menyusui

Tantangan yang Dihadapi Ibu Menyusui di Berbagai Negara

Asri Ediyati Jumat, 03 Aug 2018 13:54 WIB
Tantangan yang Dihadapi Ibu Menyusui di Berbagai Negara
Jakarta - Aktivitas menyusui termasuk di depan umum bisa menimbulkan tantangan tersendiri bagi para ibu. Bahkan di tiap negara para ibu menyusui punya tantangan masing-masing lho, Bun.

Untuk merayakan Pekan ASI Sedunia dan Bulan Kesadaran Menyusui tahun ini yang diperingati setiap tanggal 1-8 Agustus, seorang fotografer, Tina Boyadjieva dari Lansinoh Campaign mencatat cerita tentang berbagai tantangan yang dihadapi para ibu menyusui di negara masing-masing.

1. Argentina

Baru-baru ini wanita di Argentina memprotes perihal pembatasan menyusui di depan umum setelah kasus seorang ibu diusir dari Alun-Alun Buenos Aires oleh polisi karena menyusui bayinya di sana, hal ini dilaporkan Australian Broadcasting Corporation.


Yang cukup menarik, The Bubble melaporkan pada tahun 2016 nggak ada hukum di Argentina yang melarang seorang ibu menyusui di depan umum.

2. Brasilia

Dalam beberapa tahun terakhir, guna memberantas epidemi Zika, Brasil telah membuat kebijakan dalam mengurangi tingkat kematian anak di negara tersebut. Caranya, ibu diminta menyusui lebih sering dan lebih lama. Kemudian, diterapkan bank ASI nasional.

Negara secara agresif mempromosikan menyusui di rumah atau di depan umum dan mencantumkan larangan mengiklankan susu formula bayi.

3. China

Menurut Tina Boyadjieva, China adalah salah satu negara yang dia rasa di sana menyusui bukan hal yang normal. Benar saja, ada fakta bahwa tingkat menyusui di China rendah dan menurun berdasarkan laporan 2013 dari UNICEF.

Tingkat menyusui yang rendah di China dapat disebabkan oleh norma-norma budaya, seperti anak-anak yang dirawat oleh kakek-nenek mereka, serta pemasaran yang meningkatkan popularitas susu formula.


4. Prancis

Sebuah studi tahun 2014 oleh Lembaga Pengawasan Kesehatan Masyarakat Perancis, menemukan bahwa di antara negara-negara Eropa lainnya, jumlah ibu-ibu Prancis yang menyusui sangat rendah. Penelitian tambahan menemukan bahwa Prancis memiliki tingkat menyusui terendah di dunia barat.

Beberapa penyebabnya antara lain karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat menyusui dan keyakinan budaya. Sebuah studi terpisah pada tahun 2014 menemukan 41 persen wanita Prancis berpikir menyusui di depan umum adalah hal yang memalukan. Lalu publikasi dari Women Across Frontiers melaporkan tingkat menyusui di Prancis rendah karena faktanya cuti melahirkan sangat pendek dibanding negara-negara Eropa lainnya.

ilustrasi tantangan menyusuiilustrasi tantangan menyusui /Foto:thinkstock


5. Kenya

Angka menyusui Kenya telah mengalami peningkatan baru-baru ini. Sebanyak 61 persen ibu Kenya dengan anak-anak berusia 6 bulan dan lebih muda menyusui secara eksklusif. Ini terwujud karena pemerintah Kenya bekerja keras untuk mempromosikan pemberian ASI. Akan tetapi masih ada hal yang yang perlu dilakukan untuk menormalkan aktivitas menyusui terutama di tempat umum kemudian ibu perlu didukung lebih banyak terkait urusan hukum.

6. Polandia

Menurut WHO, sebagaian ibu di Polandia berhenti menyusui dalam waktu beberapa bulan setelah melahirkan. Penyebabnya, beberapa ibu merasa mereka nggak mendapat dukungan. Misalnya para ibu dilarang menyusui di depan umum, ibu kurang mendapat pengetahuan tentang menyusui dan terlalu banyak iklan susu formula.

7. Sri Lanka

Pada 2017, UNICEF melaporkan tingkat menyusui Sri Lanka berada di antara 23 negara teratas di dunia, meskipun sampai sekarang belum ada satu pun negara yang sepenuhnya memenuhi standar yang direkomendasikan untuk menyusui. Menurut Tim Sutton, perwakilan UNICEF Sri Lanka, 82 persen ibu menyusui bayinya secara eksklusif.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi