kesehatan

Mulut Anak Penuh Sariawan? Waspadai Flu Singapura, Bun

Melly Febrida Minggu, 19 Nov 2017 - 10.00 WIB
Ilustrasi anak sakit/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak sakit/ Foto: thinkstock
Jakarta - Penyebab demam pada anak kadang bisa bikin kita bingung ya, Bun. Demam bisa naik turun hingga berhari-hari sampai anak perlu cek darah. Nah, salah satu penyakit yang sekarang cukup banyak dialami anak yaitu flu singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Salah satu tanda dari flu singapura yaitu banyak sariawan di mulut anak.

Bunda perlu tahu nih, walaupun di istilahnya ada kata 'foot' dan 'mouth', infeksi ini nggak terkait sama penyakit kaki dan mulut yang menyerang ternak kayak domba dan babi. Hmm, tapi kenapa salah satu gejalanya mulut anak yang penuh sariawan? Soalnya, flu Singapura merupakan infeksi umum yang bisa menyebabkan ulkus di mulut dan bintik di tangan dan kaki.



Saat anak terserang flu singapura, pastinya mereka bisa merasa nggak nyaman banget. Tapi, biasanya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 sampai 10 hari, Bun. Penyebab dari flu singapura adalah virus dan siapapun bisa tertular penyakit ini, Bun. Nah, kebanyakan yang mudah tertular adalah anak-anak di bawah umur 10 tahun.

Virus penyebab flu singapura namanya coxsackievirus a16 dan enterovirus 71. Biasanya sih dokter menyebutnya virus coxsackie. Anak-anak bisa tertular virus ini ketika mereka melakukan kontak dengan orang yang kena flu singapura atau menyentuh benda yang udah terkontaminasi sama virus tersebut kayak mainan atau kenop pintu.

Gejala Flu Singapura


Kalau si kecil kena flu singapura, biasanya muncul gejala yang terjadi antara tiga sampai lima hari setelah anak terinfeksi. Gejala awal biasanya demam, sakit tenggorokan, terus di bagian dalam mulut dan lidah anak melepuh kayak sariawan gitu, Bun. Dikutip dari Web MD, gejala awal lain flu singapura di antaranya:

1. Suhu badan tinggi (demam), biasanya 38-39 derajat Celcius
2. Anak merasa nggak enak badan dan nggak selera makan
3. Batuk
4. Sakit perut
5. Muncul bintik merah di lidah dan di mulut setelah satu atau dua hari.
6. Setelah muncul ulkus di mulut, akan terlihat ruam berupa bintik kecil yang menonjol di kulit. Biasanya bintik-bintik ini menyebar di jari, punggung atau telapak tangan, telapak kaki, dan kadang di pantat atau selangkangan.
7. Bintik merah ini cepat berkembang jadi bisul dengan pusat kuning keabu-abuan lebih besar dan bertepi merah. Kalau si bisul ini udah muncul, anak bisa mengeluh sakit, susah makan, minum, juga menelan. Ketika anak susah menelan, pastikan dia mendapat cukup cairan dan asupan ya, Bun.
8. Bintik dan lecet kadang terasa gatal dan bikin anak nggak nyaman. Bintik atau lecet ini biasanya bertahan sampai 10 hari.

Diagnosis Flu Singapura

Kalau Bunda memeriksakan si kecil ke dokter, biasanya akan ditanya gejala apa yang dialami anak dan apakah terlihat luka atau ruam. Dengan begitu, dokter bisa menentukan diagnosis flu singapura tanpa tes tambahan.

Tapi, kadang dokter juga perlu menyeka tenggorokan atau melakukan pemeriksaan tinja maupun tes darah.

Tata Laksana Flu Singapura

Penyakit flu singapura bisa hilang dengan sendirinya setelah 7 sampai 10 hari, Bun. Maka dari itu, nggak ada pengobatan atau vaksin untuk penyakit ini. Saat anak kena flu singapura, yang bisa kita lakukan adalah membantu meringankan gejala yang dirasa anak sehingga mereka lebih nyaman. Apa aja yang bisa kita lakukan?

