kehamilan

Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan Selama 24 Tahun

Asri Ediyati 21 Des 2017
Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan Selama 24 Tahun/ Foto: Southern Charm Portraits via CNN Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan Selama 24 Tahun/ Foto: Southern Charm Portraits via CNN
Jakarta - Pembekuan embrio atau embryo freezing merupakan bagian dari proses IVF atau bayi tabung. Pembekuan embrio adalah hal yang sangat sering dilakukan dan sekitar 60 persen pasien pasti memiliki embrio simpanan ini. Namun, ada peristiwa langka yang memecahkan rekor nih. Bayi bernama Emma Wren Gibson telah lahir dari sebuah embrio yang dibekukan selama 24 tahun.

Hal ini merupakan rekor baru karena belum ada embrio beku yang mencapai usia 24 tahun. Bayi ini lahir dengan persalinan normal pada tanggal 25 November. Ternyata saat embrio Emma dibekukan, ibunya, Tina Gibson waktu itu masih berusia satu tahun. Jadi ibu dan bayinya hanya berbeda satu tahun aja, Bun.

"Embrio Emma dibekukan saat usiaku satu tahun. Kalau saja Emma sudah lahir saat itu. Aku dan Emma bisa menjadi teman baik," kata Gibson dikutip dari CNN.

EmbrioEmma dibekukanditheTennesseefacility,NationalEmbryoDonationCenter.Emma lahir darirahimTina dengan sehat,bobotnya 3,8 kg dan panjangnya 50 cm.
Bayi Ini Lahir dari Embrio yang Dibekukan Selama 24 TahunBayi Emma/ Foto: Benjamin & Tina Gibson via CNN


Soal embrio yang bisa bertahan selama 24 tahun, dokter kandungan dan ahli endokrinologi di Reproductive Associates of New Jersey, Thomas Molinaro MD bilang usia embrio beku itu nggak ada yang tahu. Hal ini karena embrio adalah sel-sel yang hidup. Jadi, seperti matinya seseorang saja Bun, nggak ada yang tahu.

"Embrio, sel telur atau sperma yang dibekukan membuat mereka terpreservasi sehingga pertumbuhan dan perkembangan selnya tertunda. Mereka disimpan di dalam nitrogen cair," kata dr Thomas dikutip dari Health.

Kata dr Thomas, nggak ada batasan yang diketahui sampai umur berapa embrio beku bisa bertahan. Seumur hidupnya, baru kali ini ada embrio berusia 24 tahun yang berhasil menjadi seorang bayi. Karena sebelumnnya embrio paling tua berusia 20 tahun.

"Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memindahkan embrio beku ke dalam rahim ibu. Yang jelas diperiksa dulu kondisi embrio dan kondisi ibu. Selain itu, butuh banyak faktor juga yang memungkinkan ibu bisa memiliki bayi yang sehat dari embrio beku," kata dr Thomas.

Ketika pasangan sudah siap untuk menggunakan embrio beku, seorang spesialis akan mencairkan embrio tersebut, menghangatkannya perlahan dan menyegarkannya kembali. Ada beberapa langkah untuk mengembangkan kembali embrio, namun para ahli embrio yang berpengalaman lah yang dapat melakukannya dalam waktu kurang dari satu jam.

"Selain itu, bukan cuma bisa dipindahkan ke rahim ibu 'asli'-nya, tapi embrio ini juga bisa dipindahkan ke rahim wanita lain. Sama seperti kasus Tina Gibson, ia mendapatkan donasi embrio. Hingga saat ini, kurang lebih ada 1.000 donasi embrio di AS tiap tahunnya," tutup dr Thomas.
(aci/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi