sign up SIGN UP search


menyusui

Penyebab Bayi Kentut Berbau Busuk dan Cara Mengatasinya, Bunda Perlu Tahu

Haikal Luthfi Kamis, 27 May 2021 12:58 WIB
Crying little baby in the arms of her mother in a living room. caption
Jakarta -

Buang angin atau kentut lumrah terjadi pada siapa saja, tak terkecuali pada bayi, Bunda. Namun, bagaimana jika kondisi ini kerap terjadi setiap saat?

Menurut Dr. Florencia Segura, MD, FAAP, seorang dokter anak bersertifikat di Einstein Pediatrics, manusia (termasuk bayi) sebenarnya menghasilkan gas rata-rata 14 hingga 23 kali sehari. Bayi yang sering kentut merupakan dampak dari banyaknya gas atau udara yang tertelan oleh mereka, misalnya saat mereka sedang menyusu, Bunda.

Mengutip Healthline, setiap bayi, baik yang diberi susu formula atau disusui memiliki sistem pencernaan yang belum matang dan akan membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan gas dari sistem pencernaan mereka.


Namun, jika gas yang dikeluarkan menyebabkan ketidaknyamanan, ada baiknya mencoba mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah tersebut. Untuk meminimalkan masalah kembung pada bayi yang disusui, Bunda perlu mengetahui lebih banyak tentang potensi penyebabnya.

Salah satu penyebab paling umum bayi kentut adalah dengan menghirup udara berlebih. Ini bisa terjadi bila terdapat penyebab sebagai berikut:

  • Kait yang buruk. Jika bayi tidak memiliki penutup yang rapat di sekitar areola, udara dapat masuk bersama ASI.
  • Masalah dengan pemberian susu botol. Udara di puting susu bisa ditelan dengan susu.
  • Bayi terengah-engah yang menyebabkan mereka menangis. Hal itu bisa berarti udara ekstra tertelan.
  • Pasokan berlebih. Meneguk terlalu cepat sering kali bersamaan dengan udara yang masuk.

Selain itu, bau yang dihasilkan terkadang memiliki aroma busuk yang tidak mengenakan. Bunda harus mengetahui bahwa gas yang dikeluarkan bayi akan berbau berbeda tergantung pada apa yang mereka makan.

Mengutip laman Boston College, bayi yang masih hanya minum air susu ibu (ASI) atau susu formula memiliki bau kentut yang lebih sedikit. Namun, memasuki usia 6 bulan atau ketika ia sudah dapat mengonsumsi makanan padat, kentut bayi akan mulai berbau.

"Produk laktosa dapat melewati usus kecil tanpa diserap, berjalan menuju usus besar, yang mana terdapat triliunan bakteri yang menghasilkan kandungan sulfur yang tinggi," kata Patricia Raymond, MD, dari Virginia Beach berbasis gastroenterologi dan asisten profesor di Eastern Virginia Medical School seperti yang dilansir dari laman Health.

Mengatasi kentut bau busuk

Nah Bunda, ketika bayi disusui, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan mereka tidak mengeluarkan gas yang berbau. Mengutip laman Parental Question antara lain yaitu:

Crying little baby in the arms of her mother in a living room.Ilusrasi bayi kentut sehingga menjadi rewel/ Foto: iStock

1. Menjaga pola makan

Apapun yang Bunda makan, ini akan ditransfer ke bayi melalui ASI. Usahakan untuk menghindari makanan berbau atau makanan kompleks yang mengeluarkan banyak gas saat dicerna.

Beberapa sayuran, seperti brokoli atau kacang-kacangan memiliki kadar senyawa sulfur yang tinggi. Hal Ini berkontribusi pada bau gas yang dikeluarkan pada bayi. Selain itu, makanan lain termasuk daging merah dan makanan berprotein tinggi juga bisa menjadi penyebab kentut bayi berbau seperti telur busuk.

Bunda juga dapat membuat catatan harian tentang makanan sehingga dapat mengetahui pola kapan gas bayi menimbulkan bau dan apa yang Bunda makan hari itu. Hal Ini akan membantu untuk mengetahui apa yang perlu dihilangkan dari diet Bunda agar bayi menjadi lebih baik.

2. Hindari produk laktosa

Sistem pencernaan bayi mungkin akan sulit mencerna laktosa, jadi cobalah untuk menghindari produk susu untuk sementara waktu. Protein susu sapi cukup sulit untuk dicerna oleh bayi, terutama ketika mereka masih kecil, dan ini bisa menjadi sumber dari semua gas yang berbau.

3. Perbanyak asupan probiotik

Disarankan untuk memperbanyak asupan probiotik untuk bayi, seperti yoghurt, ketika mereka memasuki usia 9 atau 10 bulan, Bunda.

Berdasarkan penelitian dari Annals of General Psychiatry, probiotik yang ditemukan pada saluran pencernaan bayi mampu meningkatkan serotonin lho Bunda.

Serotonin bermanfaat untuk memicu rasa senang, puas, serta mengatur nafsu makan, dan tidur. Probiotik diketahui juga mampu meningkatkan kesehatan pencernaan. Jika pencernaan bayi dalam kondisi yang baik, maka mood mereka juga membaik.

Semoga bermanfaat, Bunda!

(haf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi