menyusui
Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?
HaiBunda
Jumat, 13 Feb 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Tahukah Bunda bahwa kolostrum pada ibu yang hendak melahirkan memiliki banyak keunggulan. Bahkan, beberapa organisasi layanan kesehatan merekomendasikan agar Bunda memanfaatkan dengan baik kolostrum tersebut. Namun, haruskah kolostrum keluar sebelum melahirkan?
Menariknya, kolostrum merupakan bagian awal dari ASI eksklusif yang sangat penting diberikan sejak bayi lahir. Agar Bunda memahami lebih jauh manfaat kolostrum, yuk simak penjelasan para ahli berikut ini.
Mengenal ASI kolostrum
Kolostrum merupakan cairan yang diproduksi payudara pada hari-hari terakhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Cairan ini bertekstur kental, berwarna keemasan, dan kaya akan nutrisi sehingga bermanfaat untuk mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan bayi yang baru lahir.
Kepala medis di Partum Health, Dr. Melissa Dennis, menjelaskan bahwa kolostrum mulai terbentuk sejak ibu hamil memasuki trimester ketiga. Kolostrum ini pun diketahui sebagai formula awal dari ASI yang sangat bermanfaat sebelum persalinan.
Melansir dari laman ABM, kolostrum diketahui mengandung keseimbangan nutrisi yang sempurna antara protein, lemak, dan mikronutrien yang dibutuhkan bayi, serta bertindak sebagai pencahar alami yang membantu pengeluaran tinja pertama yang berwarna hitam pekat.
Kapan waktu yang tepat mengeluarkan ASI kolostrum
Menurut Dr. Dennis jika Bunda ingin mencoba mengeluarkan kolostrum, waktu yang tepat untuk melakukannya adalah saat usia kandungan menginjak 36 minggu, terutama untuk kehamilan risiko rendah. Ia tidak menganjurkan untuk melakukannya lebih awal dari itu karena dikhawatirkan akan membuat bayi lahir prematur.
Selain itu, Bunda disarankan untuk melakukan diskusi atau konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan terkait pengeluaran kolostrum sebelum melahirkan. Bagi ibu hamil yang sedang bedrest, pelvic rest, atau memiliki komplikasi, biasanya tidak diperbolehkan mengeluarkan kolostrum.
Yang paling penting, tak semua ibu hamil wajib mengeluarkan kolostrum. Tanpa mengeluarkan kolostrum kehamilan Bunda juga tetap bermanfaat dan berjalan baik, kok. Maka dari itu, pengeluaran kolostrum sebaiknya hanya dilakukan dalam situasi-situasi tertentu, menurut seorang konsultan laktasi, Amber Ginn, IBLC.
Manfaat mengeluarkan ASI kolostrum sebelum melahirkan
Melihat kolostrum begitu baik untuk kesehatan Bunda dan bayi, seorang konsultan laktasi bernama Leigh Anne O’Connor membagikan beberapa manfaat lain dari kolostrum yang ia temukan dalam laman Today's Parent.
Menurutnya, kolostrum bermanfaat untuk ibu dengan riwayat penyakit diabetes. Ia menemukan bahwa bayi yang menerima asupan kolostrum memiliki risiko peningkatan gula darah yang lebih rendah karena efeknya yang dapat menstabilkan kadar gula darah.
Mendukung pernyataan O’Connor, perawat bersertifikasi bernama Shelly Patularu menambahkan, kolostrum sangat membantu dan menguntungkan bagi ibu yang merencanakan persalinan caesar, menghadapi tekanan darah tinggi, serta ibu yang mengandung bayi kembar dua atau tiga.
Siapa yang dapat menerima ASI kolostrum
Agar manfaat yang dimiliki dapat tersampaikan dengan maksimal, kolostrum dapat diberikan kepada bayi dengan kondisi sebagai berikut:
- Bayi yang ibunya menderita diabetes saat hamil ataupun yang memiliki riwayat diabetes
- Bayi dengan kondisi bibir sumbing atau celah langit-langit yang terdeteksi selama kehamilan
- Bayi dengan kondisi bawaan, misalnya Down Syndrome atau komplikasi jantung
- Bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan janin
- Bayi yang ibunya mengonsumsi obat beta blocker untuk mengontrol tekanan darah tinggi
- Bayi kembar dua atau tiga
Foto: Getty Images/comzeal |
Cara menstimulasi ASI kolostrum sebelum melahirkan
Para ahli menyarankan agar Bunda memerah kolostrum menggunakan tangan dibandingkan menggunakan pompa ASI elektrik atau manual. Pasalnya, penggunaan pompa sering kali terasa kurang nyaman dan biasanya hanya menghasilkan sedikit kolostrum.
Nah, berikut ini cara memerah kolostrum yang direkomendasikan para ahli. Simak langkahnya, Bunda.
- Cuci tangan sampai bersih sebelum menyentuh payudara atau memerah
- Tempelkan kompres hangat ke payudara atau lakukan pemerahan setelah mandi air hangat agar membantu kelancaran aliran kolostrum
- Atur posisi duduk senyaman mungkin, seperti posisi sedikit condong ke depan
- Mulai lakukan pijatan dengan lembut pada payudara, usap dari bagian belakang payudara ke arah puting untuk merangsang refleks pengeluaran kolostrum
- Letakkan jempol di atas puting dan jari-jari lainnya di bawah puting, posisikan tangan memegangnya seperti huruf ‘C’
- Gunakan jempol dan jari untuk meraba beberapa sentimeter ke belakang puting
- Tekan ke arah dada, kompres, dan lepaskan (tekan jari-jari secara bersamaan)
- Ulangi proses tersebut hingga membentuk sebuah irama yang konsisten
- Kolostrum akan mulai keluar setetes demi setetes.
Tips:
Jika kolostrum tidak keluar, cobalah sesuaikan sedikit posisi jari Bunda dan temukan titik yang tepat. Hindari mencubit puting atau menggeser jari secara kasar di atas kulit payudara karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Putar posisi jari dan jempol di sekitar areola searah dengan jarum jam. Ulangi proses pemerahan untuk merangsang dan mengeluarkan kolostrum lebih banyak dari berbagai bagian payudara Bunda.
Bunda bisa memerah masing-masing payudara sebanyak dua kali dalam setiap sesi. Kolostrum yang dihasilkan pun juga bervariasi dari segi tampilan, terkadang kental, encer, berwarna oranye, ataupun berwarna kuning.
Tenang saja, memerah kolostrum sebelum melahirkan tidak akan mempengaruhi produksi ASI Bunda setelah Si Kecil lahir.
Bunda pun juga bisa melihat video teknik memerah yang baik melalui internet atau bertanya dengan konsultan laktasi terpercaya. Setelah kolostrum keluar, kumpulkan kolostrum ke dalam wadah yang bersih berukuran 1 ml atau 2 ml.
Demikian informasi mengenai pengeluaran ASI kolostrum sebelum melahirkan, mulai dari manfaat hingga cara melakukannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
ASI Belum Keluar di Kehamilan 9 Bulan, Normal Enggak Ya?
Menyusui
Cara agar ASI Mengandung Lebih Banyak Lemak agar Berat Badan Si Kecil Bertambah
Menyusui
Pecahkan Rekor Dunia, Bunda Ini Jadi Donatur ASI Terbanyak Hampir 1.600 Liter
Menyusui
Viral Bayi Usia Satu Hari Diberi Air Putih, Ini Kata Dokter
Menyusui
Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 3 Hari Tanpa Minum ASI, Mitos atau Fakta?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Nola Be3 Galau Menyapih Nakeya meski Telah Menyusui Lebih dari 2 Th
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Foto: Getty Images/comzeal
Rasa ASI Ibu Hamil Lebih Enak Dibandingkan saat Menyusui, Mitos atau Fakta?
Durasi Menyusui dan Kualitas ASI: Apakah Benar Lebih Lama Menyusui Lebih Baik?
Dokter Ungkap Kesalahan Menyusui yang Sering Dilakukan Bunda Baru