MENYUSUI
Sampai Usia Berapa Perempuan Masih Bisa Menyusui Bayi? Ini Penjelasannya
Melly Febrida | HaiBunda
Kamis, 30 Jul 2026 08:55 WIBZaman sekarang, melahirkan di usia 40 tahun atau lebih bukan lagi hal yang jarang terjadi. Namun, masih ada anggapan bahwa perempuan yang menyusui di usia tersebut menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) dengan kualitas yang lebih rendah. Lantas, benarkah ada batas usia tertua perempuan untuk menyusui bayi?
Menurut para ahli, hingga saat ini tidak ada batas usia tertentu yang membuat seorang ibu tidak boleh atau tidak mampu menyusui hanya karena faktor usia. Selama kondisi ibu dan bayi memungkinkan, menyusui tetap dapat dilakukan dan tetap memberikan manfaat.
Apakah ada batas usia tertua perempuan untuk menyusui?
Dokter umum sekaligus penulis kesehatan asal Inggris, Dr Philippa Kaye, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya bukti ilmiah yang menunjukkan kualitas ASI menurun hanya karena ibu bertambah usia. Menurutnya, banyak perempuan berusia 40 tahun atau lebih yang berhasil menyusui bayinya.
"Banyak perempuan berusia lebih tua berhasil menyusui dan tidak ada indikasi medis untuk tidak menyusui hanya berdasarkan usia.
Ia menambahkan, "Faktanya, ASI merupakan makanan pertama yang direkomendasikan untuk semua bayi, terlepas dari usia ibunya," ujar Dr. Philippa Kaye, dikutip dari MadeForMums.
Apakah kualitas ASI menurun seiring bertambahnya usia?
Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa ASI menjadi 'buruk' atau kehilangan manfaatnya hanya karena ibu berusia lebih tua.
Kualitas ASI lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, frekuensi menyusui, serta kebutuhan bayi dibanding usia ibu semata.
Selama proses menyusui berlangsung dengan baik dan ibu mendapatkan asupan gizi serta dukungan yang memadai, ASI tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sesuai rekomendasi para ahli.
Dalam pedoman World Health Organization (WHO), rekomendasi pemberian ASI tidak dibedakan berdasarkan usia ibu.
WHO tetap menganjurkan inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian melanjutkan menyusui hingga usia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI.
Artinya, selama ibu sehat dan tidak memiliki kontraindikasi medis tertentu, usia bukanlah penghalang untuk menyusui.
Apa yang lebih memengaruhi keberhasilan menyusui?
Menurut para ahli, keberhasilan menyusui lebih dipengaruhi oleh pelekatan bayi yang tepat, frekuensi menyusui, dukungan keluarga, kondisi kesehatan ibu, serta pengosongan payudara secara rutin. Faktor-faktor tersebut berperan besar dalam menjaga produksi ASI tetap optimal.
American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyebutkan bahwa sebagian besar ibu yang sehat mampu menghasilkan ASI yang cukup apabila proses menyusui berlangsung efektif dan mendapatkan dukungan yang memadai.
Senada dengan itu, Nadine Rosenblum, koordinator program laktasi perinatal di The Johns Hopkins Hospital, mengatakan bahwa masih banyak mitos mengenai menyusui yang membuat ibu menghentikan pemberian ASI lebih cepat, padahal sebenarnya tidak diperlukan.
"Selama kehamilan, sistem kekebalan bayi mempersiapkan diri untuk sumber makanan unik yang diproduksi ibunya yang dinamakan ASI. Itulah yang diharapkan tubuh bayi untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan secara paling efektif," kata Rosenblum dikutip dari laman Hopkinsmedicine.
Apakah ibu berusia di atas 40 tahun tetap bisa menyusui?
Ya. Perempuan yang melahirkan pada usia 40 tahun atau lebih tetap dapat menyusui selama kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
Kehamilan pada usia lebih tua memang memiliki risiko komplikasi kehamilan yang sedikit lebih tinggi, seperti diabetes gestasional atau hipertensi. Namun, kondisi tersebut bukan berarti ibu tidak dapat menyusui.
Dengan pemantauan kehamilan yang baik serta kondisi kesehatan yang mendukung, ibu tetap dapat memberikan ASI kepada bayinya.
Kini semakin banyak perempuan yang memilih hamil pada usia 40 tahun atau lebih, baik karena alasan karier, pendidikan, maupun keberhasilan program kehamilan di usia yang lebih matang. Hal ini menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memberikan ASI apabila kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
Jika Bunda mengalami kesulitan menyusui, seperti produksi ASI yang terasa kurang atau pelekatan bayi belum optimal, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter, konselor laktasi, atau tenaga kesehatan agar mendapatkan pendampingan yang tepat.
Perlu diingat, tantangan menyusui dapat dialami ibu pada berbagai usia. Faktor seperti kondisi kesehatan ibu, proses persalinan, frekuensi menyusui, pelekatan bayi, hingga dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan justru lebih berperan terhadap keberhasilan menyusui dibanding usia semata.
Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada batas usia maksimal pada perempuan untuk menyusui bayi. Selama kondisi kesehatan ibu dan bayi memungkinkan serta tidak terdapat kontraindikasi medis tertentu, pemberian ASI tetap dapat dilakukan dan menjadi sumber nutrisi terbaik pada bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)