HaiBunda

KEHAMILAN

Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 08 Nov 2026 15:50 WIB
Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea/Foto: Getty Images/ruizluquepaz
Jakarta -

Operasi caesar semakin banyak dilakukan di Korea Selatan. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya usia ibu saat melahirkan dan berkurangnya fasilitas kesehatan yang mampu menangani persalinan. Kondisi tersebut membuat proses melahirkan di 'Negeri Ginseng' menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Dikutip dari The Korea Herald pada Juni 2026, sekitar 67 persen bayi yang lahir di Korea Selatan pada 2024 dilahirkan melalui operasi caesar. Angka ini meningkat dibandingkan 51 persen pada 2019, ketika persalinan melalui operasi mulai melampaui persalinan vaginal di negara tersebut.

Peningkatan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Perubahan budaya persalinan, pertimbangan risiko medis, hingga keterbatasan tenaga kesehatan juga ikut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.


Usia ibu melahirkan semakin tua, risiko kehamilan ikut meningkat

Salah satu faktor yang disoroti adalah meningkatnya usia perempuan saat melahirkan. Berdasarkan laporan Korea JoongAng Daily pada Mei 2026, rata-rata usia perempuan yang melahirkan di Korea Selatan naik dari 32,2 tahun pada 2015 menjadi 33,8 tahun pada 2025. Dalam periode yang sama, proporsi ibu yang melahirkan pada usia 35 tahun ke atas meningkat dari 23,9 persen menjadi 37,3 persen.

Kehamilan pada usia yang lebih tua dapat meningkatkan risiko sejumlah komplikasi, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, persalinan prematur, dan kelainan kromosom pada janin. Risiko ini dapat membuat sebagian ibu membutuhkan pemantauan lebih ketat dan persalinan melalui operasi caesar apabila terdapat indikasi medis.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Lee Jae-il menjelaskan kepada The Korea Herald bahwa meningkatnya usia ibu juga berkaitan dengan penggunaan teknologi reproduksi berbantu, termasuk fertilisasi in vitro (IVF), yang dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar. Meski demikian, usia ibu bukan satu-satunya penyebab meningkatnya angka operasi caesar.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Gynecology & Obstetrics pada 2025 menganalisis data 3,4 juta kelahiran di Korea Selatan selama 2013–2022. Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan struktur usia ibu hanya menjelaskan 8,7 persen dari peningkatan angka operasi caesar.

Peneliti menyimpulkan bahwa faktor lain, seperti perubahan budaya persalinan, risiko tuntutan hukum terhadap dokter, dan kondisi sistem kesehatan, juga perlu diperhitungkan.

Jumlah dokter spesialis dan fasilitas persalinan menurun

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kehamilan berisiko tinggi, Korea Selatan justru menghadapi kekurangan tenaga medis yang mampu menangani persalinan.

Menurut data Korean Society of Obstetrics and Gynecology, jumlah dokter spesialis kebidanan turun dari 259 orang pada 2004 menjadi 103 orang pada 2023.

Keterbatasan tenaga medis ini turut memengaruhi akses ibu hamil terhadap layanan persalinan, terutama di luar Seoul. Sejumlah rumah sakit kesulitan menerima pasien karena kekurangan dokter spesialis yang dapat menangani persalinan darurat pada malam hari maupun hari libur.

Selain itu, jumlah fasilitas yang melayani persalinan juga menyusut. Jumlah fasilitas tersebut turun dari 706 pada 2013 menjadi sekitar 425 pada 2024.

Akibatnya, ibu hamil di sejumlah wilayah harus mencari rumah sakit yang memiliki tenaga dan fasilitas memadai untuk melahirkan. Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi ibu dengan kehamilan berisiko tinggi yang mungkin membutuhkan penanganan segera.

Mengapa kondisi ini bisa mendorong peningkatan operasi caesar?

Keterbatasan tenaga medis dan fasilitas persalinan dapat memengaruhi cara dokter serta keluarga mempersiapkan kelahiran. Persalinan yang dijadwalkan melalui operasi caesar memungkinkan waktu kelahiran direncanakan, sehingga tenaga medis dan keluarga dapat mengatur kebutuhan pendampingan.

Dalam laporan The Korea Herald, sejumlah ibu di Korea Selatan juga menyebutkan bahwa mereka memilih operasi caesar karena merasa lebih nyaman dengan jadwal persalinan yang pasti dan khawatir menghadapi situasi darurat selama persalinan vaginal.

Dari sisi dokter, risiko komplikasi dan potensi tuntutan hukum juga menjadi pertimbangan. Dokter yang bekerja dalam sistem dengan keterbatasan sumber daya mungkin menghadapi tekanan lebih besar ketika harus menangani persalinan yang tidak terduga.

Namun, hal ini tidak berarti operasi caesar selalu menjadi pilihan yang lebih aman atau selalu dianjurkan dokter. Keputusan mengenai metode persalinan tetap perlu mempertimbangkan kondisi ibu, janin, serta indikasi medis yang ada.

Operasi caesar tetap memiliki risiko

Bunda perlu memahami bahwa operasi caesar merupakan prosedur bedah yang memiliki manfaat sekaligus risiko. Tindakan ini dapat menyelamatkan ibu dan bayi dalam kondisi tertentu, tetapi juga membutuhkan pemulihan pascapersalinan yang umumnya lebih lama dibandingkan persalinan vaginal tanpa komplikasi.

Risikonya antara lain perdarahan, infeksi, pembekuan darah, serta cedera pada organ di sekitar area operasi. Operasi caesar pada kehamilan berikutnya juga dapat meningkatkan risiko komplikasi tertentu, termasuk masalah pada plasenta.

Karena itu, metode persalinan sebaiknya ditentukan melalui diskusi bersama dokter kandungan berdasarkan kondisi klinis masing-masing ibu, bukan semata-mata karena usia atau tren yang terjadi di suatu negara.

Meningkatnya angka operasi caesar di Korea Selatan menunjukkan bahwa persoalan persalinan tidak hanya berkaitan dengan pilihan individu. Usia ibu yang semakin tua, perubahan ekspektasi terhadap persalinan, serta keterbatasan tenaga dan fasilitas kesehatan merupakan sejumlah faktor yang perlu dilihat secara bersamaan.

Bagi Bunda yang sedang mempersiapkan kehamilan, pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu mengidentifikasi risiko sejak dini sekaligus menyusun rencana persalinan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Posisi Aman Bangun dari Kasur Setelah Operasi Caesar, Minim Nyeri!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Barang-barang yang Ada di Rumah

Mom's Life Elia Amaliana

Resep Ube Matcha Latte, Segar dan Nagih!

Mom's Life Tiara Jasmine & Adi Prakoso

15 Resep Snack Bayi 6 Bulan Homemade yang Enak dan Bergizi untuk Dukung Tumbuh Kembang

Parenting Asri Ediyati

Potret Hangat Haldy Sabri Ajak Irish Bella yang Tengah Hamil Berlibur Bersama Ketiga Anak

Kehamilan Amrikh Palupi

Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Usia Tua Ibu Hamil dan Kurangnya Jumlah Dokter Bikin Operasi Caesar Meningkat di Korea

15 Resep Snack Bayi 6 Bulan Homemade yang Enak dan Bergizi untuk Dukung Tumbuh Kembang

Resep Ube Matcha Latte, Segar dan Nagih!

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi dari Barang-barang yang Ada di Rumah

Potret Hangat Haldy Sabri Ajak Irish Bella yang Tengah Hamil Berlibur Bersama Ketiga Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK