebutkan, perempuan meninggal karena melahirkan termasuk dalam keadaan syahid ketika mereka telah suci dimandikan dan didoakan.
Mengutip dari buku Ustad Abdul Somat Menjawab yang diterbitkan Media Pressindo, beliau mengatakan perempuan yang meninggal saat melahirkan dengan caesar juga termasuk kategori mati syahid.
Dikatakannya bahwa, kalau memang dokter mengharuskan perempuan tersebut melahirkan secara caesar demi keselamatan sang ibu, ya ikuti saran dokter itu. Kalau Allah menakdirkan mati secara caesar, maka dia mati secara syahid.Â
Yang tidak boleh itu, kalau enggak ada alasan apa-apa ingin caesar, karena tidak mau susah payah melahirkan secara normal. Perempuan kalau melahirkan sampai berdarah-darah, sekarang sebagian perempuan mau enaknya saja, maunya caesar tanpa alasan jelas.Â
Biasanya, anak yang dilahirkan tanpa perjuangan berat, sang ibu menjadi kurang kasih sayang, dan kedekatan emosionalnya kurang. Wallahu'alam bisshawab.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Kewajiban Suami Terhadap Istri yang Sedang Hamil dalam Islam
Kehamilan
Waktu Diperbolehkan Berhubungan Lagi Setelah Keguguran dalam Islam
Kehamilan
7 Penyebab Belum Hamil dan Diberikan Keturunan Menurut Islam Beserta Dalilnya
Kehamilan
Pria Ini Tolak Asuh Bayinya Saat Sang Istri Meninggal Usai Melahirkan, Ternyata...
Kehamilan
2 Hukum Menikah saat Hamil dalam Islam, Pahami Yuk Bun Bedanya
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Janin Tidak Bergerak tapi Tidak Perdarahan, Amankah Kondisi Bayi?
Kapan Bunda Bisa Hamil Lagi setelah Alami Stillbirth?
Jumlah Ibu dengan Kehamilan Ektopik Semakin Meningkat, Apa Penyebabnya?