MENYUSUI
Alami Sensasi Rasa Terbakar di Payudara, Busui Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 08 Sep 2024 11:45 WIBBunda kerap mengalami sensasi rasa terbakar di payudara selama menyusui? Keluhan ini perlu mendapatkan perhatian ya.
Sensasi rasa terbakar di payudara dapat berhubungan dengan proses menyusui. Tetapi, penyebabnya juga sering kali dikaitkan masalah medis yang tidak berhubungan dengan proses mengASIhi.
Dilansir laman Health, nyeri payudara disertai sensasi terbakar bukanlah jenis nyeri yang umum. Nyeri ini hanya memengaruhi sekitar 25 persen individu dengan mastalgia (nyeri payudara yang umumnya tidak serius).
Nyeri dengan sensasi terbakar juga dapat masuk ke kategori yang serius atau mastalgia non-siklik. Sensasi ini sama sekali tidak terkait dengan hormon atau siklus haid perempuan.
Penyebab sensasi rasa terbakar di payudara perlu dikenali oleh seorang perempuan, baik yang sedang menyusui atau tidak. Pada beberapa kondisi, keluhan ini dapat dicegah, bahkan diatasi.
Penyebab sensasi rasa terbakar di payudara
Dikutip dari beberapa sumber, berikut penyebab munculnya sensasi rasa terbakar di payudara:
- Mastitis atau peradangan (pembengkakan) pada payudara, yang biasanya disebabkan oleh infeksi.
- Abses payudara, yakni benjolan dengan kumpulan nanah yang terbentuk di bawah kulit payudara dan disebabkan oleh infeksi bakteri.
- Perubahan hormon terkait dengan kehamilan dan siklus menstruasi
- Perkembangan kista payudara atau gejala kanker payudara
- Cedera yang berhubungan dengan otot dan sendi di area dada
- Kostokondritis atau peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada
- Neuralgia interkostal atau nyeri saraf di dada
- Gangguan paraspinal atau tulang belakang
- Trauma atau riwayat operasi payudara
- Sindrom Tietze, yakni kondisi langka berupa nyeri dada dan pembengkakan tulang rawan
- Efek samping penggunaan kontrasepsi atau obat yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, antidepresan, dan antihistamin.
- Stres dan kecemasan dapat memicu nyeri hingga sensasi rasa terbakar di payudara
Sensasi terbakar di payudara pada penyebab-penyebab di atas umumnya muncul bersama dengan gejala lain, Bunda. Misalnya karena perubahan hormon, gejala bisa bertambah parah menjelang siklus menstruasi tiba.
"Mastalgia siklik biasanya disertai benjolan, pembengkakan, dan nyeri tekan yang memengaruhi kedua payudara. Nyeri juga bertambah parah saat seorang perempuan mencapai waktu menstruasinya, lalu berkurang saat menstruasi berlangsung," kata dokter anak, Archana Sharma, DO.
Contoh lainnya pada kondisi mastitis yang dialami ibu menyusui. Keluhan sensasi rasa terbakar di payudara umumnya muncul disertai dengan pembengkakan payudara dan demam hingga menggigil.
Sementara itu, pada kasus kanker payudara, sensasi rasa terbakar dapat disertai pembengkakan, perubahan warna kulit, rasa berat, dan nyeri tekan di payudara.
Kapan harus ke dokter?
Bila Bunda merasa sensasi rasa terbakar mengganggu dan muncul disertai gejala yang cukup berat, sebaiknya segera periksa ke dokter ya. Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.
Selain itu, ada beberapa pemeriksaan lainnya atau pengujian diagnostik yang dapat dilakukan untuk menentukan penyebabnya, seperti:
- USG payudara: menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar benjolan yang mungkin ditemukan di payudara.
- Mammogram: Pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk membuat gambar jaringan payudara.
Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan tergantung dari gejala, seperti MRI atau biopsi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang benjolan di payudara.
Cara mengatasi sensasi rasa terbakar di payudara
Penanganan keluhan ini juga akan didasarkan pada penyebabnya, Bunda. Berikut beberapa pilihan penanganan sensasi rasa terbakar di payudara:
1. Kompres hangat-dingin
Kompres hangat dapat diberikan di area payudara pada Bunda yang mengalami mastitis. Dilansir Drugs dan laman La Leche League, kompres hangat ini dapat dilakukan sebelum menyusui untuk melancarkan ASI, melawan bakteri penyebab mastitis, dan mengurangi rasa sakit di payudara.
Sementara itu, kompres dingin dapat diterapkan di antara waktu menyusui untuk mengurangi pembengkakan. Bunda dapat menggunakan kompres es dengan memasukkan es ke dalam kantong plastik, lalu dibungkus handuk. Selain untuk atasi pembengkakan, es juga dapat mencegah kerusakan jaringan dan mengurangi rasa sakit.
2. Gunakan bra yang tepat
Gunakan bra yang tepat menyesuaikan kondisi Bunda. Misalnya, Bunda disarankan untuk mengenakan bra suportif, terutama selama hamil dan menyusui. Bra yang tepat akan menjaga puting sejajar di antara bahu dan siku, serta menghindari kompresi atau tekanan berlebihan.
Penggunaan bra akan berbeda pada ibu yang tidak hamil dan menyusui. Desain dan ukuran bra akan menyesuaikan dari aktivitas Bunda. Misalnya, pada siang hari, kenakan bra yang pas di badan. Saat tidur, kenakan bra yang bahannya lembut. Sementara saat berolahraga, kenakan bra olahraga khusus atau sport bra. Demikian seperti dilansir laman Medical News Today.
3. Penggunaan obat
Sensasi rasa terbakar disertai nyeri payudara juga dapat diatasi dengan konsumsi obat. Beberapa jenis obat, seperti parasetamol, Tynol, atau ibuprofen umumnya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi nyeri.
Penggunaan obat lain, seperti antibiotik, juga mungkin diperlukan pada kondisi mastitis atau nyeri yang sebabkan infeksi bakteri. Semua obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sensasi rasa terbakar sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter.
Demikian penyebab dan cara mengatasi sensasi rasa terbakar di payudara. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Daun Pereda Rasa Nyeri pada Payudara saat Menyusui, Ada Sawi hingga Kemangi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ketahui Cara Meredakan Rasa Nyeri Payudara saat Haid
10 Penyebab Payudara Kanan Busui Nyeri dan Sakit, Berbahaya Enggak Ya?
Nyeri Payudara Pertanda Apa? Busui Cari Tahu Penyebabnya Yuk
Kompres Daun Kol Dingin Bisa Atasi Mastitis, Benar Enggak Sih?
TERPOPULER
Haru, Bunda Ini Putuskan Akhiri Perjuangan Panjang IVF setelah 24 OPU dan 7 Kali
5 Cara Cuci Hidung Bayi yang Aman, Manfaat, Risiko Bahaya & Rekomendasi Alat
Deretan Artis Dunia yang Hamil dan Akan Melahirkan di 2026
14 Event Seru di Jakarta & Sekitarnya untuk Liburan Bareng Anak, Ada yang Gratis
Kolostrum ASI Putri Isnari Masih Keluar hingga 3 Bulan Melahirkan, Mungkinkah?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Set yang Bagus dan Berkualitas Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Seseorang Memiliki EQ Rendah
5 Cara Cuci Hidung Bayi yang Aman, Manfaat, Risiko Bahaya & Rekomendasi Alat
Haru, Bunda Ini Putuskan Akhiri Perjuangan Panjang IVF setelah 24 OPU dan 7 Kali
Potret Oka Antara dan Istri Kunjungi Anak yang Sekolah di Amerika Serikat
14 Event Seru di Jakarta & Sekitarnya untuk Liburan Bareng Anak, Ada yang Gratis
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sikap Taufik Hidayat Dikuliti, Ayah Sebut Pernah Dipukul Pakai Kayu
-
Beautynesia
5 Cara Mengatasi Victim Mindset agar Hidup Lebih Tenang dan Produktif
-
Female Daily
Ada Sheila Dara hingga Syifa Hadju, Fore Coffee Perkenalkan Brand Ambassador Terbarunya
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Bikin Gemas! Serunya Momen Girls Trip Jisoo BLACKPINK, Hyeri & Jung Ho Yeon
-
Mommies Daily
Quiet Vacation: Tren Liburan Diam-Diam yang Makin Digemari Pekerja