MENYUSUI
Amankah Penggunaan KB Yasmin untuk Ibu Menyusui?
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Selasa, 15 Jul 2025 08:50 WIBPenggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu cara terbaik untuk menunda kehamilan. Salah satunya yang populer yakni penggunaan KB Yasmin. Amankah penggunaan KB Yasmin untuk ibu menyusui?
Sebagai ibu menyusui, memasang alat KB rasanya bikin maju mundur. Alasan kalau ASI bisa terganggu menjadi kekhawatiran terbesar para pejuang ASI. Padahal, khawatir juga sebenarnya kalau masih menyusui Si Kecil dan malah kebobolan.
Nah, tak sedikit nih dari para ibu menyusui yang selektif memilih alat kontrasepsi. Biasanya, mereka memilih KB yang lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping pada produksi ASI-nya. Salah satu KB yang biasanya diandalkan selain KB suntik tiga bulan yakni pil KB Yasmin ya, Bunda.
Mengenal pil KB Yasmin
Pil KB Yasmin merupakan obat kontrasepsi oral kombinasi yang biasanya digunakan untuk mencegah kehamilan. Pil KB ini mengandung kombinasi antara dua hormon yakni Drospirenon (progestin) dan Etinil Estradiol (estrogen).
Keduanya tersebut memiliki mekanisme kerja di mana kedua hormon itu merupakan hormon turunan progesteron yang dapat membantu mengatur reproduksi perempuan. Ketika dikombinasikan, obat ini bekerja dengan menekan hormon gonadotropin supaya menghambat ovulasi dan mengurangi terjadinya implantasi pengentalan pada endometrium. Selain itu, pil KB Yasmin juga dapat mengentalkan cairan mukosa pada leher rahim yang membuat sperma sulit untuk bergerak di dalam ovarium.
Kegunaan dari pil KB ini sendiri yakni sebagai bentuk kontrasepsi oral dengan efek antimineral kortikoid dan antiandrogenik, yang bermanfaat untuk perempuan yang mengalami retensi cairan karena pengaruh hormon, dan perempuan yang menderita akne dan seborea.
Penggunannya dapat dimulai pada hari pertama menstruasi yakni setiap hari sebanyak satu tablet selama 21 hari, lalu 7 hari tanpa tablet, dan seterusnya, yang dikonsumsi sesudah makan. Jika tidak digunakan, sebaiknya pil KB ini disimpan di tempat sejuk dan kering serta terhindari dari paparan matahari langsung.
Pada penggunaannya, sebaiknya Bunda mewaspadai adanya efek samping yang muncul saat mengonsumsi pil KB Yasmin. Di antaranya yakni emosi labil, sakit kepala, nyeri payudara, mual, dan metroragia, serta amenore.
Cara mengonsumsi KB Yasmin
Kebanyakan perempuan memilih untuk mengonsumsi satu pil setiap hari selama 21 hari, lalu istirahat selama 4 atau 7 hari. Bunda kemungkinan akan mengalami perdarahan putus obat. Kondisinya seperti menstruasi tetapi bukan menstruasi, seperti dikutip dari laman Lloydspharmacy.
Selain itu, Bunda juga dapat mengonsumsi pil KB Yasmin sebagai berikut:
1. Tricyling
Minum 1 pil setiap hari selama 9 minggu tanpa istirahat. Setelah 9 minggu (3 kemasan pil), istirahatlah selama 4 atau 7 hari, lalu mulai siklusnya lagi.
2. Penggunaan berkelanjutan
Dalam metode ini, Bunda dapat minum 1 pil setiap hari tanpa istirahat sama sekali.
3. Penggunaan fleksibel jangka panjang
Minumlah satu pil setiap hari selama minimal 21 hari. Jika Bunda mengalami perdarahan yang tidak dapat diterima, istirahatlah selama 4 hari. Pada hari kelima, mulailah minum pil setiap hari lagi dan jangan istirahat lagi selama minimal 21 hari.
Seberapa efektif pil KB Yasmin?
Cara kerja pil KB Yasmin yang terdiri dari hormon drospirenon dan etinilestradiol bekerja dengan mencegah ovarium melepaskan sel telur (ovulasi). Hormon ini juga menyulitkan sperma untuk mencapai sel telur, atau menyulitkan sel telur untuk menempel di dinding rahim.
Jika dikonsumsi dengan benar, pil KB Yasmin 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Jika tidak dikonsumsi dengan benar, sekitar 9 dari 100 perempuan akan hamil.
Penggunaan pil KB Yasmin juga perlu diperhatikan ya mengingat ada efek samping yang mungkin timbul. Jika Bunda muntah atau diare parah, efektivitas pil KB Yasmin akan terpengaruh. Bunda mungkin tidak akan terproteksi dari kehamilan. Jika ini terjadi, teruslah minum pil seperti biasa tetapi gunakan kondom. Jika ini berlanjut lebih dari 24 jam, Bunda perlu mengikuti langkah-langkah yang sama seperti jika lupa minum pil. Penting diperhatikan ya, Bunda, bahwa pastikan Bunda yakin tidak hamil saat mengonsumsi pil ini.
Berapa lama pil KB Yasmin bekerja?
Jika Bunda mulai menggunakan pil KB Yasmin pada hari 1-5 menstruasi, Bunda akan segera terlindungi dari kehamilan, asalkan tidak mengalami siklus menstruasi yang pendek atau tidak teratur.
Saat Bunda mulai menggunakannya setelah hari ke-1 dan mengalami siklus menstruasi yang pendek atau tidak teratur, Bunda perlu menggunakan pengaman selama 7 hari jika berhubungan seksual. Dokter mungkin akan menyarankan apakah perlu menggunakan kontrasepsi tambahan dalam 7 hari pertama jika berhubungan seksual.
Apa saja efek samping pil KB Yasmin?
Banyak perempuan yang menggunakannya tidak merasakan adanya efek samping apa pun. Namun, sebagian dari mereka ada juga yang mengalami efek samping saat mengonsumsinya. Efek samping dari penggunaan pil KB Yasmin di antaranya perubahan suasana hati, sakit kepala, ketidaknyamanan pada payudara, rasa mual, dan perdarahan tidak teratur.
Ada juga efek samping yang jarang terjadi yakni sebagian perempuan mengalami pembekuan darah. Pil ini memiliki risiko pembekuan darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pil lainnya. Jika Bunda memiliki kekhawatiran, segeralah berkonsultasi dengan dokter ya, Bunda.
Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Simak video di bawah ini, Bun:
Ternyata, ini Awal Mula Hadirnya Ruang Menyusui di Tempat Kerja, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Waktu yang Tepat untuk Suntik KB bagi Ibu Menyusui
9 Pilihan KB yang Aman untuk Ibu Menyusui dan Cara Tepat Memilihnya
8 Rekomendasi Metode Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Enggak Bikin ASI Seret
Ini 3 Syarat agar Menyusui Ampuh Jadi Alat Kontrasepsi Alami
TERPOPULER
Serunya Birthday Weekend Febby Rastanty Bareng Suami, Ngopi Cantik Sampai Sunset Romantis
Sederet Artis Muda Umumkan Kehamilan Pertama di Awal Tahun, Bersiap Jadi Bunda di Tahun 2026
Fase Kritis dalam Perkembangan Otak Si Kecil, Bunda Perlu Tahu
Perempuan Hobi Rebahan di Rumah Justru Menjaga Energi Positif Hunian Menurut Feng Shui
Es Krim dari ASI Bukan Mitos, Ini Kisah Pengalaman Mencobanya
REKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Alat Penyedot Ingus Bayi yang Aman Digunakan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Daftar Nama Bayi Populer yang Sekarang Tidak Lagi Dipilih Orang Tua di 2026
Ibu dan Anak Sama-Sama Lawan Kanker Payudara, Ini Cerita Katie Thurston
Perempuan Hobi Rebahan di Rumah Justru Menjaga Energi Positif Hunian Menurut Feng Shui
Serunya Birthday Weekend Febby Rastanty Bareng Suami, Ngopi Cantik Sampai Sunset Romantis
Fase Kritis dalam Perkembangan Otak Si Kecil, Bunda Perlu Tahu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Makna Kata "Ore" di Dragon Ball, Kenapa Goku Tak Biasa Mengucapkannya?
-
Beautynesia
Nostalgia 8 Jajanan Es Jadul Favorit Anak SD, Ada Es Gabus!
-
Female Daily
ParagonCorp Wardah Hadir dalam Pertemuan Perempuan Muslim Dunia ‘Jadal Women’s Research Dialogue’ di Qatar!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Viral Pernikahan Sederhana Gen Z, Tanpa Musik & Jamuan Mi Instan Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Puasa Saat Hamil, Aman atau Tidak? Ini Kata Dokter dan 10 Syarat Pentingnya