menyusui

Seperti Ini Aroma ASI yang Normal

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 03 Aug 2018 18:59 WIB
Seperti Ini Aroma ASI yang Normal
Jakarta - Saat menyusui, selain melihat warna ASI Bunda pernah kepikiran nggak seperti apa aroma ASI yang normal? Terlebih ketika kita memerah ASI atau bayi gumoh kadang tercium kan, Bun, aroma ASI-nya.

Dikatakan konselor laktasi Angie Natero, normalnya ASI memiliki aroma sedikit manis atau seringnya nggak berbau sama sekali. Nah, kadang ada nih, Bun, ibu yang bertanya gimana kalau aroma ASI-nya kayak bau sabun? Kata Angie itu bukan berarti ada yang nggak beres pada ASI Bunda.

"Biasanya ini disebabkan terlalu banyak enzim lipase dalam asi. Kandungan enzim lipase yang tinggi nggak berbahaya buat bayi. Hanya saja kadang bayi menolak minum ASI karena ada perbedaan rasa tapi bayi-bayi lain nggak masalah meminum ASI-nya," kata Angie dikutip dari Romper.


Isu aroma ASI kata Angie memang jadi masalah umum yang dialami ibu menyusui. Namun, Angie berpesan ibu nggak perlu terlalu khawatir. Tapi, jika ibu ragu dan nggak nyaman Angie menyarankan untuk berkonsultasi ke konselor laktasi. Hmm, jika ditilik dari aromanya, ASI seperti apa sih yang kualitasnya udah nggak oke?



Angie bilang, umumnya ASI bisa bertahan di suhu ruang selama tiga sampai empat jam. Tapi, ketika kualitasnya sudah nggak bagus biasanya akan ada perubaan aroma di mana aroma ASI berubah jadi berbau busuk dan tengik seperti makanan atau minuman yang sudah basi.

"Ketika Bunda mencium aroma ASI seperti itu, baiknya jangan beri ASI untuk si kecil. Jika ibu memerah ASI, ASI perah bisa disimpan di chiller sampai lima hari. Setelah itu taruh di freezer dan ASI perah bisa tahan sampai 6 bulan. Tapi jangak waktu ini umumnya diterapkan untuk bayi yang lahir penuh bulan, tidak preamtur, dan tidak memiliki indikasi medis tertentu," tutur Angie.

Dikutip dari Medela Breastfeeding Us, beberapa ibu melaporkan setelah dibekukan ASI-nya ada yang berbau seperti sabun bahkan asam. Ini normal karena terbentuknya enzim lipase, Bun. Enzim lipase juga bisa bermanfaat untuk memecah lemak dalam susu sehingga nutrisi yang larut dalam lemak dan asam lemak bisa didapat bayi.

Ketika ASI disimpan lebih lama di suhu ruang atau di chiller sebelum disimpan di freezer, aktivitas terbentuknya enzim lipase bisa lebih banyak sehingga bisa membuat aroma ASI seperti sabun. Tapi sekali lagi, ini nggak membahayakan bayi. Jika perlu, coba lakukan tes pada bayi ketika mereka diberi ASI perah yang dicairkan, apakah mereka mau atau menolaknya. Bila Bunda ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi.

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi