MENYUSUI
Tak hanya Menutrisi, Asam Lemak ASI Juga Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 28 Mar 2026 08:50 WIBASI memang mengandung banyak nutrisi penting salah satunya asam lemak. Yang banyak tidak diketahui para busui, sebenarnya tak hanya menutrisi, asam lemak ASI juga bantu bayi tidur lebih nyenyak, Bun.
Peran ASI memainkan peran sentral bagi pertumbuhan bayi. Dengan kandungan penting yang ada dalam ASI salah satunya asam lemak ASI ternyata memiliki manfaat yang tak banyak diketahui. Ya, bahwa ASI ternyata memainkan peran kunci dalam meningkatkan kualitas dan durasi tidur bayi, dan menyoroti dampak nutrisi dini terhadap perkembangan bayi yang sehat.
Manfaat asam lemak pada ASI
Dalam sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, para peneliti meneliti hubungan antara asam lemak tak jenuh ganda dalam ASI dan pola tidur bayi.
Seperti diketahui bahwa tidur bayi merupakan proses perkembangan yang dinamis, terkait erat dengan berat badan, kognisi, dan metabolisme. Berbagai penelitian menggarisbawahi pentingnya tidur untuk proses pengaturan, fisiologis, dan metabolisme.
Bayi sendiri bisa menghabiskan sekitar 70 persen waktunya untuk tidur dalam beberapa minggu pertama kehidupan, dengan bukti yang menunjukkan efek jangka panjang pola tidur terhadap hasil kesehatan.
Karena manfaatnya yang baik dari ASI, pemberian ASI eksklusif pun direkomendasikan untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan bayi yang optimal selama enam bulan pertama seperti dikutip dari laman News Medical.
Lemak sendiri merupakan komponen makronutrien utama dalam ASI, dengan polyunsaturated fatty acids (PUFA) mewakili seperlima dari total lemak dalam ASI. Selain itu, PUFA sangat penting untuk proses perkembangan utama, termasuk pematangan sistem saraf pusat dan fungsi retina dan otak, serta PUFa diketahui dapat memengaruhi pengaturan tidur. Meskipun demikian, penelitian tentang bagaimana kandungan PUFA dalam ASI berhubungan dengan hasil tidur pada bayi yang hanya diberi ASI masih terbatas.
Dalam penelitian ini, para peneliti menilai hubungan antara PUFA dalam ASI dan pola tidur pada bayi yang hanya diberi ASI. Studi ini merupakan analisis sekunder dari data uji coba terkontrol acak yang menilai efektivitas kue laktasi.
Para orang tua perempuan dari bayi berusia dua bulan yang hanya diberi ASI di Amerika Serikat yang memenuhi syarat untuk dimasukkan jika bayi mereka sehat dan lahir cukup bulan dari kehamilan yang sehat dan persalinan tanpa komplikasi. Data dikumpulkan mengenai sosiodemografi, tinggi dan berat badan ibu sebelum kehamilan, serta berat dan panjang badan bayi saat lahir.
Sementara data tidur bayi diperoleh dengan menggunakan kuesioner tidur bayi singkat yang dilaporkan oleh orang tua. Hasil utama penelitian ini adalah total waktu tidur bayi dalam 24 jam, yang diperkirakan sebagai jumlah total waktu tidur malam dan siang. Hasil sekunder meliputi latensi tidur dan terbangun di malam hari. Kemudian, peserta diminta untuk memberikan sampel ASI puasa untuk analisis.
Dalam penelitian tersebut, metil ester asam lemak diekstrak dari sampel dan dianalisis menggunakan kromatografi gas- detektor ionisasi nyala. Kemudian, model regresi linier multivariat digunakan dengan total waktu tidur bayi selama 24 jam sebagai hasil utama dan terbangun di malam hari serta latensi tidur sebagai hasil eksplorasi.
Dari sana, model disesuaikan dengan indeks massa tubuh (BMI) sebelum kehamilan, jumlah pemberian makan, jenis kelamin bayi, dan skor z berat badan terhadap panjang badan pada usia dua bulan.
Hasil dari temuan tersebut yakni bayi perempuan mungkin memproses ALA secara berbeda-beda. Makalah ini mencatat bahwa perempuan umumnya menunjukkan efisiensi yang lebih besar dalam mengubah ALA dari makanan menjadi DHA yang mendukung fungsi otak, yang mengisyaratkan faktor biologis yang berpotensi membentuk hasil.