1. Kasih anak cairan cukup seperti air atau susu supaya anak nggak dehidrasi. Kalau anak masih bayi, susui lebih sering ya, Bun.

2. Beri makanan lunak kayak puree kentang kalau anak susah menelan. Untuk membuat tenggorokan anak lebih nyaman, kita juga bisa kasih mereka kudapan dingin kayak es loli, yoghurt, atau smoothies. Hindari memberi anak makanan dan minuman panas, asam, atau pedas yang bisa bikin tenggorokan mereka terasa makin nggak nyaman.

3. Beri anak obat penghilang rasa sakit over-the-counter seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan sakit tenggorokan dan demam. Ingat, untuk anak di bawah umur 16 tahun hindari pemakaian aspirin.

4. Suruh anak kumur pakai campuran air hangat dan garam untuk menghilangkan rasa nggak nyaman akibat bisul di mulut. Gel mulut atau semprotan untuk bisul mulut juga bisa dipakai tapi baiknya konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker dan pakai sesuatu petunjuk.

5. Untuk mengatasi ruam, losion pereda gatal bisa dipakaikan ke anak, Bun.

Penularan Flu Singapura

Pada prinsipnya, infeksi virus bisa menyebar lewat kontak langsung dari orang ke orang dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Nah, virus coxsackie penyebab flu singapura bisanya ditemukan di:

1. Droplet dari batuk dan bersin orang yang terinfeksi. Kalau anak menyentuhnya lalu tangannya memegang mulut atau menghirup udara yang terkontaminasi droplet itu, dia bisa terinfeksi.

2. Tinja yang terinfeksi. Apalagi kalau setelah buang air besar (BAB) orang yang terinfeksi nggak cuci tangan dengan bersih. Duh! Makanan atau permukaan yang dia sentuh bisa terkontaminasi deh.

3. Air liur orang yang terinfeksi atau cairan dari luka lecet yang dialami.



Gimana Cara Mencegah Anak Kena Flu Singapura?


Kalau si kecil kena flu singapura baiknya 'diisolasi' di rumah sampai merasa baikan, Bun, supaya nggak menulari anak yang lain. Tapi kalau situasinya teman anaklah yang kena flu singapura, kita perlu tahu kalau anak paling gampang tertular dalam 7 hari pertama infeksi terjadi. Tapi, virus coxsackie yang bisa menyebar lewat ludah atau tinja ini bisa bertahan di tubuh selama berhari-hari atau berminggu-minggu setelah gejala hilang.

Menurut NHS, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anak kena flu singapura:

1. Biasakan mencuci tangan sebelum makan pagi, siang dan malam, setelah BAB, beraktivitas, memegang hewan, dan saat mandi.

2. Hindari berbagi cangkir, peralatan makan, handuk dan pakaian dengan orang-orang yang terinfeksi.

3. Disinfeksi permukaan atau benda apapun yang bisa terkontaminasi.

4. Cuci peralatan atau pakaian yang dicurigai terkontaminasi secara terpisah. Mencucinya lebih baik pakai sabun dan air panas.

Kalau anak kena flu singapura:

1. Biasakan mereka menutup mulut atau hidung pakai tisu saat batuk atau bersin, terus buang tisunya ke tempat sampah.
2. 'Isolasi' anak di rumah. Jangan bolehkan si kecil masuk sekolah dulu, Bun, sebelum demam dan gejala yang dialami anak hilang. Kalau ragu anak sudah sembuh atau belum, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter.


Pada ibu hamil, flu singapura umumnya nggak berbahaya. Tapi, ada kemungkinan kecil itu bisa bikin bayi sakit kalau Bunda terinfeksi sesaat sebelum melahirkan. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi