menyusui
Studi: Menyusui Minimal 4 Bulan, Kunci Lindungi Anak dari Risiko Asma
HaiBunda
Senin, 23 Feb 2026 06:40 WIB
Daftar Isi
Asma merupakan gangguan pernapasan yang kerap dialami oleh anak-anak. Belum ditemukan secara pasti penyebab dari asma, tetapi sebuah studi terbaru telah mengungkapkan bahwa dengan menyusui dapat membantu mengurangi risiko asma pada anak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan setidaknya terdapat 262 juta orang di seluruh dunia menderita asma pada tahun 2019. Angka kematiannya pun juga menunjukkan jumlah yang tidak biasa, yakni 461 ribu orang.
Oleh karena itu, sejumlah pakar dan ahli melakukan penelitian terkait upaya-upaya untuk menurunkan risiko asma pada anak-anak sejak dini. Tanpa disangka, upaya tersebut ternyata dapat dilakukan mulai dari langkah yang sederhana, yaitu menyusui.
Studi tentang menyusui eksklusif dapat mencegah asma pada anak
Seperti yang diketahui, ASI sangat penting untuk tumbuh kembang anak sejak kehidupan pertamanya. Bahkan, studi dalam literatur medis The Journal of Allergy and Clinical Immunology mengungkapkan bahwa pemberian ASI selama empat bulan mampu mencegah terjadinya asma pada anak, lho.
Temuan ini diharapkan menjadi dorongan bagi para ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka hingga usia 2 tahun. Pasalnya, dalam empat bulan pertama saja, Bunda sudah bisa membantu anak dalam mencegah penyakit yang akan berdampak pada kesehatannya di masa depan.
Penelitian ini dilakukan oleh seorang profesor dari Karolinska Institutet sekaligus perawat spesialis dari Rumah Sakit Anak Sachs, Inger Kull, PhD. Dalam melakukan riset, Kull melibatkan 3.919 perempuan Swedia untuk diamati perkembangannya selama menyusui.
“Sebelumnya kami telah menerbitkan data tentang hubungan antara pemberian ASI dan asma hingga usia 8 tahun dalam kohort BAMSE Swedia kami. Kali ini, kami ingin meneliti potensi efek dalam jangka waktu yang lebih lama, dalam hal ini hingga usia dewasa muda,” ujar Kull yang dikutip dari laman Healio.
Peneliti meminta para perempuan untuk mengisi kuisioner saat anak mereka berumur 1 tahun. Selain itu, mereka juga akan diminta data berupa riwayat pemberian ASI selama menjalani penelitian. Nantinya, peneliti akan memeriksa kondisi asma dan melihat kadar IgE pada anak mereka.
Diketahui dari penelitian tersebut setidaknya terdapat 8 kali pemeriksaan kondisi asma, yakni saat usia 0, 1, 2, 4, 8, 12, 16, dan 24 tahun. Menurut penelitian tersebut, populasi ini sebagian besar terdiri dari anak yang diberi ASI eksklusif selama empat bulan.
Penelitian tentang ASI mencegah asma pada anak
Penelitian ini juga melibatkan sejumlah faktor, seperti jenis kelamin, riwayat penyakit alergi keluarga, saudara, kebiasaan merokok orang tua, serta status sosial ekonomi.
Setelah dilakukan penyesuaian, peneliti menemukan anak yang diberi ASI eksklusif selama empat bulan cenderung memiliki risiko yang rendah terpapar asma hingga dirinya berusia 24 tahun.
“Selama ini, penelitian menunjukkan bahwa ASI membantu menurunkan risiko asma pada anak di usia dini. Yang mengejutkan, manfaat tersebut ternyata masih dapat dirasakan hingga mereka memasuki usia dewasa muda.” jelas Kull.
Namun, Kull menegaskan bahwa efek perlindungan ASI yang terhadap asma yang sebenarnya hanya efektif sampai usia anak 12 tahun. Begitu anak memasuki usia 16 hingga 24 tahun, pengaruh ASI eksklusif diketahui akan memudar.
Jadi, dapat dikatakan ASI memang mampu membantu mengurangi potensi asma pada anak, tetapi efektivitasnya sangat terbatas. Setelah anak menginjak remaja dan dewasa awal, gaya hidup dan lingkungan justru menjadi faktor yang mempengaruhi risiko asma pada mereka.
Kaitan pemberian ASI dan jenis-jenis asma
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, berikut hubungan antara pemberian ASI eksklusif selama empat bulan dengan berbagai jenis asma yang ditemukan.
1. Asma persisten
Pemberian ASI eksklusif sangat efektif menurunkan risiko asma jenis ini, Bunda. Peneliti mengatakan bahwa peluang asma dapat menurun secara signifikan, dibandingkan dengan anak yang diberikan ASI eksklusif kurang dari empat bulan.
2. Asma alergi
ASI eksklusif juga memberikan perlindungan kepada asma yang disebabkan oleh alergi, terutama saat anak memasuki usia sekolah, yakni 8 tahun, hingga masa remaja atau sekitar 16 tahun.
3. Asma transien dini
Meskipun efeknya tidak terlihat secara signifikan, setidaknya terdapat sejumlah penelitian yang mengatakan bahwa efeknya terlihat jelas pada anak-anak yang sudah bergejala sejak bayi.
Namun, perlu diketahui bahwa pemberian ASI tidak berpengaruh sama sekali pada asma yang baru muncul ketika anak tumbuh dewasa. Selain itu, pemberian ASI tidak mempengaruhi penurunan risiko asma yang bukan disebabkan oleh alergi.
Demikian informasi mengenai pemberian ASI selama empat bulan yang diketahui dapat menurunkan potensi asma pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Peran ASI dalam Mencegah Risiko Penyakit Asma pada Anak
Menyusui
Apakah Obat Salbutamol Aman untuk Ibu Menyusui? Ini Penjelasannya
Menyusui
Bayinya Dipuji Montok di Usia 4 Bulan, Indah Permatasari Bagikan Rahasia Menyusui
Menyusui
Penelitian Terbaru Ungkap Menyusui Bisa Kurangi Risiko Alergi & Asma
Menyusui
Studi Ungkap Peluang Menyusui Bisa Obati Asma
5 Foto
Menyusui
5 Potret Bunda Seleb Bertekad Menyusui Sang Anak, Terbaru Nikita Willy
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Durasi Menyusui Memengaruhi Perkembangan Sistem Pernapasan Bayi? Simak Faktanya
Pemberian ASI Bantu Meningkatkan DNA Bayi, Ini Fakta Menarik Hasil Studi!
6 Manfaat ASI dalam Jangka Panjang untuk Si Kecil hingga Dewasa