Uji coba asli ini melibatkan 176 peserta di mana sub-studi ini melibatkan 131 individu yang memberikan sampel ASI. Usia rata-rata dari bayi adalah 2,04 bulan pada saat pengambilan sampel ASI. Secara umum, sebagian besar peserta mengalami obesitas atau kelebihan berat badan sebelum kehamilan (63,4 persen), memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi (63 persen), dan mengidentifikasi diri sebagai ras kulit putih (81,7 persen).
Rata-rata, total waktu tidur mereka dari 24 jam adalah 14,6 jam, dengan bayi tidur selama 6,22 jam di siang hari dan 8,44 jam di malam hari. Sementara, rata-rata latensi tidur ialah 43.8 menit.
Kesimpulan dari penelitian tersebut yakni para keluarga yang berpartisipasi berasal dari 30 negara bagian ASI. Penyebaran geografis ini menunjukkan bahwa temuan tidak terbatas pada satu wilayah saja, sehingga menambah bobot pengamatan.
Secara keseluruhan, temuan tersebut mengungkapkan bahwa proporsi PUFA ASI yang lebih tinggi dibandingkan dengan total asam lemak ASI dikaitkan dengan peningkatan waktu tidur bayi yang bermakna secara klinis.
Dan secara khusus, setiap peningkatan 1 persen asam lemak omega-3 ASI dikaitkan dengan sekitar 60 menit lebih banyak waktu tidur, sementara peningkatan 1 persen asam lemak omega-6 berkorelasi dengan sekitar 8 menit tambahan waktu tidur.
Namun, para peneliti mencatat bahwa peningkatan 1 persen omega-3 mewakili perubahan relatif yang lebih besar (sekitar dua standar deviasi) dibandingkan dengan omega-6 (sekitar 0,25 SD), sehingga perlu diwaspadai terhadap perbandingan langsung nilai-nilai ini. Di luar itu, hal yang perlu diperhatikan ialah adanya peningkatan waktu tidur yang terkait dengan PUFA hanya diamati selama periode siang hari.
Lebih lanjut, ALA menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tidur harian dan total keseluruhan di mana menunjukkan potensi peran dalam pengaturan tidur melalui mekanisme yang dibahas dalam makalah ini, seperti modulasi ritme sirkadian atau pelepasan melatonin.
Keterbatasan dalam penelitian ini meliputi desain observasionalnya, yang menghalangi inferensi kausal. Kemungkinannya yakni adanya bias ingatan karena data tidur yang dilaporkan oleh pengasuh, dan kurangnya penyesuaian untuk perbandingan berganda, yang dapat meningkatkan risiko positif palsu.
Selain itu, penelitian ini bergantung pada proporsi asam lemak daripada konsentrasi absolut, yang hanya memberikan wawasan pelengkap. Sehingga, masih diperlukan adanya penelitian lebih lanjut untuk menguatkan temuan ini, menguraikan mekanisme biologis yang mendasarinya, dan memeriksa dampak diet ibu dan faktor laktasi pada lintasan tidur bayi.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Dukung ASI, Negara Ini Tertibkan Iklan Susu Formula
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jumlah Ibu Menyusui di Singapura Meningkat Drastis, Ini Alasannya
Mitos atau Fakta? 9 Manfat Tak Terduga ASI, Atasi Ruam hingga Eksim
ASI Bisa Menetralkan Polutan dalam Tubuh Si Kecil, Bunda Perlu Tahu
Kandungan ASI Bantu Bayi Baru Lahir Bedakan Siang & Malam
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Jamur pada Mulut Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
REKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ikut Tren Unggah Foto 90-an, Sophia Latjuba Dipuji Berwajah seperti 'Vampir'
Jamur pada Mulut Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mencegah, & Mengobatinya
Endometriosis Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran dan Kehamilan Ektopik
Ramai Sepekan: Arus Balik Lebaran Diprediksi Memuncak hingga BBM Langka Bikin Warga Antre
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Alami Masalah Kesehatan, Dahyun-Chaeyoung Tak Ikut Tur Dunia TWICE
-
Beautynesia
8 Bintang Drakor yang Punya Pekerjaan Menarik Sebelum Debut, Sudah Tahu?
-
Female Daily
Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Bak Pinang di Belah Dua, Namgoong Min & Jaemin NCT Akhirnya Foto Bareng
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar