menyusui

Sphingomyelin, Kandungan ASI yang Bantu Otak Bayi Berkembang

Asri Ediyati Rabu, 03 Jul 2019 19:32 WIB
Sphingomyelin, Kandungan ASI yang Bantu Otak Bayi Berkembang
Jakarta - Sudah tak bisa dimungkiri lagi, air susu ibu (ASI) memberikan banyak manfaat bagi bayi. Menurut Prof.Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), ASI adalah makanan terbaik bayi. Dari awal lahir hingga enam bulan, anak akan sangat memerlukan ASI. Begitu enam bulan baru lah ditambah MPASI.

"Komposisi ASI itu begitu lengkap ada sumber energi, sumber protein, sumber lemak, dan berbagai substansi lain yang baik. Ada sphingomyelin, ada asam sialat, vitamin D," kata Soedjatmiko di acara peluncuran aplikasi Teman 123 Frisian Flag, di Gedung Wanita Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Kenapa ASI itu diunggulkan? Karena mengandung banyak nutrisi yang begitu lengkap, salah satu kandungannya yakni sphingomyelin. Sebuah lemak baik yang ternyata sangat berperan untuk perkembangan otak dan myelin (selubung sel saraf yang akan mempercepat proses mengingat).

"Sphingomyelin berperan sebagai percabangan otak, saraf, stem kekebalan. Anak akan memproses dengan cepat kalau myelinnya terhubung dengan baik, akhirnya kecerdasan anak lebih baik," ujarnya.
Sphingomyelin, Kandungan ASI yang Bantu Otak Bayi BerkembangIlustrasi ASI/ Foto: iStock
Selain sphingomyelin, ada kandungan yang tak kalah penting di ASI yakni asam sialat. Asam sialat dijumpai terbanyak di otak walapun ada sedikit di hati. Asam sialat ini berfungsi untuk perkembangan sistem saraf, memlihara, menjaga kesehatan.


"Asam sialat banyak sekali dibutuhkan otak. Asam sialat membantu perkembangan otak si kecil untuk proses belajar, proses mengingat yang didapat dari lingkungan," kata Soedjatmiko.

ASI juga mengandung vitamin D yang juga berguna untuk perkembangan otak, Bun. Namun, perlu Bunda ingat, kata Soedjatmiko, kalau cuma dapat vitamin D dari luar itu kurang. Untuk bisa dicukupi dengan bayi minum ASI. Dari beberapa penelitian, vitamin D terbukti mempengaruhi perkembangan kecerdasan.

"Bagaimana, kalau ASI-nya kurang sampai dua tahun? Boleh ditambah susu formula supaya nutrisinya cukup," tutur Soedjatmiko.

Simak juga video seputar ASI berikut ini, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi