kesehatan

Curhat Chrissy Teigen tentang Anaknya Pakai Helm Anti Peyang

Asri Ediyati Rabu, 05 Des 2018 - 13.01 WIB
Curhat Chrissy Teigen tentang Anaknya Pakai Helm Anti Peyang/ Foto: Getty Images Curhat Chrissy Teigen tentang Anaknya Pakai Helm Anti Peyang/ Foto: Getty Images
Los Angeles - Kepala bayi jadi peyang, tentu sangat dihindari para ibu yang baru melahirkan. Sedih rasanya ketika ada yang tak beres dengan kondisi anak. Seperti dirasakan istri John Legend, Chrissy Teigen.

Anak bungsunya, Miles Theodore Stephens harus menjalani perawatan khusus untuk kepalanya. Diungkap Chrissy Teigen pada Senin (4/12), jika putranya harus memakai helm anti peyang.

"Baby Miles dipasang helm kecil hari ini untuk kepalanya yang sedikit peyang. Jadi jika kita melihat fotonya, jangan merasa kasihan karena Miles hanya menjalani perawatan kepalanya dan jujur Miles terlihat lebih manis memakai helm," tulis Chrissy Teigen di Twitter.

Pada cuitan lainnya, Chrissy menulis candaan jika dirinya dulu seharusnya juga harus mengenakan helm anti peyang. Namun sayangnya, sudah terlambat. Kemudian Chrissy mem-posting dua foto menggemaskan baby Miles dengan helmnya. Selain di Twitter, Chrissy Teigen juga membagikan foto anaknya di Instagram.

[Gambas:Instagram]


Foto-foto menggemaskan dari Miles menuai banyak perhatian pengguna Twitter lain. Rupanya banyak ibu lainnya yang membalas tweet Chrissy, dengan foto-foto anaknya yang juga memakai helm anti peyang.


Kondisi yang dialami Miles dikenal sebagai Plagiocephaly. Terjadi ketika salah satu lempengan tengkorak lunak di kepala bayi menjadi rata. Dilansir Healthline, kadang-kadang disebut sebagai Sindrom Kepala Datar (Flat Hat Syndrome) atau kepala peyang. Tenang, Bun, kondisi ini tak membahayakan bayi. Kepala peyang lebih sering disebabkan posisi bayi yang tidur telentang, atau miring pada salah satu sisi dalam waktu lama.

"Orang tua dan tenaga medis perlu menyadari bahwa posisi telentang (belakang) bayi dapat menyebabkan pendataran kepala. Menempatkan si kecil di kursi mobil bayi, ayunan, atau kereta dorong yang salah juga bisa memicu kondisi tersebut," jelas Robert E. Lyle, MD, profesor di departemen pediatri di University of Arkansas.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi