kehamilan

Cerita Ibu Membuat Cokelat dari Plasenta Bayinya

Asri Ediyati Jumat, 09 Mar 2018 - 14.06 WIB
Ibu Membuat Cokelat dari Plasenta Bayinya / Foto: SnapChat Kiley Whitworth Ibu Membuat Cokelat dari Plasenta Bayinya / Foto: SnapChat Kiley Whitworth
Saint Helens, Oregon - Setelah bayi lahir biasanya plasenta akan dikubur karena sudah tidak dipakai lagi. Tapi, ada tren di mana plasenta dikonsumsi supaya ibu mendapatkan nutrisi tambahan setelah melahirkan. Bahkan, baru-baru ini seorang ibu mengolah plasentanya jadi cokelat lho, Bun.

Kiley Whitworth adalah nama ibu itu. Dia melahirkan anaknya Samuel pada hari Senin (5/3) lalu. Sehari setelah dia melahirkan si kecil, Kiley menyewa seorang doula profesional untuk membantunya membuat cokelat khusus yang dibuat dari plasenta.

Dalam video yang dibagikan Kiley di Snapchat tampak si doula mengolah plasenta yang masih segar. Mereka mengolah plasentanya dengan dikukus terlebih dahulu, dipotong dan dikeringkan dengan dehidrator. Setelah dingin selama 16 jam di dehidrator, plasenta akan dijadikan coklat.

Setelah kering, plasentanya digiling menjadi bubuk halus dan dicampur dengan beberapa potongan Oreo yang sudah dihancurkan. Setelah itu dicampur dengan cokelat leleh dan jadilah truffle plasenta yang berbentuk hati.

Cerita Ibu Membuat Cokelat dari Plasenta Bayinya Ibu Membuat Cokelat dari Plasenta Bayinya / Foto: SnapChat Kiley Whitworth via Cafe Mom




Hasil akhirnya memang kelihatan menarik, Bun. Tapi, gimana menurut Bunda dengan salah satu bahannya yakni plasenta? Di akhir video Kiley bilang kalau cokelatnya lezat. Ibu baru itu jelas senang dengan makanan barunya, tapi sebagian orang yang melihatnya merasa heran.

Ada yang berkomentar apa yang dilakukan Kiley seperti praktik kanibalisme. Lalu ada juga netizen yang ingin ikut-ikutan mencobanya karena dirinya sedang hamil, demikian dikutip dari Cafe Mom.

Berbicara tentang keputusannya, Kiley bilang setelah melahirkan Samuel dia melihat sebuah flyer tentang enkapsulasi plasenta. Saat itulah Kiley memutuskan untuk makan plasentanya sendiri.

"Saya ragu karena saya tahu ini kotor. Tapi setelah meneliti semua manfaatnya saya memutuskan bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Bayi kalian hidup dari itu. Begitulah cara mendapatkan semua nutrisi dari kalian, jadi saat kalian melahirkan dan menyingkirkannya, kalian kehilangan semua nutrisi itu," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Memang, ada yang mengklaim bahwa ibu yang makan plasenta dapat membantu mengganti 'nutrisi penting' yang hilang saat melahirkan. Klaim ini dibantah oleh ilmuwan dan dokter yang telah meminta ibu baru untuk berhenti makan plasenta mereka, terutama mengingat fakta bahwa melakukan hal tersebut berpotensi menimbulkan infeksi darah dan mungkin menyebarkan infeksi pada bayi melalui ASI.

Terkait hal ini juga, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan ibu baru bahwa plasofagus (konsumsi plasenta) dapat menyebabkan bayi yang baru lahir berisiko terinfeksi bakteri. Secara teori, makan plasenta bisa jadi masuk akal. Plasenta adalah organ yang penuh vitamin esensial, mineral, nutrisi dan hormon pascamelahirkan. Tapi itu tidak berarti bahwa mengonsumsi itu bermanfaat.

Sebuah penelitian tahun lalu menemukan bahwa mengonsumsi plasenta nggak secara signifikan memperbaiki kadar zat besi ibu baru, setidaknya nggak lebih dari makanan kaya zat besi lainnya, seperti daging sapi.

Kalau di Indonesia sendiri, perlakuan pada plasenta umumnya dipengaruhi tradisi. Misalnya ada yang mengubur plasenta atau yang dikenal dengan ari-ari ini. Nah, gimana tanggapan Bunda soal konsumsi plasenta ini?

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi