kehamilan

Konsumsi Vitamin di Awal Kehamilan Tekan Risiko Anak Kena Autisme

Sofia Maya Selasa, 05 Mar 2019 - 18.01 WIB
Konsumsi vitamin di awal kehamilan tekan risiko autisme. Konsumsi vitamin di awal kehamilan tekan risiko autisme.
Jakarta - Apa yang ada di benak Bunda ketika mendengar kata autisme? Khawatir atau malah biasa saja? Memang tak bisa dipungkiri, autisme pada anak masih menjadi momok bagi para orang tua.

Apalagi, prevalensi autisme di dunia meningkat. Tentunya Bunda harus peduli dan tanggap ya dengan gangguan perkembangan pada anak ini. Namun, Bunda tak perlu terlampau khawatir. Sebab, ada cara untuk menekan risiko bayi mengalami autisme.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics menunjukkan knsumsi vitamin di awal kehamilan bisa menekan risiko bayi mengalami autisme.


Dilansir People, penelitian dilakukan pada 241 anak yang lahir dalam rentang waktu antara 1 Desember 2006 hingga 30 Juni 2015. Anak ini mempunyai kakak kandung yang mengalami gangguan spektrum autisme (GSA)

Selama hamil, ibu dari 241 anak tersebut mengkonsumsi vitamin prenatal. Namun, hanya 36 persen dari mereka yang rajin mengkonsumi vitamin prenatal selama enam bulan sebelum pembuahan seperti yang direkomendasikan.

Hasilnya, prevalensi GSA sebesar 14,1 persen pada anak yang ibunya mengonsumsi vitamin prenatal pada bulan awal kehamilan, dibandingkan 32,7 persen pada anak yang ibunya tidak mengkonsumsi vitamin prenatal pada periode yang sama.

Ilustrasi autismeIlustrasi autisme/ Foto: Thinkstock
Sampel penelitian tersebut memang tergolong kecil. Namun, peneliti menuturkan meski bayi lahir dalam keluarga yang terlibat dalam penelitian ini berisiko tinggi terdiagnosis GSA karena heritabilitas genetik GSA, konsumsi vitamin prenatal selama periode awal kehamilan berkontribusi terhadap pengurangan risiko GSA.

"Dengan kata lain, ini tentang perlindungan terhadap munculnya GSA pada adik dari anak autis yang memiliki risiko tinggi autisme," ujar peneliti MIND Institute dan asisten profesor di UC Davis Department of Public Health Sciences, Rebecca J. Schmidt.

Dengan jumlah sampel yang kecil, studi ini masih memerlukan penelitian tambahan, Bun, untuk mengonfirmasi hasil temuan di luar sampel mereka.

Ilustrasi ibu hamil.Ilustrasi ibu hamil. Foto: iStock

Namun sebelum penelitian tersebut, Mayo Clinic sudah menyarankan kepada perempuan yang berencana hamil untuk mulai mengonsumsi vitamin prenatal sebelum pembuahan. Hanya saja, Bunda juga mesti mewaspadai efek samping dari vitamin prenatal, misalnya mual dan konstipasi.

Jika Bunda mengalami hal seperti ini, coba ikuti tips berikut:

1. Minum banyak cairan.
2. Konsumsi lebih banyak serat.
3. Perbanyak aktivitas fisik. Namun, untuk hal ini harus konsultasi dengan dokter lebih dulu ya, Bun.


Nah, Bunda, jika ingin mengkonsumsi vitamin prenatal ada baiknya konsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis vitamin yang dibutuhkan.

[Gambas:Video 20detik]

(som/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi