kesehatan

5 Minyak Esensial Pilihan untuk Bayi Tumbuh Gigi

Asri Ediyati Kamis, 06 Des 2018 - 15.59 WIB
5 Minyak Esensial Pilihan untuk Bayi Tumbuh Gigi/ Foto: iStock 5 Minyak Esensial Pilihan untuk Bayi Tumbuh Gigi/ Foto: iStock
Jakarta - Pada umumnya, bayi tumbuh gigi dimulai pada usia 6 bulan. Seiring bertambahnya usia, gigi akan tumbuh lengkap 20 biji saat mereka berusia 2,5 tahun. Pada periode tersebut, biasanya gusi bayi menjadi lunak dan pembengkakan pun bisa terjadi. Bayi bisa juga terkena berbagai macam penyakit baru selama periode tumbuh gigi.

Akibatnya, anak jadi rewel karena kondisi gusi yang nggak nyaman. Menghadapi anak yang rewel, bisa membuat orang tua panik dan pusing. Saat Bunda dan Ayah dihadapkan pada hal itu, coba untuk membantunya dengan mengolesi minyak khusus yuk!

Menurut American Academy of Pediatrics (APA), pijat menggunakan minyak esensial adalah perawatan yang aman dan efektif untuk mengatasi ketidaknyamanan bayi saat tumbuh gigi. Minyak esensial juga banyak digunakan untuk meredakan rasa sakit, dan kesusahan yang berasal dari gigi. Dilansir Healthline, berikut lima minyak esensial pilihan untuk bayi tumbuh gigi.

1. Chamomile

Chamomile adalah minyak esensial yang paling sering digunakan pada bayi tumbuh gigi karena efek penenangnya. Sifatnya yang tidak beracun juga membuatnya aman bagi bayi dari segala usia.

Untuk menggunakannya, letakkan satu hingga dua tetes dalam alat penguap yang diisi air. Sebagai alternatif, campurkan chamomile bersama base oil dengan rasio pengenceran kurang dari 5 persen minyak esensial ke base oil. Gunakan campuran di sepanjang rahang bayi.

2. Lavender

Lavender menenangkan dan tidak beracun. Minyak lavender menjadi minyak favorit untuk meredakan nyeri bayi tumbuh gigi yang kurang dari 6 bulan. Selain sebagai antiseptik alami, lavender juga merupakan obat penenang alami dan dapat meredakan nyeri otot.

Encerkan lavender dengan rasio hingga 0,5 persen dengan base oil. Gunakan campuran ini di sepanjang rahang bayi.

ilustrasi jahe/ ilustrasi jahe/ Foto: iStock / ndtv


3. Minyak jahe

Minyak jahe dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh radang sendi, kelelahan, dan nyeri otot. Namun, jahe juga bisa menyebabkan iritasi jika tidak diencerkan dengan benar.

Cara penggunaannya, encerkan minyak jahe dalam minyak dasar dengan rasio maksimum hingga 0,25 persen. Lalu, gunakan campuran ini di sepanjang gusi bayi. Minyak jahe bisa digunakan jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan.

4. Minyak marjoram

Minyak marjoram dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi nyeri otot dan sendi. Pada orang dewasa, minyak marjoram umumnya digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat arthritis, nyeri otot, dan rematik.

Untuk digunakan, encerkan minyak marjoram ke dalam base oil dengan rasio hingga 0,5 persen dan pijat lembut di sepanjang rahang bayi.

5. Minyak pucuk cengkeh

Minyak pucuk cengkeh adalah analgesik kuat dan mengandung antiseptik. Minyak tersebut biasanya digunakan untuk meredakan sakit gigi pada orang dewasa, dan dapat efektif mengurangi nyeri karena ketegangan otot.

Pucuk cengkeh bagian yang paling tak beracun dibandingkan daun cengkeh dan batang cengkeh. Akan tetapi harus tetap digunakan dengan hati-hati. Untuk menggunakan, encerkan minyak pucuk cengkeh dengan rasio hingga 0,25 persen, dan pijat di sepanjang gusi bayi. Minyak pucuk cengkeh tak boleh digunakan pada bayi di bawah usia 2 tahun.

Penting untuk diingat, Bunda ada beberapa minyak esensial yang tak boleh digunakan bersama obat dan kondisi medis tertentu. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter dulu sebelum menggunakan minyak esensial ya, Bun.

Selamat mencoba!

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi