HaiBunda

MENYUSUI

Tips Mencuci Pompa ASI Jadi Bersih, Higienis, dan Anti Ribet

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Rabu, 18 Mar 2026 07:30 WIB
Tips Mencuci Pompa ASI Jadi Bersih, Higienis, dan Anti Ribet/Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Bagi ibu menyusui, mencuci pompa ASI terkadang membutuhkan usaha yang ekstra. Sebab, perlengkapan tersebut haruslah higienis agar kesehatan bayi tetap terjaga.

Selain itu, memompa dan menyimpan ASI menjadi pilihan banyak ibu menyusui saat ini karena membantu menjaga ketersediaan ASI, terutama ketika sang ibu harus bekerja. Proses pemberian ASI juga bisa dibantu oleh anggota keluarga lain sehingga ibu tidak merasa kewalahan.

Nah, setelah memompa ASI, menjaga kebersihan dan sanitasi pompa ASI sangatlah penting. Jika bagian-bagian pompa tidak dibersihkan secara menyeluruh, sisa ASI yang menempel bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya dan berisiko membuat bayi sakit, Bunda.


Karena itu, mencuci pompa ASI setelah digunakan menjadi langkah terbaik untuk melindungi bayi dari risiko paparan kuman. Terdapat beberapa tips dalam mencuci perlengkapan menyusui menurut seorang konsultan laktasi bernama Megan Dean yang dilansir dari laman CHOC.

Tips mencuci pompa ASI 

Simak beberapa tipsnya berikut ini, ya.

1. Cuci pompa dengan cara manual

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menekankan agar semua bagian pompa harus dicuci secara menyeluruh dengan sabun dan air sebelum digunakan kembali. Meskipun sudah dibersihkan dengan tisu, FDA mengimbau agar pembersihan dapat dilakukan dengan cermat.

Sejalan dengan penyampaian FDA, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan agar Bunda mencuci perlengkapan menyusui secara manual atau dengan tangan. Hal ini dilakukan supaya setiap bagian pompa dapat dibersihkan dengan menyeluruh.

Untuk membersihkan secara manual, Bunda bisa siapkan baskom dan sikat botol yang khusus dipakai untuk mencuci perlengkapan menyusui dan peralatan makan bayi. Hindari meletakkan bagian pompa ke dalam wastafel agar tidak terjadi penyebaran kuman.

Setelah itu, Bunda bisa lakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Isi baskom dengan air hangat dan sabun.
  • Cuci setiap bagian pompa menggunakan sikat botol sesuai petunjuk.
  • Untuk selang pompa, biasanya tidak disarankan dicuci, kecuali terdapat petunjuk khusus.
  • Bilas bagian-bagian pompa dengan air mengalir atau rendam dalam baskom terpisah yang berisi air bersih hingga sisa sabun benar-benar menghilang.
  • Letakkan semua bagian di atas kain atau alas bersih di area yang higienis, lalu biarkan mengering dengan sendirinya.
  • Hindari mengelap dengan kain karena dapat memindahkan paparan kuman.

2. Cuci pompa ASI dengan mesin pencuci piring

Sebelum itu, Bunda harus memastikan bahwa part atau bagian pompa aman bila dicuci menggunakan mesin pencuci piring. Setelah itu, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Masukkan bagian-bagian pompa ke dalam mesin pencuci piring.
  • Letakkan komponen kecil di dalam tempat penyimpanan khusus agar tidak tercecer.
  • Gunakan air panas dan atur menjadi mode sanitasi bila tersedia di mesin pencuci tersebut.
  • Setelah selesai, keluarkan semua bagian dengan tangan yang sudah bersih.
  • Jika masih basah, letakkan di atas alas bersih dan biarkan mengering dengan sendirinya.

3. Membersihkan dan mensanitasi alat pembersihnya

Selain mencuci, Bunda juga perlu melakukan sanitasi untuk memaksimalkan perlindungan dan kehigienisannya. Tidak hanya pompa ASI yang perlu dibersihkan, alat-alat pembersihnya pun juga harus dijaga kebersihannya.

Pastikan baskom dan sikat botol dibilas hingga bersih setelah digunakan, lalu biarkan mengering dengan sendirinya sebelum dipakai kembali. Cucilah secara menyeluruh setiap beberapa hari sekali, baik secara manual maupun dengan mesin pencuci piring.

Jika bayi lahir prematur atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, baskom dan sikat botol sebaiknya dibersihkan dan disanitasi setiap hari. Untuk pompa ASI, lakukan sanitasi dengan menggunakan alat sterilisasi uap, merebus dalam air mendidih, atau mencuci di mesin pencuci piring dengan mode sanitasi.

4. Simpan komponen pompa ASI di tempat yang bersih dan aman

Setelah semua komponen pompa benar-benar kering, simpan pompa di wadah atau tempat yang bersih dan tertutup rapat. Hindari wadah yang mudah terbuka atau tidak kedap udara sehingga debu dan kotoran tidak masuk.

Sekali lagi, Bunda perlu memastikan bahwa keseluruhan bagian pompa sudah kering sepenuhnya sebelum disimpan. Pasalnya, kelembapan yang diakibatkan dari sisa air dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga mencemari pompa ASI tersebut.

5. Periksa komponen pompa ASI secara rutin

Memeriksa keseluruhan komponen pompa merupakan langkah sederhana yang sangat berarti. Melalui pemeriksaan rutin, Bunda bisa mengetahui bagaimana kondisi dan keamanan dari pompa ASI tersebut.

Pastikan tidak ada komponen yang retak, pecah, aus, berkarat, berubah bentuk, atau berjamur. Jika Bunda menemukan kerusakan, segera buang dan ganti dengan yang baru agar tetap aman digunakan.

6. Bersihkan pompa ASI yang digunakan bersama sebelum digunakan

Jika Bunda menggunakan pompa ASI bersama, misalnya saat di kantor atau di ruang laktasi umum, disarankan untuk membersihkan bagian luar pompa terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Bunda bisa gunakan tisu basah desinfektan untuk mengelap badan pompa, tombol dan saklar daya, serta permukaan meja atau area sekitar. Langkah ini membantu mengurangi risiko paparan kuman dari pengguna sebelumnya.

7. Lakukan langkah lain bila tidak bisa langsung membersihkan

CDC menyarankan agar Bunda selalu membersihkan bagian-bagian pompa setelah digunakan untuk melindungi bayi dari paparan kuman. Namun, pada kondisi tertentu Bunda mungkin tidak bisa langsung membersihkannya.

Oleh karena itu, CDC menyarankan agar membilas bagian pompa guna menghilangkan sisa ASI, menyimpan pompa ke dalam kantong bersih dan tertutup, serta meletakkannya di lemari es untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. 

Apabila membilas bersih sisa ASI tidak memungkinkan, Bunda dapat menyekanya dengan tisu bersih untuk sementara. Beberapa brand juga menyediakan tisu higienis khusus untuk membersihkan bagian pompa dan botol.

Demikian informasi mengenai tips mencuci pompa ASI dari seorang konsultan laktasi. Semoga informasinya bermanfaat dan semangat mengASIhi, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ide Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Kartu Hampers Lebaran, Tulus dan Penuh Doa

Mom's Life Fauzan Julian Kurnia

7 Ciri Kepribadian Orang yang Mau Kasih Jalan Mobil Lain saat Macet

Mom's Life Annisa Karnesyia

3 Tips dari Psikolog Saat Hadapi Pertanyaan Sensitif Kala Lebaran

Mom's Life Amira Salsabila

Bolehkah Ibu Hamil Makan Sajian Lebaran Mengandung Santan? Ini Jawaban Dokter

Kehamilan Annisa Karnesyia

Anak Mulai MPASI Pertama saat Mudik Lebaran 2026? Ini 5 Tips Persiapan Penting

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret BCL Masak Rendang 7 Kg hingga 6 Jam, Tradisi Tiap Tahun Jelang Lebaran

Bolehkah Ibu Hamil Makan Sajian Lebaran Mengandung Santan? Ini Jawaban Dokter

3 Tips dari Psikolog Saat Hadapi Pertanyaan Sensitif Kala Lebaran

Ide Ucapan Idul Fitri 2026 untuk Kartu Hampers Lebaran, Tulus dan Penuh Doa

7 Ciri Kepribadian Orang yang Mau Kasih Jalan Mobil Lain saat Macet

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK