sign up SIGN UP search


menyusui

2 Masalah Paling Umum dalam Menyusui dan Solusinya, Bunda Perlu Tahu

Asri Ediyati Rabu, 05 Aug 2020 08:05 WIB
ilustrasi menyusui caption
Jakarta -

Proses menyusui memang tak selamanya berjalan lancar. Ada beberapa kendala yang mungkin Bunda hadapi di tengah-tengah proses menyusui.

Mendengar keluhan ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan agar para ibu menyusui menguasai keterampilan untuk memberikan ASI dengan cara yang lebih efektif. Bagaimana caranya ya, Bunda?

Nah, keterampilan menyusui yang baik meliputi posisi menyusui dan perlekatan bayi pada payudara yang tepat, Bunda. Ingat ya, dua hal ini sudah harus Bunda kuasi sejak awal kelahiran bayi. Sebab, posisi menyusui dan pelekan akan sangat menentukan keberhasilan menyusui.


Ya, posisi menyusui harus senyaman mungkin, dapat dengan posisi berbaring atau duduk. Lalu, tahukah Bunda jika posisi menyusui berkaitan erat dengan perlekatan?

"Posisi yang kurang tepat akan menghasilkan perlekatan yang tidak baik. Posisi dasar menyusui terdiri dari posisi badan ibu, posisi badan bayi, serta posisi mulut bayi dan payudara ibu (perlekatan/ attachment). Posisi badan ibu saat menyusui dapat posisi duduk, posisi tidur terlentang, atau posisi tidur miring," tulis IDAI, dikutip dari laman resminya.

Nah, untuk lebih jelasnya lagi, simak penjelasan di bawah ini yuk, Bunda:

1. Posisi menyusui

Ada beberapa tanda yang bisa Bunda kenali jika posisi menyusui tidak benar. Bunda bisa melihat posisi menyusui yang kurang tepat melalui tanda-tanda berikut:

- Leher bayi terputar dan cenderung kedepan

- Badan bayi menjauh dari badan Bunda

- Badan bayi tidak menghadap ke badan Bunda

- Hanya leher dan kepala tersanggah

- Tidak ada kontak mata antara Bunda dan bayi

- C-hold tetap dipertahankan

Bagaimana posisi tubuh yang baik saat menyusui? Berikut tanda-tandanya:

- Posisi muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast)

- Perut/dada bayi menempel pada perut/dada Bunda (chest to chest)

- Seluruh badan bayi menghadap ke badan Bunda, hingga telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi

- Seluruh punggung bayi tersanggah dengan baik

- Ada kontak mata antara Bunda dengan bayi

- Pegang belakang bahu jangan kepala bayi

- Kepala terletak di lengan bukan di daerah siku

young mother breastfeedingilustrasi menyusui/ Foto: iStock

2. Perlekatan bayi saat menyusu

Nah, bagaimana sih sebaiknya bayi mengisap pada payudara? Agar bayi dapat menghisap secara efektif, pastikan mereka memasukan puting hingga areola ke dalam mulutnya agar lidahnya dapat memeras sinus laktiferus, Bunda.

Bayi harus menarik keluar atau memeras jaringan payudara sehingga membentuk puting buatan atau dot yang bentuknya lebih panjang dari puting susu. Puting susu sendiri hanya membentuk sepertiga dari puting buatan atau dot. Hal ini dapat kita lihat saat bayi selesai menyusui.

"Dengan cara inilah bayi mengeluarkan ASI dari payudara. Hisapan efektif tercapai bila bayi menghisap dengan hisapan dalam dan lambat. Bayi terlihat menghentikan sejenak hisapannya dan kita dapat mendengar suara ASI yang ditelan," tulis IDAI.

Bagaimana kita mengetahui bahwa tanda perlekatan Bunda dan bayi tidak baik? Berikut tandanya:

- Dagu tidak menempel pada payudara

- Mulut bayi tidak terbuka lebar

- Bibir mencucu atau monyong

- Bibir bawah terlipat kedalam sehingga menghalangi pengeluaran ASI oleh lidah

- Lebih banyak areola bagian bawah yang terlihat

- Terasa sakit pada puting

Sebaliknya, berikut tanda perlekatan bayi dan Bunda yang baik:

- Dagu menyentuh payudara

- Mulut terbuka lebar

- Bibir bawah terputar keluar

- Lebih banyak areola bagian atas yang terlihat dibanding bagian bawah

- Tidak menimbulkan rasa sakit pada puting susu

Jika bayi tidak melekat dengan baik maka akan menimbulkan luka dan nyeri pada puting susu dan payudara pun akan membengkak. Hal itu terjadi karena ASI tidak dapat dikeluarkan secara maksimal.

Bayi merasa tidak puas dan ia ingin menyusu sering dan lama. Bayi akan mendapat ASI sangat sedikit dan berat badan bayi tidak naik, lambat laun ASI akan mengering. Duh, jangan sampai terjadi pada kita ya, Bunda.

Tahukah Bunda, pada 1 - 7 Agustus, dunia memperingati Pekan Menyusui Sedunia? Ya, Pekan Menyusui Sedunia 2020 kali ini bertema Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat.

Selama pekan ini, para Bunda di seluruh dunia diberi semangat agar bisa menyusui secara eksklusif selama 6 bulan. Nah, jika Bunda memperhatikan dua faktor tadi maka Bunda akan sukses dan berhasil menyusui si kecil.

Simak juga cara aman cegah kehamilan untuk ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi