HaiBunda

MENYUSUI

Ramai Obat Penurun Berat Badan Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara, Simak Faktanya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Senin, 27 Jul 2026 08:30 WIB
Ramai Obat Penurun Berat Badan Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara, Simak Faktanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Worawee Meepian
Jakarta -

Bunda, obat penurun berat badan yang sedang populer belakangan ini kembali menjadi sorotan. Selain dikenal membantu menurunkan berat badan, obat golongan GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA) disebut-sebut memiliki manfaat lain, yaitu kemungkinan menurunkan risiko kanker payudara.

Obat seperti semaglutide dan obat sejenisnya awalnya dikembangkan untuk membantu penderita diabetes tipe 2 mengontrol gula darah. Namun, karena efeknya yang dapat mengurangi nafsu makan dan membantu penurunan berat badan, obat ini kemudian banyak digunakan dalam terapi obesitas.

Lantas, benarkah obat penurun berat badan bisa melindungi perempuan dari kanker payudara?


Kaitan obat GLP-1 dengan risiko kanker payudara

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam JCO Oncology Practice pada 2026 menemukan adanya hubungan antara penggunaan obat GLP-1 dengan angka kejadian kanker payudara yang lebih rendah pada perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Pennsylvania ini menganalisis data lebih dari 111 ribu perempuan usia 45–80 tahun yang menjalani pemeriksaan payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan obat GLP-1 memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami kanker payudara dibandingkan perempuan yang tidak menggunakan obat tersebut.

Dalam analisis lanjutan dengan memperhitungkan faktor seperti usia, indeks massa tubuh (BMI), kepadatan payudara, dan riwayat diabetes tipe 2, penggunaan GLP-1 tetap dikaitkan dengan penurunan kejadian kanker payudara. Peneliti menemukan hubungan penurunan risiko sekitar 30 persen pada kelompok pengguna obat GLP-1.

Meski hasilnya menarik, Bunda perlu memahami bahwa penelitian ini masih bersifat observasional. Artinya, penelitian hanya menemukan hubungan, bukan membuktikan bahwa obat GLP-1 secara langsung dapat mencegah kanker payudara.

Para peneliti menyebut masih diperlukan penelitian lanjutan berupa uji klinis untuk memastikan apakah efek tersebut benar-benar berasal dari obat atau dipengaruhi oleh penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup pengguna.

Mengapa berat badan berhubungan dengan kanker payudara?

Salah satu alasan mengapa obat penurun berat badan menarik perhatian peneliti adalah karena obesitas memang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), kelebihan berat badan dan obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara pada perempuan setelah menopause.

Hal ini karena jaringan lemak bukan hanya tempat penyimpanan energi, tetapi juga berperan dalam produksi hormon estrogen. Pada perempuan setelah menopause, sebagian estrogen tubuh diproduksi oleh jaringan lemak. Kadar estrogen yang lebih tinggi dapat memengaruhi pertumbuhan beberapa jenis kanker payudara yang sensitif terhadap hormon.

Selain itu, obesitas juga berkaitan dengan peradangan kronis dan gangguan metabolisme insulin yang dapat memengaruhi perkembangan sel kanker.

Apakah obat GLP-1 memang memiliki efek antikanker?

Para ilmuwan masih mencari jawabannya. Ada beberapa kemungkinan mengapa obat GLP-1 dapat berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah.

Pertama, obat ini membantu menurunkan berat badan. Berkurangnya lemak tubuh dapat membantu menurunkan kadar estrogen dan memperbaiki kondisi metabolisme.

Kedua, obat GLP-1 membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Kadar insulin yang tinggi dalam tubuh diketahui dapat berkaitan dengan pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.

Ketiga, beberapa penelitian juga sedang melihat kemungkinan efek GLP-1 terhadap peradangan dan sistem imun tubuh.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah manfaat tersebut berasal langsung dari obat atau hanya akibat perubahan berat badan yang terjadi setelah penggunaan obat.

Sebelum diteliti mengenai kemungkinan manfaatnya, para ilmuwan juga telah mengevaluasi keamanan obat GLP-1 terhadap risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada 2021 menganalisis berbagai uji klinis terkait penggunaan GLP-1 receptor agonist.

Penelitian yang dipimpin oleh Giovana Fagundes Piccoli dan tim tersebut tidak menemukan bukti bahwa obat GLP-1 meningkatkan risiko kanker payudara. Hasil penelitian ini menjadi salah satu dasar bahwa obat GLP-1 tidak menunjukkan sinyal peningkatan risiko kanker payudara dalam penggunaan klinis yang telah diteliti.

Jadi, apakah obat diet bisa mencegah kanker payudara?

Untuk saat ini, jawabannya adalah belum bisa dikatakan demikian, Bunda.

Obat penurun berat badan bukan obat pencegah kanker. Penggunaannya tetap harus berdasarkan rekomendasi dokter, terutama karena obat ini memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, seperti mual, muntah, gangguan pencernaan, hingga risiko gangguan kantung empedu pada sebagian orang.

Menggunakan obat hanya untuk tujuan mencegah kanker tanpa indikasi medis tidak dianjurkan.

Cara yang sudah terbukti membantu menurunkan risiko kanker payudara

Meski penelitian tentang obat GLP-1 masih berkembang, ada beberapa langkah yang sudah terbukti membantu menjaga kesehatan payudara:

menjaga berat badan tetap sehat,rutin melakukan aktivitas fisik,mengonsumsi makanan bergizi seimbang,tidak merokok,membatasi konsumsi alkohol,melakukan pemeriksaan payudara secara rutin.

Jadi, Bunda, obat penurun berat badan memang membuka peluang baru dalam penelitian kanker. Namun saat ini, obat tersebut belum dapat menggantikan pencegahan utama kanker payudara.

Menjaga pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini tetap menjadi langkah paling penting untuk melindungi kesehatan payudara.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Potret Rumah Baru Aaliyah & Thariq Halilintar, Hangat & Homey Banget

Mom's Life Amrikh Palupi

5 Cara Membicarakan AI dengan Anak, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

Ramai Obat Penurun Berat Badan Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara, Simak Faktanya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Cara Aman Mengobati Jerawat, Psoriasis, hingga Eksim Selama Kehamilan

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Kalimat yang Dapat Memperkeruh Pertengkaran Menurut Pakar, Jangan Diucapkan saat Emosi

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Rekomendasi Dispenser Air Dingin Hemat Listrik, Praktis untuk Cuaca Panas

150 Nama Bayi Terinspirasi Musim dan Artinya untuk Anak Laki-laki & Perempuan

7 Potret Rumah Baru Aaliyah & Thariq Halilintar, Hangat & Homey Banget

5 Cara Membicarakan AI dengan Anak, Bunda Perlu Tahu

Ramai Obat Penurun Berat Badan Disebut Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara, Simak Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK