MENYUSUI
Tanda-tanda Ibu Alami Burnout saat Menyusui Si Kecil
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Sabtu, 30 May 2026 10:00 WIBMenyusui mungkin terlihat ringan tetapi sebenarnya sangat melelahkan dan bisa membuat busui stres. Simak tanda-tanda ibu alami burnout saat menyusui Si Kecil.
Bagi ibu baru, momen menyusui di awal-awal mungkin sangat membahagiakan. Namun seiring adaptasinya dan berbagai kendala yang mengirinya, rasa lelah dan stres pun menghampiri. Tak jarang, busui jadi merasa terbebani karena proses menyusui tak semudah yang dilihat dan dibayangkan sebelumnya.
Mengutip dari laman Ndtv, menyusui sering digambarkan sebagai pengalaman natural yang memberikan banyak manfaat. Tetapi bagi para ibu baru, hal tersebut ternyata dapat melelahkan secara fisik dan bahkan membebani secara emosional.
Menurut sebuah studi dalam journal Clinical Therapeutics bahwa breastfeeding burnout merupakan masalah nyata yang dapat berkembang ketika tuntutan menyusui yang konstan, kurang tidur, rasa sakit, stres, dan kurangnya dukungan menyusui mulai memengaruhi kenyamanan fisik dan mental seorang ibu.
Meskipun banyak perempuan yang merasa tertekan untuk terus menyusui di tengah rasa lelah yang dirasakannya, dokter menekankan bahwa kesehatan ibu sama pentingnya bagi bayi dan juga ibu sendiri. Karenanya, mengenal tanda-tanda breastfeeding burnout dan mencari dukungan tepat waktu dapat membantu mencegah burnout yang lebih parah, kecemasan, dan tekanan emosional selama periode pasca persalinan.
Apa itu burnout saat menyusui?
Breastfeeding burnout atau kelelahan saat menyusui mengacu pada kelelahan emosional, fisik, dan mental yang terkait dengan tuntutan menyusui dan perawatan bayi baru lahir. Hal ini dapat terjadi ketika ibu merasakan beberapa hal berikut:
1. Terus menerus kelelahan
2. Kewalahan dengan jadwal menyusui
3. Kelelahan secara emosional
4. Tidak dapat beristirahat atau pulih dengan baik
Para ahli mengatakan kondisi ini bukanlah diagnosis medis tetapi semakin diakui sebagai masalah kesehatan ibu yang penting. Untuk itu, permasalahan ini menjadi prioritas yang perlu dijaga bagi setiap ibu selama fase menyusui mereka.
Tanda-tanda ibu alami burnout saat menyusui
Menurut sebuah studi di the International Journal of Molecular Sciences, bahwa ada beberapa tanda-tanda jika ibu mengalami burnout saat menyusui lho, Bunda. Berikut ini beberapa tandanya:
1. Kelelahan ekstrem meskipun beristirahat
2. Merasa cemas atau kewalahan secara emosional selama menyusui
3. Mudah tersinggung
4. Sering menangis
5. Nyeri fisik saat menyusui
6. Kesulitan menjalin bonding dengan bayi karena kelelahan
7. Merasa bersalah, terjebak, atau mati rasa secara emosional
Dalam beberapa kasus, burnout ini dapat tumpang tindih dengan gejala depresi pasca persalinan atau postpartum anxiety. Ada baiknya, Bunda konsultasikan hal ini dengan dokter untuk mengetahui lebih jelasnya terkait gangguan yang Bunda alami.
Penyebab burnout saat menyusui
Ada banyak penyebab yang bisa melatari seseorang mengalami burnout saat menyusui ya, Bunda. Beberapa faktor yang dapat berkontribusi, di antaranya sebagai berikut:
1. Sering menyusui di malam hari dan kurang tidur
2. Tekanan untuk menyusui secara eksklusif
3. Kurangnya dukungan keluarga atau sosial
4. Kesulitan menyusui atau perlekatan yang menyakitkan
5. Perubahan hormonal setelah melahirkan
6. Ekspektasi yang tidak realistis seputar peran sebagai ibu
Para ahli mengatakan tekanan media sosial dan narasi pengasuhan yang ideal juga dapat memperburuk perasaan bersalah atau ketidakmampuan para ibu dalam mengasuh anaknya.
Penting Bunda ketahui bahwa burnout bukan sekadar gangguan emosional semata tetapi juga memengaruhi fisik ibu. Adapun gejala fisik yang biasanya turut muncul di antaranya sebagai berikut:
1. Sakit kepala
2. Nyeri badan
3. Nafsu makan berkurang
4. Kesulitan berkonsentrasi
5. Kelelahan kronis
6. Stres dan kelelahan
Kapan busui perlu mencari bantuan profesional?
Terkait gangguan burnout saat menyusui, para busui disarankan mencari dukungan profesional dari dokter jika mengalami gejala berikut:
1. Burnout saat menyusui berlangsung lebih dari dua minggu
2. Mengganggu fungsi sehari-hari
3. Menyebabkan kesedihan yang parah
4. Memengaruhi tidur, makan, atau bonding dengan bayi
Cara mengurangi tekanan burnout saat menyusui
Gangguan burnout saat menyusui memang sangat membuat tidak nyaman serta mengganggu jalannya menyusui. Beberapa strategi berikut bisa membantu mengatasinya ya, Bunda:
1. Berbagi tanggung jawab perawatan bayi
2. Memprioritaskan istirahat singkat
3. Meminta dukungan emosional
4. Mencari bantuan sejak dini untuk masalah perlekatan atau pemberian ASI
Para ahli mengatakan jika para ibu menyusui harus menghindari mencoba 'memaksakan diri' menghadapi kelelahan parah sendirian. Ingatlah bahwa burnout saat menyusui merupakan tantangan yang nyata dan sering kali diabaikan banyak ibu selama periode pasca persalinan.
Dokter mengatakan bagi para busui untuk mengenali tanda-tanda emosional dan fisik sejak dini, meminta bantuan, dan memprioritaskan kesehatan ibu di mana penting bagi ibu dan juga bayi. Sebab, pengasuhan yang sehat bukan cuma merawat bayi baru lahir tetapi juga perawatan bagi ibu. Sehingga, penting bagi para ibu memberikan treatment bagi diri sendiri agar sesi menyusui tetap menyenangkan dan mereka terhindar dari kondisi burnout di fase tersebut.
Itulah tanda-tanda ibu alami burnout saat menyusui Si Kecil. Semoga Bunda dan Si Kecil selalu sehat, bahagia, dan proses menyusuinya makin nyaman setiap hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jumlah Ibu Menyusui di Kota Inggris Ini Melonjak Tajam, Ternyata...
Tak hanya Sehat untuk Bayi, Menyusui juga Selamatkan Bumi dari Ratusan Ribu Ton Emisi
4 Hal Sepele yang Sering Dilewatkan Ibu Saat Menyusui si Kecil
Yoga Sambil Menyusui Anak, Yes or No?
TERPOPULER
Ini Dia 10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang Pemalas
Potret Rumah Syifa Hadju dan El Rumi, Luas nan Cozy
10 Tanaman Hias Tahan Panas Outdoor yang Mudah Perawatannya
Potret Al Ghazali Menikmati Momen Momong Baby Soleil, Tuai Pujian
Mengapa Kesuburan Masih Jadi Topik Sensitif bagi Laki-Laki?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Baju Tidur Bayi Baru Lahir yang Nyaman Dipakai
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Oil untuk Rambut Kering agar Lebih Halus, Mudah Diatur & Penumbuh Rambut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Jahit untuk Pemula yang Bagus & Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Vitamin E untuk Promil Beserta Manfaatnya
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini Dia 10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang Pemalas
10 Tanaman Hias Tahan Panas Outdoor yang Mudah Perawatannya
Potret Al Ghazali Menikmati Momen Momong Baby Soleil, Tuai Pujian
Mengapa Kesuburan Masih Jadi Topik Sensitif bagi Laki-Laki?
Potret Rumah Syifa Hadju dan El Rumi, Luas nan Cozy
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Hotel Terbaik Dekat Orchard Road Singapura, Cocok untuk Liburan Belanja
-
Beautynesia
Ini Dia 10 Kalimat yang Biasa Diucapkan Orang Pemalas
-
Female Daily
Nespresso dan Blue Bottle Coffee Rilis Kapsul Kopi NOLA STYLE BLEND untuk Sistem Vertuo
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
11 Rekomendasi Drama Korea Terbaru 2026 Rating Tertinggi
-
Mommies Daily
9 Setting Spray untuk Kulit Berminyak, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas