HaiBunda

KEHAMILAN

Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 11 Oct 2026 14:00 WIB
Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tampatra
Jakarta -

Kehamilan membawa banyak perubahan, termasuk hal-hal yang sebelumnya terasa biasa saja. Tak sedikit ibu hamil yang tiba-tiba merasa jijik, tidak nyaman, atau bahkan enggan mendekati hewan peliharaan kesayangannya.

Padahal, sebelum hamil, hewan tersebut mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian seorang calon ibu. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Kenapa ibu hamil bisa tiba-tiba jijik dengan hewan peliharaannya?

Penyebab ibu hamil menjauh dari hewan peliharaan

Melansir dari The Guardian, ibu hamil merasa jijik dengan peliharaan kesayangan dapat disebabkan oleh perubahan hormon, mirip dengan morningĀ sickness. Bagi sekitar 1 hingga 3 persen ibu hamil, perubahan ini mengakibatkan mual yang ekstrem dan sensitivitas terhadap rasa jijik yang dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk bau hewan peliharaan.


Meskipun diagnosis itu bermanfaat, perubahan-perubahan tersebut merupakan tambahan yang sulit dan mengganggu di masa yang sudah tidak stabil. Luu sekarang berharap dia menerima dukungan emosional dari tim medisnya, kiat-kiat praktis untuk mengatasi diagnosisnya, atau pengakuan atas perubahan perasaannya yang meresahkan terhadap Ranger.

Secara umum, hampir tidak ada penelitian mengenai fenomena spesifik terkait keengganan terhadap hewan peliharaan selama dan setelah kehamilan. Namun, tanda-tanda keengganan terhadap hewan peliharaan selama kehamilan bukanlah hal yang langka, Bunda.

"Topik ini berada di persimpangan antara kurangnya pendanaan untuk kesehatan perempuan dan pengabaian terhadap ikatan antara manusia dan hewan," kata direktur pekerjaan sosial veteriner di Silver School of Social Work, Universitas New York, Dr. Katherine Compitus.

Studi tentang hubungan ibu hamil dengan hewan peliharaan

Sebuah studi yang dilakukan perusahaan asuransi hewan peliharaan Inggris, ManyPets, tahun 2025 pernah melakukan penelitian terkait hal ini, Bunda. Survei terhadap 1.077 perempuan yang pernah hamil dalam tiga tahun terakhir ini menemukan bahwa 15 persen responden pemilik hewan peliharaan memang mengalami rasa jijik terhadap anjing mereka selama kehamilan.

Perasaan jijik ini bahkan bisa menetap setelah melahirkan. Depresi perinatal, kecemasan, dan OCD dapat berkontribusi pada perasaan yang intens, sehingga keberadaan hewan peliharaan dapat menjadi pelampiasan emosi.

Compitus merekomendasikan agar siapa pun yang perasaannya terhadap hewan peliharaan menjadi menyusahkan atau di luar kendali, bisa berbicara dengan terapis. Mereka bisa melakukan terapi untuk mengatasi rasa jijik dan marah.

"Masa pasca persalinan memang bisa menjadi waktu yang rentan bagi ikatan antara manusia dan hewan," ujar peneliti dari University of Tennessee, Knoxville's Center for Veterinary Social Work, Dr. Shelby McDonald.

"Kemampuan sebuah keluarga untuk memenuhi kebutuhan hewan peliharaan dapat berubah secara substansial, baik secara fisik, emosional, praktis, maupun finansial," sambungnya.

Menurut pelatih hewan peliharaan anjing yang pernah mengalami perubahan ini, Katherine Davidson, perasaan negatif yang ia rasakan itu akan hilang dalam beberapa bulan seiring berjalannya waktu.

Risiko infeksi bila dekat dengan hewan peliharaan

Ibu hamil memang sebaiknya perlu berhati-hati dengan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing. Menurut hasil penelitian dari Texas A & M University beberapa waktu lalu, bakteri yang ditemukan secara khusus pada anjing yang disebut Brucella canis (B. canis) bisa sangat berisiko bagi manusia. Selain itu, bakteri tersebut berpotensi menyebabkan gejala seperti flu dan memberikan efek negatif pada kehamilan.

Dilansir laman Pet Coach, ibu hamil yang terinfeksi B. canis kemungkinan tidak akan dapat mempertahankan kehamilannya. Selain itu, bunda juga kemungkinan akan menularkan penyakit itu ke anak laki-laki keturunannya sehingga menyebabkan masalah kesuburan pada anak kelak.

Sementara menurut ulasan di situs Science Direct, ibu hamil yang terinfeksi bakteri ini akan mengalami berbagai komplikasi. Brucellosis yang diakibatkan infeksi B. canis pada kehamilan dikaitkan dengan keguguran spontan, persalinan prematur, korioamnionitis, dan kematian janin.

Selain anjing, hewan peliharaan kucing juga bisa berisiko menimbulkan risiko pada ibu hamil dan janin. Menurut ulasan di New York Times, kucing dapat membawa parasit Toxoplasma gondii yang bisa menyebabkan cacat lahir, keguguran, hingga kematian pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memperbolehkan Bunda memelihara kucing saat hamil. Tapi, ada hal yang perlu diperhatikan agar Bunda tidak tertular parasit Toxoplasma gondii.

Infeksi parasit Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis, hanya ditemukan pada kucing yang keluar rumah dan berburu mangsa, seperti tikus atau hewan pengerat lainnya. Tapi, bila kucing hanya diberi makanan kucing dan tidak melakukan kontak dengan hewan luar, risiko terpapar Toxoplasma gondii menjadi sangat rendah.

"Bila memiliki kucing yang sering pergi keluar dan mencari mangsa, mintalah orang lain untuk membersihkan kotorannya. Bila kucing dipelihara di dalam ruangan, hanya makan makanan kucing, dan tidak melakukan kontak dengan hewan luar, risiko toksoplasmosis sangat rendah," demikian kata ACOG di laman resminya.

Demikian penjelasan tentang ibu hamil yang sering merasa jijik dekat hewan peliharaan, serta risiko memelihara hewan saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tanda Kehamilan yang Perlu Bunda Ketahui Selain Mual dan Kelelahan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Parenting Elia Amaliana

Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Infeksi yang Berkaitan dengan Jutaan Kasus Kanker, Ini Daftarnya

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Bayi Tidak Mau Digendong Orang Lain dan Cara Mengatasi Kecemasannya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Parainfluenza Penyakit yang Mirip Flu pada Anak, Kenali Gejala hingga Penanganannya

Potret Kekompakan Geng Ranayu, Aktif Bikin Konten dan Jadi Support System Satu Sama Lain

Kenapa Ibu Hamil Bisa Tiba-tiba Jijik dengan Hewan Peliharaan Kesayangan?

Alasan Bayi Tidak Mau Digendong Orang Lain dan Cara Mengatasi Kecemasannya

5 Infeksi yang Berkaitan dengan Jutaan Kasus Kanker, Ini Daftarnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK