kehamilan

Mengenali Gejala dan Penyebab Keguguran

Melly Febrida 22 Mar 2018
Mengenali Gejala dan Penyebab Keguguran/ Foto: iStock Mengenali Gejala dan Penyebab Keguguran/ Foto: iStock
Jakarta - Apa yang paling ditakuti ibu hamil? Keguguran atau kehilangan janin yang dikandung. Orang tua saya termasuk yang sering mengingatkan agar berhati-hati di tiga bulan pertama kehamilan karena itu masa rawan. Bahkan ada yang bilang saat hamil muda nggak boleh diumbar ke mana-mana karena pamali dan bisa keguguran.

Pesan yang disampaikan orang tua itu ada benarnya juga Bun, karena keguguran merupakan hilangnya janin sebelum usia kehamilan 20 minggu. Istilah medis untuk keguguran adalah aborsi spontan. Kata kuncinya spontan karena kondisi ini bukan merupakan aborsi dalam definisi umum.

Sekitar 15-25 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Paling sering terjadi saat perempuan yang bersangkutan belum tahu dirinya hamil. Sekitar 15-25 pers kehamilan yang diakui akan berakhir dengan keguguran.

Selain itu Bun, lebih dari 80 persen keguguran terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Apabila keguguran terjadi setelah kehamilan 20 minggu, maka kondisi ini disebut keguguran terlambat.

Nah, berikut ini beberapa informasi tentang keguguran yang mungkin belum Bunda ketahui.

Gejala

Saat hamil dan tiba-tiba melihat ada flek di celana dalam pasti langsung was-was dan cemas. Soalnya salah satu tanda keguguran adalah dengan munculnya darah. Kita perlu perhatikan, Bun, seperti apa darah yang keluar. Keguguran biasanya nggak cuma ditandai dengan pendarahan, tapi diikuti gejala lainnya. Demikian seperti dilansir NHS.



Beberapa gejala keguguran lainnya seperti diinfokan WebMD adalah:

1. Pendarahan yang berkembang dari ringan ke berat
2. Kram yang parah di bagian bawah perut
3. Nyeri perut
4. Demam
5. Mual dan muntah yang tidak terkendali
6. Sakit punggung
7. Kelelahan

Kalau mengalami gejala di atas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan kebidanan ya, Bun.

Penyebab Keguguran

Ada banyak penyebab seseorang mengalami keguguran Bun, meski biasanya penyebabnya tidak teridentifikasi.

1. Trimester Pertama

Kalau keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan (tiga bulan pertama), biasanya karena masalah pada janin (janin). Kebanyakan keguguran pada trimester awal karena kromosom abnormal pada bayi, Bun.

Kromosom merupakan "blok pembentuk" genetik atau blok DNA yang membimbing perkembangan bayi. Kromosom itu mengandung serangkaian instruksi terperinci yang mengendalikan berbagai faktor, dari bagaimana sel-sel tubuh berkembang hingga warna mata yang akan dimiliki bayi.

Kadang-kadang ada yang bisa salah pada titik konsepsi dan janin menerima terlalu banyak atau bahkan tidak cukup kromosom. Kenapa bisa terjadi? Alasan ini sering tidak jelas, Bun. Tetapi itu berarti janin tidak bisa berkembang secara normal, sehingga akhirnya mengakibatkan keguguran.

Sekitar dua pertiga keguguran dini berhubungan dengan kelainan kromosom. Ini bukan berarti ada masalah dengan kromosom ibu atau ayahnya.

Mengenali Gejala dan Penyebab Keguguran/Mengenali Gejala dan Penyebab Keguguran/ Foto: Thinkstock


2. Trimester Kedua

Jika keguguran terjadi pada trimester kedua kehamilan (antara minggu 14 hingga 26), ini mungkin akibat kondisi kesehatan dasar pada ibu.

Keguguran terlambat ini bisa disebabkan infeksi di sekitar janin, yang menyebabkan kantung air ketuban pecah sebelum muncul rasa sakit atau pendarahan. Dalam kasus yang jarang terjadi, juga dapat disebabkan oleh leher rahim yang membuka terlalu cepat.

Keguguran pada trimester kedua kadang terjadi karena ada kelemahan serviks, disebut serviks yang tidak kompeten, sehingga tidak bisa menahan kehamilan.

Biasanya ada beberapa gejala sebelum keguguran yang disebabkan insufisiensi serviks. Seorang ibu mungkin merasakan ada tekanan mendadak, air ketuban pecah, serta jaringan dari janin dan plasenta dapat dikeluarkan tanpa banyak rasa sakit.



Serviks yang tidak kompeten biasanya dapat diobati dengan jahitan 'berputar-putar' di serviks pada kehamilan berikutnya, biasanya sekitar 12 minggu. Jahitan menahan serviks tertutup sampai sekitar waktu kelahiran. Jahitan juga diperlukan meski belum pernah keguguran namun ditemukan insufisiensi serviks cukup dini, sebelum terjadi keguguran

3. Masalah Plasenta

Plasenta adalah organ yang menghubungkan suplai darah ibu ke bayinya. Jika ada masalah dengan perkembangan plasenta, itu juga bisa menyebabkan keguguran, Bun.

4. Keguguran Berulang

Banyak peremuan yang mengalami keguguran khawatir akan keguguran lagi. Kebanyakan keguguran dialami seorang perempuan satu kali dan kehamilan selanjutnya sukses.

Namun Sekitar 1 dari 100 perempuan mengalami keguguran berulang (tiga atau lebih berturut-turut). Penyebabnya ada berbagai macam, mungkin bisa:

1. Infeksi
2. Kondisi medis pada ibu, seperti diabetes atau penyakit tiroid
3. Masalah hormon
4. Terkait sistem kekebalan tubuh
5. Masalah fisik pada ibu
6. Kelainan uterus

Seorang perempuan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi jika dia:

1. Hamil di atas 35 tahun
2. Memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau masalah tiroid
3. Telah mengalami tiga atau lebih keguguran. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi