HaiBunda

MENYUSUI

ASI Eksklusif Tinggalkan 'Stempel' pada Aktivitas Gen Anak

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 09 May 2026 10:10 WIB
ASI Eksklusif Tinggalkan 'Stempel' pada Aktivitas Gen Anak/Foto: Getty Images/oksix
Jakarta -

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga meninggalkan 'jejak biologis' yang lebih dalam bahkan hingga ke tingkat genetik. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ASI dapat memengaruhi cara gen bekerja pada tubuh anak, sebuah proses yang dikenal sebagai epigenetik.

Apa itu 'stempel' pada aktivitas gen?

Dalam dunia sains, istilah 'stempel' ini merujuk pada perubahan epigenetik, yakni perubahan dalam aktivitas gen tanpa mengubah struktur DNA itu sendiri. Salah satu mekanisme utamanya adalah metilasi DNA, yaitu proses penambahan gugus kimia pada DNA yang dapat mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu.

ASI diketahui mengandung berbagai komponen bioaktif seperti hormon, enzim, mikroRNA, serta nutrisi penting yang berperan dalam proses ini. Komponen-komponen tersebut membantu 'mengatur' ekspresi gen yang berkaitan dengan sistem imun, metabolisme, hingga perkembangan otak bayi.


ASI dan epigenetik

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki pola metilasi DNA yang berbeda dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI. Perbedaan ini berkaitan dengan gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan risiko penyakit kronis.

Studi lain dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa durasi menyusui memiliki korelasi dengan perubahan epigenetik yang berpotensi melindungi anak dari obesitas dan gangguan metabolik di kemudian hari.

Sementara itu, riset yang dipublikasikan di PubMed juga mengungkap bahwa ASI mengandung mikroRNA yang dapat masuk ke dalam sel bayi dan memengaruhi regulasi gen secara langsung.

Menurut penelitian dari University of Exeter, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif ternyata memiliki semacam tanda khusus pada DNA mereka. Tanda ini dikenal sebagai DNA methylation yakni semacam proses alami yang mengatur apakah suatu gen aktif atau tidak. Jadi, bukan DNA-nya yang berubah, tapi cara kerja gen di dalam tubuh si kecil yang ikut 'diatur' oleh ASI.

Dalam studi ini, para peneliti melihat riwayat menyusui bayi, lalu memeriksa sampel darah mereka saat anak berusia sekitar 5 hingga 12 tahun. Hasilnya? Anak-anak yang dulu mendapatkan ASI eksklusif menunjukkan pola 'stempel' DNA yang berbeda dibandingkan yang tidak mendapatkan ASI. Artinya, efek ASI ini bukan cuma sesaat, tapi bisa bertahan cukup lama bahkan sampai anak tumbuh besar.

'Stempel' ini berkaitan dengan kesehatan anak

“Stempel” pada DNA ini ternyata bukan hal sepele, lho. Dari penelitian yang dilakukan oleh University of Exeter, tanda epigenetik yang muncul pada anak yang mendapat ASI eksklusif banyak ditemukan pada gen yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Gen-gen ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, proses tumbuh kembang, hingga cara tubuh merespons penyakit. Artinya, ASI bukan cuma membantu si kecil sehat saat bayi, tapi juga ikut 'mempersiapkan' tubuhnya agar lebih kuat di masa depan.

Menariknya lagi, efek ini bisa bertahan cukup lama bahkan hingga anak beranjak besar. Jadi, bisa dibilang, manfaat ASI itu seperti investasi jangka panjang yang bekerja diam-diam di dalam tubuh Si Kecil. Beberapa manfaat jangka panjang yang dikaitkan dengan perubahan epigenetik akibat ASI antara lain:

  • Sistem imun lebih kuat
  • Risiko alergi lebih rendah
  • Perlindungan terhadap obesitas
  • Fungsi kognitif yang lebih baik
  • Risiko penyakit kronis seperti diabetes lebih kecil

Mengapa ASI eksklusif penting?

World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Selain faktor nutrisi, temuan tentang epigenetik ini semakin menegaskan bahwa ASI adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan anak. ASI bukan sekadar makanan, melainkan juga 'program alami' yang membantu tubuh bayi berkembang secara optimal hingga tingkat genetik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Zodiak Paling Sederhana Meski Punya Banyak Kelebihan

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan

Mom's Life Arina Yulistara

20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian

5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng

10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan

20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap

Riset Sebut Kehamilan Kedua Bisa Bikin Ibu Punya Kemampuan Khusus dalam Mengasuh

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK