MENYUSUI
Kisah Stephanie Case, Bunda Juara 1 Lomba Lari 100 Km Sambil Menyusui
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Jumat, 06 Jun 2025 08:50 WIBKisah heroik perempuan dalam memperjuangkan menyusui bayinya memang sangat menginspirasi para Bunda menyusui di luar sana. Salah satunya berasal dari kisah Stephanie Case, Bunda juara 1 lomba lari 100 km sambil menyusui.
Menjadi atlet lari, Stephanie Case yang berstatus sebagai Bunda menyusui ternyata tak pernah melupakan kewajibannya dalam mengASIhi anaknya. Dalam kesibukannya mengikuti lomba ultramarathon, Stephanie menunjukkan scene menakjubkan dengan tetap menyusui putrinya di tengah-tengah pertandingan larinya.
Seperti yang terlihat dalam foto-foto dirinya yang sempat viral, Stephanie Case tampak duduk di sepanjang jalur lomba dan kemudian menyusui putrinya yang berusia enam bulan. Case tidak hanya menyelesaikan lomba, tetapi ia juga berada di posisi pertama di antara para kompetitor lainnya.
"Wah, itu mengejutkan," tulis Case di Instagram sambil mengunggah foto dirinya sedang menyusui putrinya sambil mengenakan nomor dada dan perlengkapan larinya. "Saya menang?!?"
Case sendiri tak menyangka atas kemenangannya tersebut dalam lomba The Ultra-Trail Snowdonia race di Wales Utara. Setelah tiga tahun absen dari kompetisi, Case senang bisa berlari kembali. Bahagianya lagi, ia pun akhirnya sukses memiliki seorang putri, setelah perjalanan panjangnya usai dua kali mengalami keguguran, seperti dikutip dari laman Npr.
"Saya rasa tanggapannya sangat positif," kata Case yang berusia 42 tahun tersebut.
Case mengatakan bahwa foto-foto yang ia bagikan menunjukkan bahwa seorang atlet juga bisa menjadi seorang ibu. Dan, hal-hal tersebut sebenarnya tidak saling bersaing.
"Kita tidak harus kehilangan diri kita sendiri untuk menjadi seorang ibu dan kita dapat terus menetapkan tujuan-tujuan besar untuk diri kita sendiri," katanya.
Case menambahkan, hal tersebut juga tidak hanya terjadi dalam perlombaan saja. "Dalam pelatihan, saya perlu memastikan juga bahwa pasokan ASI saya tidak terpengaruh. Dan itu tidak mudah. Saya merasa seperti makan sepanjang waktu, tetapi menjadi seorang ibu telah membuat saya jauh lebih efisien dalam pelatihan dan strategi pengisian bahan bakar saya," ungkapnya.
Case mengatakan, kesuksesan dalam perannya tersebut tak terlepas dari peran pelatihnya, Dr Megan Roche, yang membantu mengasah strategi yang dijalankannya.
"Selama perlombaan, saya mengonsumsi sekitar 80 hingga 100 gram karbohidrat per jam. Dan, saya terus melakukannya hingga sekitar 65K, lalu saya harus mundur sedikit karena saya mulai merasa mual. Lalu, saya tingkatkan lagi dan selesai di 95K."
Perihal lomba yang baru saja dijalaninya, Case mengutarakan bahwa medannya di lintasan Snowdonia yang menurut penyelenggara memiliki ketinggian 6.500 meter (21.325 kaki) cukup menantang. Pelari dalam hal ini harus melintasi Snowdon, gunung tertinggi di Wales, dan melewati medan yang terjal, dari padang berawa hingga punggung bukit terjal dan serpihan keras.
"Ini bukan seperti yang kalian bayangkan sebagai lomba lari biasa," kata Case. Di beberapa bagian, tambahnya, hampir seperti memanjat dengan menaiki semacam dinding batu vertikal.
Bersyukur, Case bisa melewati semua medan tersebut dengan mulus. Case menyelesaikan lomba dengan waktu tempuh hanya 16 jam 53 menit. Namun, awalnya dia tidak tahu di mana dia berada dalam perlombaan. Karena, Case tidak berkompetisi dalam beberapa tahun terakhir.
Saat kompetisi tersebut, Case tidak berlari dengan kelompok utama pelari perempuan. Ia memulai 30 menit kemudian dan tidak mengetahui kecepatan dari para kompetitor.
Rekan Case yang membawa putrinya, Pepper, ke pos pemeriksaan. Ia mendapatkan izin khusus untuk bertemu di 50 kilometer, degan ketentuan bahwa dia tidak dapat menerima bantuan selama pemberhentian.
Barulah setelah petugas perlombaan mengonfirmasi waktu yang dicatat oleh chip pelacaknya, hasil yang sangat tidak terduga muncul, Bunda. Seorang ibu yang berhenti untuk menyusui bayinya di sepanjang jalur yang melelahkan, berada di posisi pertama di antara lebih dari 60 pelari perempuan yang menyelesaikan lomba.
Tentu saja, hal tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Case setelah melahirkan bayinya enam bulan lalu dan memasuki kehidupan yang luar biasa. Ia membuktikan bahwa perlombaan dengan statusnya sebagai ibu tak menjadi sesuatu kendala yang dapat mengalahkan peran ibu baru.
"Responsnya sangat positif, tetapi ada juga yang negatif,"katanya seperti dikutip dari laman The Guardian.
Sebagian dari mereka, kata Case, adalah misoginis, tetapi yang lainnya merupakan ibu-ibu yang kelelahan yang melihat cerita ini dan berpikir, ya Tuhan, saya tidak akan pernah bisa melakukan itu. Sekarang, ada lebih banyak tekanan pada kami untuk bisa punya bayi, bekerja, ikut lomba, dan sekarang menyusui selama lomba.
"Saya tidak ingin ada yang merasa buruk tentang diri mereka sendiri karena cerita seperti ini. Saya cukup terbuka tentang betapa sulitnya dan seberapa banyak dukungan yang saya dapatkan, dan bagian-bagian yang sulit darinya. Pada jarak 95 km saya sudah selesai, saya muntah-muntah. Saya berlari dengan alat bantu di dalam tubuh. Tidak semuanya indah dan banyak hal yang harus berjalan bersama agar hal seperti itu bisa terjadi."
Wow, sangat mengagumkan ya, Bunda, prestasi yang dituai Case. Ia membuktikan bahwa menyusui tak menjadi penghalang seorang atlet terus berlaga dan mencipta prestasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Perlu Tahu, ini 7 Penyebab Bayi Marah saat Menyusu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pujian John Legend untuk Istri yang Prioritaskan Kebutuhan Anak
Pengalaman Buruk Ibu Menyusui tentang Pemakaian CCTV
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
Potret Terbaru Gita Gutawa Usai Lama Tak Muncul, Kini Sibuk di Balik Layar
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
5 Jurusan Terbanyak yang Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1, Ada Manajemen hingga Hukum
Potret Terbaru Gita Gutawa Usai Lama Tak Muncul, Kini Sibuk di Balik Layar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Biar Panggung 17 Agustusan Kedengeran Sampai Ujung Komplek, Siapkan 3 Barang Ini
-
Beautynesia
4 Kalimat yang Tunjukkan Tanda Orang Pura-Pura Cerdas
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Han So Hee Jadi CEO di The Intern, Hidupkan Karakter Anne Hathaway
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya