menyusui

ASI Berlimpah Hingga 4 Liter, Ibu Ini Harus Pumping di Mana-mana

Melly Febrida Kamis, 08 Mar 2018 08:06 WIB
ASI Berlimpah Hingga 4 Liter, Ibu Ini Harus Pumping di Mana-mana
Jakarta - Produksi ASI sedikit biasanya jadi salah satu keluhan ibu menyusui nih. Tapi buat bunda yang satu ini, dia justru harus memompa ASI-nya selama berjam-jam, Bun. Bahkan saat sedang rapat maupun mengemudi.

Bunda bernama Kate Kachman (31) ini menghabiskan waktu dari jam 05.45 sampai 23.00 untuk memompa sekitar 4 liter ASI. Kate sampai memiliki kulkas pribadi di kantornya lho untuk menyimpan stok ASIP (ASI perah) sebelum membawanya pulang.

Produksi ASI wanita dari Orlando, Florida, ini memang berlebih karena ia mengalami sindrom hiperlaktasi, Bun. Saking banyaknya menghasilkan ASI, selain memberikan ke anaknya Keith yang berumur 6 bulan Kate juga menyumbangkan ASI perahnya ke bank ASI. Kalau dihitung, sampai saat ini Kate sudah menyumbangkan lebih dari 100 liter ASI.


"Saya sudah mendonorkan lebih dari 90 liter ASI ke bank ASI lokal kami untuk ibu yang berjuang untuk menyusui dan bayi prematur. Saya menyimpan ASI yang dibutuhkan Keith dan kemudian mengemas, memberi label dan membekukan sisanya," kata Kate.

Sehari-hari, istri dari teknisi IT bernama Blake (30) ini mulai memompa ASI lima menit setelah bangun pagi. Kata Kate, begitu dirinya mulai memompa ASI, sulit untuk berhenti. Kate pun memompa ASI di mana-mana termasuk di kantor, dalam perjalanan pulang, saat rapat, saat mengadakan pertemuan, bahkan di tempat parkir. Bahkan ketika berlibur ke Disney World pun dia memompa ASI-nya lho.



"Atasan saya sangat mengerti. Kantor bahkan menyediakan kulkas untuk saya," kata Kate seperti dilansir Daily Mail.

Kata Kate, ASI-nya terus keluar, Bun. Ia sampai harus memerah saat mengemudi dan mobil berhenti di lampu merah. Sebagai ibu bekerja, Kate rutin memompa ASI sesuai jadwal, setiap tiga jam dan hasilnya empat kali lebih banyak di atas rata-rata.

Kate sering tertidur saat memompa ASI di pagi hari sampai ia harus menyetel alarm supaya nggak kebablasan tidurnya. Saat di kantor, dia juga memompa ASI-nya bahkan ketika rapat. Dalam perjalanan pulang, memompa ASI juga tetap dilakukan. Setelah makan malam, Kate kembali memompa ASI selama setengah jam dan sesi terakhirnya memompa ASI di jam 23.00 baru kemudian dia tidur.

"Ini melelahkan dengan apa yang saya lakukan, tapi saya menyukainya. Saya ingin ibu lain tahu betapa menakjubkannya donor ASI dan seberapa besar kita bisa membantu orang lain," kata Kate.

Kate melahirkan Keith Moon Kachman pada 15 September tahun lalu di Rumah Sakit Winnie Palmer, Orlando, Florida. Ia sebelumnya khawatir tidak bisa memiliki anak, Bun. Ya, soalnya sebelum menikah tepatnya di bulan September 2013 Kate didiagnosis emboli paru atau ada sumbatan di pembuluh darah di paru-parunya.

Kata Kate, kondisinya itu berpotensi mengancam jiwa dan berisiko tinggi kalau dia hamil. Soalnya, kata dokter berat bayi yang menekan pembuluh darah di panggul dapat memperlambat kembalinya darah dari kaki dan bekuan itu lebih banyak cenderung terbentuk saat darah melambat.

Kate dan Blake sempat pesimistis akan punya anak. Hingga di bulan Juli 2015, Kate bertemu seorang ahli gizi dan dia diminta untuk mencoba menurunkan berat badan. Di tahun 2016, siapa sangka Kate dinyatakan Hamil dan ia pun melahirkan si kecil Keith dalam kondisi sehat.

"Saya tidak bisa mengatakan betapa senang dan gembiranya kami. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi ibu. Saya berusaha menyusui Keith. Awalnya memang sulit. Nah, saat saya diberi alat pompa ASI, saya baru sadar kalau saya menghasilkan lebih banyak ASI. Saya mulai meneliti tentang terlalu banyak ASI dan menemukan sindrom hiperlaktasi, kelebihan pasokan ASI," katanya.

Sampai sekarang Kate mengaku belum ingin menyapih putranya. Selain itu, Kate masih ingin menyumbangkan ASI-nya. Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam memompa ASI, Kate senang karena sindrom yang ia alami bisa membuatnya membantu orang lain.

Ibu Lain dengan Produksi ASI Berlimpah

Di tahun 2017, seorang bunda bernama Elisabeth Anderson-Sierra menjadi perhatian karena dia bisa mendonorkan 2.300 liter ASI perah-nya. Dalam sehari, Elisabeth bisa memompa sekitar 6,6 liter ASI. Apalagi, anak kedua Elisabeth, Sophia yang saat itu berumur 6 bulan minum sekitar 591 sampai 828 ml ASI. Jadi, kelebihan ASI perah yang dipompa Elisabeth dia donorkan lewat bank ASI atau langsung didistribusikan ke ibu-ibu di daerah tempat tinggalnya di Oregon.

Sebelum didonorkan, pastinya ASI donor Elisabeth udah diskrining supaya aman dikasih ke bayi-bayi lain. Setiap hari, Elisabeth biasa menghabiskan waktu 10 jam untuk memompa ASI-nya. Untuk urusan mendonorkan ASI, beruntungnya suami Elisabeth, David Sierra mendukung banget, Bun.



Kalau di Indonesia, ada juga, Bun, ibu yang produksi ASI-nya berlimpah. Bunda bernama Indar Wamindari mendapat penghargaan dari Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) berupa Kartini Award sebagai 'Ibu Pemberi ASI pada 100 Bayi'.

Beberapa hari setelah melahirkan Indra bilang ASI yang dihasilkannya sangat berlimpah hingga dia kewalahan karena harus sering-sering memompa ASI. Kalau nggak, payudaranya bakal bengkak dan sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.

"Cuma gara-gara telat pumping, saya sering keluar-masuk UGD," kata Indar dilansir detikHealth.

Karena produksi ASI yang berlimpah pula, 3 lemari es yang ada di rumahnya penuh dengan botol-botol ASI perah. Beberapa botol ASI perah sempat dibuang karena tidak terminum dan akhirnya kedaluwarsa. Satu kulkas di rumah orang tuanya pun harus menampung titipan ASI perah.

Masih tidak cukup juga, Indar mulai menawarkan diri sebagai donor ASI di jejaring Path. Untuk bayi yang punya masalah kesehatan seperti lahir prematur maupun sakit kuning, Indar mendonorkan 50 botol, sedangkan untuk bayi sehat biasanya dibatasi hanya 10-15 botol. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi