MENYUSUI
Kolagen untuk Ibu Menyusui, Amankah?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Jumat, 16 Feb 2024 17:55 WIBKandungan kolagen banyak dipercaya membantu kesehatan dan kecantikan kulit termasuk para busui. Lantas, amankah kolagen untuk ibu menyusui ya, Bunda?
Setelah melahirkan, gangguan kulit seringkali muncul dan membuat busui tidak percaya diri. Berbagai skincare dan multivitamin banyak digunakan guna mengembalikan kecantikan kulit. Salah satunya yakni asupan yang mengandung kolagen yang dipercaya bisa merawat kesehatan dan kecantikan.
Apa itu kolagen?
Kolagen merupakan protein yang diproduksi oleh tubuh. Kolagen sendiri adalah protein paling melimpah di dalam tubuh dan ditemukan di kulit, rambut, kuku, tulang, dan persendian.
Kolagen memberikan struktur dan dukungan pada jaringan dan membantu menjaga kulit agar tetap kencang dan elastis. Seiring bertambahnya usia, tubuh akan memproduksi lebih sedikit kolagen yang dapat menyebabkan kerutan, kulit kendur, dan nyeri sendi, seperti dikutip dari laman Breastfeedingteaco.
Tak jarang, banyak orang mengandalkan suplemen kolagen untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Suplemen kolagen sendiri merupakan suplemen makanan yang mengandung kolagen. Biasanya dibuat dari sumber hewani, seperti sapi, ikan, dan tersedia dalam berbagai bentuk termasuk bubuk, kapsul, dan tablet. Banyak orang mengonsumsi suplemen kolagen untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Apakah ibu menyusui boleh konsumsi kolagen?
Jika Bunda mengonsumsi suplemen sebelum atau selama kehamilan, sebaiknya hentikan dan lakukan evaluasi dengan dokter untuk mengetahui potensi pengaruhnya terhadap menyusui dan produksi ASI.
Meskipun suplemen kolagen secara umum dianggap aman bagi individu yang menyusui, suplemen tersebut juga belum terbukti membantu, kata Sarah Yamaguchi, MD, seorang obgyn yang berbasis di Los Angeles.
"Beberapa wanita pasca melahirkan berjuang melawan rambut rontok dan stretch mark sehingga mereka mengonsumsi kolagen serta suplemen lainnya dengan harapan dapat membantu," kata Dr Yamaguchi.
Meskipun terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa asupan kolagen dapat membantu meningkatkan kelembaban kulit, penelitian tersebut tidak secara spesifik mengeksplorasi dampaknya selama menyusui seperti dikutip dari laman Very Well Family.
Secara umum, kata Dr. Yamaguchi, "Saya memberi tahu pasien saya bahwa mereka dapat mengonsumsi suplemen kolagen jika mereka merasa akan membantu, namun yang paling penting adalah makan makanan yang sehat, seimbang, berolahraga, dan istirahat."
Manfaat dan efek samping kolagen untuk ibu menyusui?
Berbagai manfaat kolagen mungkin dapat Bunda nikmati, tetapi di luar itu ada juga efek samping kolagen untuk ibu menyusui yang perlu diwaspadai ya, Bunda. Berikut ini beberapa manfaat kolagen bagi kesehatan ibu menyusui:
1. Membantu memenuhi kebutuhan asupan protein harian
Kebutuhan asupan protein harian ASI terdiri dari 87 persen air, 1 persen protein, 4 persen lipid (yaitu lemak), dan 7 persen karbohidrat. Kemudian pertimbangkan kebutuhan bayi baru lahir untuk disusui antara 8 hingga 12 kali sehari.
Hal ini menambah banyak susu – dan tentunya protein yang harus diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, penelitian terbaru pada tahun 2020 ini menunjukkan bahwa kebutuhan protein untuk perempuan menyusui eksklusif harus berkisar antara 1,7 hingga 1,9 gram per kg berat badan setiap hari.
Jadi, ibu menyusui dengan berat badan 60 kg membutuhkan sekitar 102 hingga 114 gram protein setiap hari.
Sebagai referensi, satu porsi dada ayam panggang tanpa tulang dan tanpa kulit hanya mengandung 26 gram protein. Mengingat hal tersebut, tantangan untuk memenuhi kebutuhan protein ini harusnya menjadi jelas.
Untungnya, di situlah suplementasi kolagen berperan. Sebagai sumber protein lengkap, kolagen membantu 'mengisi kekosongan' sehingga memenuhi kebutuhan asupan protein harian Bunda menjadi sangat mudah.
2. Membantu penyembuhan luka
Selain menjadi sumber protein yang sangat baik, kolagen juga berperan penting dalam penyembuhan luka. Sintesis dan pengendapannya di sekitar jaringan yang rusak membantu 'menutup' luka dan membangun kembali integritas jaringan. Pada ibu menyusui sendiri tentunya dapat membantu mendorong kesembuhan mereka setelah melahirkan.
