Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Anak yang Menyusu ASI Punya Gigi Lebih Sehat? Ini Kata Penelitian

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Aug 2026 10:45 WIB

Pertumbuhan gigi bayi yang tidak normal
Anak yang Menyusu ASI Punya Gigi Lebih Sehat? Ini Kata Penelitian/Foto: Getty Images/GOLFX
Daftar Isi
Jakarta -

Menyusui memberikan banyak manfaat bagi bayi, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.

Namun, bagaimana dengan kesehatan gigi? Benarkah anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI?

Menyusu ASI punya gigi lebih sehat, benarkah?

Mengutip laman Medscape, berdasarkan tinjauan sistematis mengenai risiko Early Childhood Caries (ECC) atau karies anak usia dini, anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat pada tahun pertama kerhidupannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


ASI memberikan perlindungan alami terhadap karies selama 12 bulan pertama. Bahkan, pemberian ASI yang dilanjutkan hingga anak berusia 12–24 bulan belum menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap risiko karies.

Namun, kondisi ini dapat berubah ketika Si Kecil memasuki usia di atas 24 bulan (2 tahun). Risiko karies gigi dapat meningkat jika anak masih menyusu di atas usia 2 tahun karena beberapa faktor:

1. Pola makan berubah

Anak usia 2 tahun ke atas sudah mulai mengenal beragam makanan pendamping dan camilan manis.

2. Kandungan mineral ASI

Seiring bertambahnya usia anak dan durasi menyusui, kandungan mineral pelindung gigi di dalam ASI secara alami mulai menurun.

3. Menyusu malam hari

Frekuensi menyusu yang tinggi pada malam hari saat anak tertidur dapat meningkatkan risiko karies, sebab produksi air liur yang berfungsi melindung gigi berkurang drastis saat tidur.

Bagaimana pengaruh ASI terhadap risiko gigi berlubang?

Karies gigi terjadi ketika bakteri di dalam plak memetabolisme karbohidrat dan menghasilkan asam. Paparan asam berulang dapat menyebabkan mineral pada email gigi larut sehingga lama-kelamaan terbentuk lesi karies.

Karena ASI juga mengandung laktosa, yaitu gula alami dalam susu, muncul pertanyaan apakah laktosa dapat menyebabkan gigi berlubang.

Namun, laktosa memiliki potensi kariogenik yang lebih rendah dibandingkan sukrosa. Selain itu, komponen dalam susu dan produk olahan susu dapat memberikan sejumlah efek yang mendukung kesehatan gigi.

Sebuah scoping review yang menganalisis  mengenai susu dan produk olahan susu pada anak-anak dan remaja menemukan bahwa susu serta produk olahan susu tanpa tambahan gula memiliki karakteristik non-kariogenik dan berpotensi membantu kesehatan gigi anak-anak dan remaja. 

Beberapa faktor yang diduga berperan dalam membantu mencegah gigi berlubang pada anak-anak dan remaja antara lain: 

1. Kalsium dan fosfat membantu remineralisasi

Susu mengandung kalsium dan fosfat yang merupakan mineral penting untuk pembentukan serta pemeliharaan struktur gigi. Keduanya dapat membantu proses remineralisasi email, yaitu proses pengembalian mineral ke permukaan gigi setelah mengalami kehilangan mineral akibat paparan asam.

2. Kasein dapat memberikan perlindungan pada permukaan gigi

Susu mengandung protein, terutama kasein. Protein ini dapat membentuk lapisan pada permukaan gigi sehingga membantu mengurangi kerentanan email terhadap serangan asam. Penelitian mengenai susu dan produk olahan susu juga menunjukkan bahwa kasein memiliki karakteristik yang dapat mendukung perlindungan email gigi.

3. Air liur membantu menetralkan asam

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi. Selain membantu membersihkan rongga mulut, air liur juga membantu menetralkan asam dan menyediakan mineral yang dibutuhkan dalam proses remineralisasi.

Namun, efek perlindungan air liur tersebut tidak bekerja optimal ketika seseorang sedang tidur. Karena itu, pola konsumsi makanan atau minuman pada malam hari menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kesehatan gigi anak.

Sehingga, menjaga kebersihan gigi anak setiap hari dengan menyikat gigi secara teratur memakai pasta gigi berfluorida tetap menjadi kunci utama kesehatan gigi Si Kecil, apa pun jenis susu yang dikonsumsinya.

Jadi kesimpulannya apakah anak yang menyusu ASI punya gigi lebih sehat? jawabannya tidak sesederhana itu, Bunda. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa menyusui pada masa awal kehidupan tidak meningkatkan risiko karies dan bahkan dapat memberikan efek perlindungan terhadap ECC pada periode tertentu.

Namun, hubungan tersebut dapat berubah ketika menyusui berlangsung lebih lama, terutama setelah usia 24 bulan dan ketika disertai kebiasaan menyusu pada malam hari. Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa anak yang menyusu ASI tidak otomatis memiliki gigi lebih sehat, tetapi menyusui juga bukan berarti menyebabkan gigi anak rusak.

Kesehatan gigi anak sangat dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor. Kebersihan gigi, konsumsi gula, frekuensi makan dan minum, penggunaan fluorida, kondisi gigi, serta kebiasaan menyusu semuanya perlu diperhatikan.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda