MENYUSUI
Ketahui Risiko bila Orang Dewasa Minum ASI
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Selasa, 20 Jan 2026 09:10 WIBASI adalah cairan istimewa yang Allah ciptakan khusus untuk bayi. Kandungannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, daya tahan tubuh, dan tumbuh kembang Si Kecil. Namun belakangan, muncul tren orang dewasa yang mengonsumsi ASI dengan berbagai klaim, seperti meningkatkan imun hingga membantu pemulihan penyakit.
Sebagai Bunda, penting untuk memahami fakta ilmiahnya agar tidak keliru.
ASI diciptakan khusus untuk bayi, bukan orang dewasa
Secara biologis, komposisi ASI disesuaikan dengan kebutuhan tubuh bayi yang sistem pencernaannya masih berkembang. Kandungan protein, lemak, dan mikronutriennya tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi orang dewasa.
Ulasan ilmiah yang dimuat dalam Journal of the Royal Society of Medicine menyebutkan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan konsumsi ASI memberikan manfaat kesehatan bagi orang dewasa. Para peneliti menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi orang dewasa lebih efektif dipenuhi melalui pola makan seimbang dan gaya hidup sehat (Journal of the Royal Society of Medicine; Queen Mary University of London).
Baca Juga : 3 Fakta Medis seputar Orang Dewasa Minum ASI |
Risiko penularan penyakit melalui ASI
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah penularan penyakit infeksi. Penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases dalam Oxford Academic menunjukkan bahwa virus HIV-1 dapat ditemukan dalam ASI dan berpotensi menular melalui konsumsi ASI yang terkontaminasi.
Selain HIV, beberapa patogen lain yang dilaporkan dapat ditularkan melalui ASI antara lain:
- HTLV-1 (Human T-Cell Lymphotropic Virus)
- Hepatitis B dan CCytomegalovirus (CMV)
Hal ini diperkuat oleh tinjauan dalam jurnal Public Health Nutrition dalam Cambridge University Press yang menyoroti risiko patogen infeksius dalam ASI yang tidak melalui proses skrining dan pengolahan medis.
Risiko kontaminasi bakteri dan zat berbahaya
ASI yang diperah dan disimpan tanpa standar kebersihan medis juga berisiko terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Salmonella. Kontaminasi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare, hingga infeksi serius, terutama pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah.
Laporan dari International Exchange for Research and Education (IERE) menegaskan bahwa ASI yang diperjualbelikan secara bebas (terutama melalui jalur online) sering kali tidak melalui proses pasteurisasi dan pemeriksaan laboratorium, sehingga berisiko membawa bakteri, virus, maupun residu zat lain seperti obat-obatan, alkohol, dan nikotin.
Klaim manfaat ASI untuk orang dewasa belum terbukti
Beberapa klaim populer menyebut ASI dapat meningkatkan imun, mempercepat penyembuhan, atau membantu pembentukan otot pada orang dewasa. Namun, para ahli menegaskan bahwa klaim tersebut belum didukung oleh uji klinis yang valid.
Penjelasan dari Queen Mary University of London dan Journal of the Royal Society of Medicine menegaskan bahwa manfaat ASI bersifat spesifik untuk bayi, terutama dalam mendukung sistem imun dan tumbuh kembang di awal kehidupan. Sementara tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan ASI dapat meningkatkan performa fisik, daya tahan tubuh, atau kesehatan metabolik pada orang dewasa.
Sehingga, hingga saat ini, belum ada uji klinis terkontrol yang membuktikan bahwa konsumsi ASI memberikan manfaat kesehatan khusus bagi orang dewasa. Sebagian besar klaim yang beredar hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau testimoni, bukan penelitian medis dengan metodologi yang valid.
Meski bernutrisi untuk bayi, ASI tidak memenuhi kebutuhan gizi orang dewasa. Kandungan laktosa yang tinggi dan rendahnya zat besi serta mikronutrien lain membuat ASI tidak lebih unggul dibandingkan makanan sehat biasa.
ASI adalah hak bayi
Air Susu Ibu (ASI) bukan sekadar minuman bernutrisi. Secara medis dan etis, ASI adalah hak bayi, terutama pada masa awal kehidupan yang sangat menentukan tumbuh kembang dan kelangsungan hidupnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menegaskan bahwa ASI merupakan makanan terbaik dan paling ideal bagi bayi, khususnya dalam enam bulan pertama kehidupan. Kandungan ASI dirancang secara biologis untuk memenuhi kebutuhan bayi, bukan orang dewasa.
Dari sisi etika dan kesehatan masyarakat, ASI seharusnya diprioritaskan untuk bayi, terutama bayi prematur atau bayi dengan kondisi medis tertentu yang membutuhkan donor ASI dari bank ASI resmi. Organisasi kesehatan menekankan bahwa ASI bukan untuk konsumsi umum orang dewasa, melainkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Benarkah Minuman Isotonik Bisa Memicu Kontraksi Jelang Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Makanan Khas Liburan yang Perlu Ibu Hamil & Menyusui Hindari
Nutrisi Labu Siam Bermanfaat untuk Bunda yang Sedang Hamil Maupun Menyusui
7 Manfaat Lemon untuk Ibu Menyusui, Salah Satunya Bikin Kurus
Amankah Suami Meminum ASI Istri?
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Skintific Peptide Lip Serum Rilis Shade Baru, Ini Bedanya dari Formula Lama
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aktor Ungkap Kisah Cinta dengan Istri Baru yang Lebih Muda 40 Tahun
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!