Hal ini sangat relevan bagi mereka yang pernah menjalani persalinan sesar – yaitu pembedahan dengan membuat sayatan pada dinding perut untuk melahirkan bayi. Dan, tentu saja, ibu yang pernah mengalami robekan selama proses persalinan pervaginam (misalnya, episiotomi atau robekan perineum alami) juga dapat memperoleh manfaat dari 'sifat penyembuhan' kolagen.
3. Mengatasi kerontokan rambut usai persalinan
Kerontokan rambut pasca persalinan terjadi karena hormon Bunda seperti estrogen dan progesteron meningkat pesat selama kehamilan, sehingga mengurangi kerontokan rambut yang normal.
Namun sayangnya, kadar hormon Bunda turun begitu bayi lahir, dan rambut Bunda menggantikan 'waktu yang hilang' dengan rontok dalam jumlah yang jauh lebih besar dari biasanya. Tapi jangan khawatir, meskipun tidak bisa menghentikan kerontokan rambut pasca melahirkan, Bunda bisa mengendalikannya dengan pasokan kolagen.
Kolagen kaya akan prolin – komponen utama keratin, protein penyusun rambut. Jadi, konsumsi kolagen harus memberi tubuh Bunda bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menciptakan rambut baru yang akan menggantikan semua rambut rontok, dan mengembalikan keindahan rambut, seperti dikutip dari laman Thecollagen.
Di luar manfaatnya, para ahli mengatakan bahwa sebagian besar suplemen kolagen saat ini diekstraksi dari kulit hewan. Begitu masuk ke dalam tubuh, kolagen diubah menjadi asam amino, mirip dengan suplemen protein. Oleh karena itu, ibu menyusui yang mengonsumsi kolagen cukup aman dan tidak memengaruhi ASI pada bayi.
Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen kolagen oral, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari reaksi alergi terhadap kolagen, atau disarankan dosis yang sesuai dan aman selama menyusui.
Serta, mendapatkan informasi spesifik mengenai efek kolagen yang tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi ASI pada bayi seperti dikutip dari laman Vinmec.
Cara lain untuk meningkatkan kolagen dalam tubuh
Meningkatkan kolagen dalam tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara alami ya, Bunda. Seperti diketahui bahwa produksi kolagen dalam tubuh penting untuk menjaga kesehatan dan keremajaan kulit.
Bunda dapat mengonsumsi makanan tertentu untuk meningkatkan produksi kolagen. Kolagen merupakan protein yang paling umum ditemukan dalam tubuh. Hal itu terdapat di antara tendon, lemak, dan ligamen. Kandungan ini membantu bagian-bagian tubuh kita menyatu, dan sangat penting mendukung kekuatan struktur tulang. Ketika kadar kolagen sehat, sel-sel mengandung akan tampak kuat dan awet muda, seperti dikutip dari laman Healthline.
Berikut ini beberapa cara lain untuk meningkatkan kadar kolagen dalam tubuh ya, Bunda:
1. Lidah buaya
Gel lidah buaya telah lama digunakan untuk menyembuhkan dan menenangkan luka. Alasan khasiatnya untuk mengobati luka dan luka bakar adalah karena tanaman lidah buaya meningkatkan produksi kolagen bila dioleskan atau bahkan diminum. Sifat merangsang pertumbuhan sel ini dapat membantu meningkatkan produksi kolagen di kulit.
Lidah buaya bisa dioleskan langsung ke kulit dalam bentuk murni, atau dalam bentuk produk yang banyak beredar di pasaran yang mengandungnya. Setidaknya satu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen lidah buaya akan meningkatkan kualitas kulit.
2. Makanan kaya vitamin C
Vitamin C sangat penting untuk sintesis asam hialuronat. Asam hialuronat disebut-sebut dapat mempercepat waktu pemulihan dan meredakan nyeri sendi. Tanpa kadar vitamin C yang cukup, tubuh Bunda tidak akan mendapatkan manfaat penuh dari makanan yang mengandung asam hialuronat.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam hialuronat dapat membantu meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh manusia. Asam hialuronat secara alami ditemukan di dalam tubuh, namun jumlahnya menurun seiring bertambahnya usia.
Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C dan asam amino dapat meningkatkan kadar asam hialuronat dan kolagen dalam tubuh karena keduanya penting untuk kulit. Makanan seperti jeruk, paprika merah, kangkung, kubis Brussel, brokoli, dan stroberi semuanya kaya akan vitamin C. Asam hialuronat pekat dapat dibeli di toko obat.
3. Ginseng
Ginseng diserap ke dalam kulit tanpa menimbulkan reaksi merugikan yang disebabkan oleh banyak obat-obatan kimia, dan membantu kulit mempertahankan bentuk aslinya. Hal ini juga telah ditemukan untuk meningkatkan pertumbuhan kolagen.
Penelitian telah menunjukkan kemampuan ginseng untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVB matahari. Antioksidan yang dilepaskan ke aliran darah saat Bunda mengonsumsi suplemen ginseng atau meminum teh yang mengandung ginseng dapat melindungi sel-sel sehat dan berkontribusi pada kulit bercahaya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)