kehamilan

Hamil Itu Nggak Asal-asalan, Kita Perlu Programkan dengan Baik

Amelia Sewaka 04 Mar 2018
Hamil Itu Nggak Asal-asalan, Kita Perlu Programkan dengan Baik / Foto: Thinkstock Hamil Itu Nggak Asal-asalan, Kita Perlu Programkan dengan Baik / Foto: Thinkstock
Jakarta - Ada pasangan suami istri yang langsung mendapat kehamilan setelah menikah. Tapi beberapa orang lainnya ternyata butuh waktu. Karena itulah butuh Trying to Conceive (TTC) atau berusaha buat bisa hamil.
Menurut psikolog klinis dewasa, Pustika Rucita, TTC semacam melakukan usaha-usaha agar bisa hamil dengan cara apapun baik alami, inseminasi maupun bayi tabung.

Lho hamil pakai program segala? Bukannya kalau hamil ya hamil aja ya? Nah, kata-kata kayak gini nih yang sering bikin kita yang sedang menjalani program hamil naik darah ya.

Kata psikolog yang akrab disapa Uci ini, proses untuk hamil tidak selalu mudah. Beda pasangan beda pula hasilnya dan terkadang ada beberapa pasangan yang butuh usaha lebih agar si istri bisa hamil.

"Biasanya durasinya relatif panjang. Ada yang habis menikah udah bisa langsung hamil ada pula yang lama banget dapetnya (bayi)," papar Uci dalam Pregnity Smart Sharing 'Getting Ready for Pregnancy', Prepare Your Body, Boost Your Fertility di Green House Co Work, Multivision Tower Jakarta Selatan baru-baru ini.

Apapun caranya menurut Uci, pasangan harus nyaman, Bun, ketika menjalani prosesnya. Walaupun ada saran dari dokter tapi keputusan terakhir pastinya balik lagi ke kita, nyaman nggak untuk menjalaninya bersama pasangan.



"Kondisi fisik jadi rentan lelah juga, emosi apalagi, jadi rentan stres, cemas, sedih, takut, lelah dan rendah diri," papar psikolog dari Tiga Generasi ini.

Nah, hal inilah yang bisa memengaruhi kualitas kehidupan pernikahan, Bun. Kalau TTC dibawa senang, fun dan enjoy, maka bisa meningkatkan kualitas hubungan pernikahan kita termasuk kita jadi lebih intim sama pasangan. Sebaliknya, kalau TTC dijalani dengan nggak sehat akan ada tendensi konflik dan hubungan suami istri juga bisa merenggang.

"Biasanya yang dialami para istri TTC, habis menikah malah jadi stres, jadi nggak bahagia karena banyak tuntutan untuk langsung hamil. Kadang dari lingkungan juga ada 'tuntutan' seperti 1 bulan menikah harusnya udah bisa hamil," tutur Uci.

Padahal kita nggak bisa menyamaratakan semua pasangan soal kehamilannya ya, Bun. Adapun menurut Uci beberapa hal atau usaha yang dilakukan ketika TTC seperti melakukan hubungan seksual secara rutin.

"Bisa lihat dari jadwal menstruasi, bisa tanya dokter atau sekarang udah canggih bisa lewat aplikasi," kata Uci.

Nah, ini akan jadi beberapa tantangan pasangan yang commuter mariage atau tinggal terpisah karena pekerjaan atau alasan lainnya. "Misal terpisah karena tempat kerja yang berbeda. Nah, itu pasangan harus pintar-pintar tuh siasati supaya bisa berhubungan seksual rutin atau sering," papar Uci.

Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat dan mendukung kehamilan dengan nutrisi seimbang dan lengkap juga penting. Misalnya konsumsi susu persiapan kehamilan.

Menjaga aktivitas kayak sering berolahraga atau menghindari aktivitas yang merusak tubuh seperti merokok, alkohol dan lainnya juga perlu dilakukan. Nggak lupa, kita dan pasangan baiknya sering memeriksakan diri ke dokter juga ya.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi