MENYUSUI
Salah Besar, Mendorong Ibu Menyusui Diet Bisa Sebabkan 8 Dampak Negatif
Asri Ediyati | HaiBunda
Senin, 10 Aug 2020 09:31 WIBBunda mungkin pernah bahwa menyusui bisa menurunkan berat badan. Namun, jangan sekali-kali mendukung orang lain untuk menyusui agar berat badannya turun ya. Ternyata, pesan atau dukungan seperti itu salah menurut pakar. Kenapa?
Crystal Karges, MS, RDN, IBCLC, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, ibu menyusui 'didoktrin' untuk percaya cara paling efektif untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan adalah dengan menyusui. Atau bahkan alasan terbaik untuk menyusui adalah untuk menurunkan berat badan.
Spesialis kesehatan ibu dan pakar pemberian makanan anak itu mengatakan bahwa ini saatnya untuk membuang jauh-jauh pesan yang salah tersebut.
"Mendukung ibu untuk menyusui demi menurunkan berat badan itu destruktif dan berbahaya bagi para ibu baru," kata Karges, dikutip dari Motherly.
Pesan ini justru menyeret para ibu untuk fokus pada pemulihan dan penyembuhan pascapersalinan. Pesan ini menurut Karges dipenuhi janji-janji palsu karena justru membahayakan ibu secara fisik dan emosional.
"Penting bagi kita untuk menormalkan perubahan tubuh yang dialami wanita selama kehamilan dan pascapersalinan untuk menantang standar sewenang-wenang yang membuat ibu baru merasa gagal," ujarnya.
"Kita perlu menantang propaganda budaya diet, seputar penurunan berat badan dan menyusui untuk menciptakan ruang bagi tubuh wanita untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan," kata Karges.
Karges menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa menyusui membantu mendukung penurunan berat badan jangka panjang dan selamanya.
"Studi penelitian yang telah menunjukkan korelasi antara menyusui dan penurunan berat badan. Pada ibu postpartum tidak menunjukkan bukti penurunan berat badan yang signifikan secara statistik, juga tidak menunjukkan bahwa ini adalah efek jangka panjang," papar Karges.
Mengapa kehilangan lemak tidak harus menjadi prioritas pascapersalinan? Menurut Karges, penting untuk mencatat efek perlindungan potensial dari peningkatan cadangan lemak saat postpartum dan menyusui.
Karges menjelaskan bahwa penyimpanan lemak yang lebih tinggi pada wanita postpartum sebenarnya melayani fungsi protektif dan proaktif saat menyusui.
"Menyusui plus postpartum adalah nutrisi yang mahal - pada kenyataannya, itu adalah salah satu periode di mana nutrisi paling mahal dalam kehidupan wanita," ujar Karges.
Memiliki simpanan lemak yang lebih banyak, dapat memastikan bahwa tubuhnya memiliki energi yang cukup untuk bekerja. Karena efek prolaktin dalam tubuh, tidak masalah tubuh ibu menyusui bertahan dan membangun cadangan lemak.
"Jika ini normal dan menguntungkan secara biologis, mengapa kita tidak membicarakan ini? Mengapa kita tidak menormalkan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh postpartum wanita?" ujar Karges.
Karges juga memaparkan risiko diet pascapersalinan untuk penurunan berat badan yang cepat yaitu:
1. Pasokan ASI berkurang.
2. Ketidakpuasan tubuh, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental ibu dan menyebabkan fungsi kesehatan mental secara keseluruhan lebih buruk.
3. Durasi menyusui yang lebih singkat.
4. Penyembuhan waktu yang lama dari kehamilan dan persalinan.
5. Kekurangan nutrisi, yang dapat berkontribusi pada komplikasi kesehatan fisik dan mental.
6. Fungsi mental yang buruk.
7. Keletihan, kelelahan.
8. Perubahan suasana hati.
Duh, enggak main-main ya efeknya? Dari penjelasan Karges ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa orang awam seperti kita memang dianjurkan untuk saling mendukung saat menyusui. Akan tetapi, ada baiknya tidak perlu menambah embel-embel bahwa menyusui bisa menurunkan berat badan.
Cukuplah kita mendukung para ibu untuk menyusui eksklusif selama dua tahun. Ya, sesuai dengan pesan di Pekan Menyusui Sedunia bahwa menyusui bisa membuat keadaan bumi (lingkungan dan iklim) yang lebih sehat.
Semangat mengASIhi, Bunda.
Simak juga drama ASI Eriska Rein, sempat bingung sendiri:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara agar Si Kakak Tetap Anteng saat Bunda Menyusui Si Kecil
6 Manfaat Menyusui, Salah Satunya Cegah Depresi Usai Melahirkan Bun
Tips Agar Bunda Selalu Fit Selama Menyusui
Seberapa Cepat Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan Usai Melahirkan?
TERPOPULER
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump
Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Lampu Standing Salon: Worth It Buat Kerja Presisi Eyelash?
-
Beautynesia
5 Potret Jungkook BTS di Kampanye Terbaru Chanel
-
Female Daily
Usual Parfums × Barasuara “Hitam dan Biru”: Saat Lagu Menjadi Aroma
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Lisa BLACKPINK dan Blue Pongtiwat, Sahabat yang Digosipkan Pacaran
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love