HaiBunda

MENYUSUI

Suami Minum ASI Istri hingga Dicampur ke Kopi, Amankah Menurut Ahli?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 18 Jul 2026 21:10 WIB
Suami Minum ASI Istri hingga Dicampur ke Kopi, Amankah Menurut Ahli?/Foto: Getty Images/Edwin Tan
Jakarta -

Suami minum ASI istri ramai diperbincangkan setelah sejumlah publik figur membagikan pengalaman mencapurkan ASI ke dalam kopi. Ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apa kebiasaan tersebut aman dan apakah manfaatnya untuk pria dewasa?

Menurut para ahli, ASI menjadi makanan terbaik untuk bayi karena kandungan nutrisinya, antibodi, serta komponen penting yang mendukung tumbuh kembang anak. Namun, manfaat tersebut belum terbukti dirasakan pria dewasa.

Suami minum ASI istri, amankah?

Pria mungkin ragu tentang keamanan praktik minum ASI istri. Umumnya, suami minum ASI istri tidak membahayakan selama ASI tersebut berasal dari pasangan sendiri yang sehat. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi ASI memberikan manfaat kesehatan untuk orang dewasa.


Menurut konselor laktasi dr Ratih Ayu Wulandari IBCLC, suami atau bahkan kita sendiri sebenarnya aman saja meminum ASI. Bahkan dr Ratih menyarankan ibu-ibu untuk mencicipi ASI-nya sendiri agar tahu rasa ASI seperti apa.

Hal senada disampaikan juga spesialis laktasi sekaligus Registered Nurse, Dawn Cedrone. Ia mengatakan bahwa ASI aman dikonsumsi pasangan selama ibu dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit yang dapat menular melalui ASI, seperti HIV.

"Selama Anda sehat (dan bebas HIV), tidak ada yang berbahaya dalam ASI Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang dibuat untuk dikonsumsi manusia," ujar Cedrone, dikutip dari The Bump.

Virus imunodefisiensi manusia (HIV) dan beberapa penyakit infeksi tertentu memang dapat ditularkan melalui ASI. Karena itu, penting memastikan ASI berasal dari ibu yang sehat dan tidak memiliki kondisi medis yang berisiko menularkan penyakit

Apakah orang dewasa mendapat manfaat dari minum ASI?

Banyak orang beranggapan ASI merupakan superfood sehingga dianggap bermanfaat untuk semua usia. Bahkan beberapa orang dewasa di Amerika Serikat ada yang sengaja mengonsumsi ASI dalam jumlah cukup banyak untuk membantu membentuk otot tubuhnya. 

Tapi dikutip dari detikHealth, dr Phaidon L Toruan bilang klaim bahwa ASI bisa menjadi sumber energi dan protein untuk binaragawan dianggap 'abal-abal' alias tidak ada dasarnya.

Melansir Parents, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi ASI memberikan manfaat kesehatan khusus untuk orang dewasa. Kandungan nutrisi dan antibodi di dalam ASI memang sangat penting untuk bayi, tetapi tidak berarti memberikan efek yang sama pada tubuh orang dewasa.

Kapan sebaiknya suami menghindari minum ASI istri?

Suami minum ASI istri umumnya aman. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya dihindari. Misalnya jika ibu sedang mengalami infeksi yang dapat menular, terdapat luka pada puting atau payudara, mengalami sariawan (thrush), atau ibu mengidap HIV maupun penyakit lain yang dapat ditularkan melalui ASI.

Selain itu, jika kehamilan istri tergolong berisiko tinggi, seperti memiliki riwayat persalinan prematur atau komplikasi tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan stimulasi payudara secara intens.

Pada akhirnya, suami minum ASI istri umumnya tidak berbahaya jika berasal dari pasangan sendiri yang sehat.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut memberikan manfaat kesehatan khusus pada orang dewasa. Yang terpenting, kebutuhan nutrisi bayi tetap menjadi prioritas selama masa menyusui.

Bagaimana hukum suami minum ASI istri?

Melansir detikhikmah yang mengutip buku Islam dan Kebidanan yang disusun Mokhamad Rohma Rozikin, hukum dari suami meminum ASI istri adalah tidak ada konsekuensi hukum ridho'ah atau persusuan apa pun. Sebab, konsekuensi persusuan hanya berlaku apabila yang meminum air susu usianya maksimal 2 (dua) tahun hijriah.

Artinya, jika yang meminum air susu usianya 0-2 tahun dalam hitungan tahun hijriah, maka berlaku hukum-hukum persusuan. Tetapi, jika yang meminum air susu tersebut berusia lebih dari dua tahun, maka hukum persusuan sudah tidak lagi berlaku. Syarat dari maksimal dua tahun ini didasarkan pada surah Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi,

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Arab-Latin: Wal-wālidātu yurḍi'na aulādahunna ḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar-raḍā'ah, wa 'alal-maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma'rụf, lā tukallafu nafsun illā wus'ahā, lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa 'alal-wāriṡi miṡlu żālik, fa in arādā fiṣālan 'an tarāḍim min-humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa 'alaihimā, wa in arattum an tastarḍi'ū aulādakum fa lā junāḥa 'alaikum iżā sallamtum mā ātaitum bil-ma'rụf, wattaqullāha wa'lamū annallāha bimā ta'malụna baṣīr.

Artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 233).

Berdasarkan penjelasan tersebut, mayoritas ulama berpendapat bahwa suami yang meminum ASI istrinya tidak menimbulkan hubungan mahram karena persusuan (radha'ah).

Sebab, hukum persusuan hanya berlaku pada anak yang menyusu dalam batas usia yang telah ditetapkan syariat.

Sementara itu dari sisi medis, suami minum ASI istri pada dasarnya tidak terbukti memberikan manfaat kesehatan khusus pada pria dewasa. Jika tetap dilakukan, pastikan Bunda dalam kondisi sehat dan kebutuhan ASI bayi tetap menjadi prioritas utama.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Romansa Adiba Khanza & Egy Maulana usai Jadi Orang Tua

Mom's Life Annisa Karnesyia

Suami Minum ASI Istri hingga Dicampur ke Kopi, Amankah Menurut Ahli?

Menyusui Melly Febrida

Dokter Ungkap Kasus Langka Perempuan Sulit Hamil yang Diduga Alergi Cairan Sperma

Kehamilan Annisa Karnesyia

Umumkan Aisha Bakal Jadi Kakak, Miskah Shafa Malah Dikira Sedang Prank

Kehamilan Pritadanes

7 Tanda Orang Ber-IQ Tinggi yang Bisa Terlihat dari Cara Berpakaian

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Romansa Adiba Khanza & Egy Maulana usai Jadi Orang Tua

Dokter Ungkap Kasus Langka Perempuan Sulit Hamil yang Diduga Alergi Cairan Sperma

Suami Minum ASI Istri hingga Dicampur ke Kopi, Amankah Menurut Ahli?

Pierce Anak Billy Davidson dan Patricia, Si Kecil yang Suka Berkuda

Umumkan Aisha Bakal Jadi Kakak, Miskah Shafa Malah Dikira Sedang Prank

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK