HaiBunda

MENYUSUI

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 11 Sep 2026 08:55 WIB
Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik/Foto: Getty Images/shih-wei
Jakarta -

Sejuta manfaat menyusui memang menjadi penyemangat para busui untuk terus mengASIhi. Diketahui, tak hanya bergizi, ASI ternyata bantu lawan resistensi antibiotik.

Penggunaan antibiotik memang bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan seseorang. Namun, penggunaannya yang berlebihan justru bisa membahayakan, salah satunya memunculkan resistensi antibiotik.

Seorang dokter anak, Dr Harvey Karp menjelaskan bahwa bahwa ketika antibiotik digunakan saat tidak dibutuhkan atau ketika dikonsumsi secara tidak benar, antibiotik justru dapat membahayakan kesehatan orang lain dengan memunculkan bakteri resisten antibiotik.


Seperti diketahui bahwa ketika mengonsumsi antibiotik terlalu sering atau untuk alasan yang salah, juga dapat mengubah bakteri sedemikian rupa sehingga antibiotik berhenti bekerja melawannya. Hal inilah yang disebut resistensi antibiotik atau resistensi bakteri. CDC sendiri menyebutkan sebagai salah satu ancaman paling mendesak bagi kesehatan masyarakat, seperti dikutip dari laman Happiest Baby.

“Ketika kita menggunakan antibiotik, kita membunuh 99 persen kuman yang sensitif. Tetapi ketika beberapa kuman sedikit lebih kuat dan lebih mampu bertahan hidup dengan dosis antibiotik, mereka tumbuh dengan sangat cepat. Ketika mereka terkena antibiotik lagi, 10 persen kuman terkuatlah yang bertahan hidup," jelas Dr Karp.

Permasalahannya, ketika hal tersebut dilakukan berulang kali, bakteri akan bermutasi dan menjadi semakin kuat. Bakteri super ini tidak hanya menjadi lebih resisten terhadap antibiotik, tetapi juga dapat menularkan sifat resistennya, lalu menyebar.

Artinya, setiap kali anak diberikan antibiotik secara tidak perlu atau tidak tepat, ada peningkatan kemungkinan berkembangnya bakteri resisten antibiotik. Jadi, bukan berarti anak nantinya menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu, melainkan bakteri tersebut yang menjadi resisten terhadap antibiotik.

ASI bantu lawan resistensi antibiotik

Berbicara mengenai resistensi antibiotik, kabar baiknya ialah ASI diketahui dapat membantu melawan resistensi antibiotik, Bun. Perlu Bunda ketahui bahwa nutrisi dalam ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi, salah satunya memberikan proteksi dari berbagai penyakit. Bahkan, dalam temuan terbaru ditemukan bahwa ASI juga dapat memberikan efek perlindungan tambahan bagi bayi yakni mengurangi resistensi antibiotik dalam sistem pencernaan mereka. 

Dalam sebuah studi yang dipimpin Spain National Research Council (CSIC) menemukan bawah komponen tertentu dari ASI terkait dengan gen resistensi antibiotik yang lebih sedikit pada mikrobiota usus bayi.

Itulah kesimpulan dari sebuah studi dari CSIC yang telah meneliti bagaimana komponen tertentu dari susu manusia dapat memengaruhi bakteri yang mengolah usus selama bulan-bulan pertama kehidupan, seperti dikutip dari laman Euronews.

Studi yang dipublikasikan di Cell Reports Medinice ini menemukan bahwa menyusui eksklusif berhubungan dengan lebihnya kelimpahan dan keragaman gen resistensi antimikroba yang lebih rendah di usus bayi. 

"Menyusui tampaknya jadi strategi efektif dalam mengurangi gen resistensi antimikroba yang ada di komunitas bakteri usus selama tahap krisis dalam perkembangan mikrobiota,"jelas M. Carmen Collado, seorang peneliti di CSIC di Institute of Agrochemistry and Food Technology (IATA).

Bagaimana ASI dapat memengaruhi resistensi antibiotik?

Terkait bagaimana kerja ASI bisa memengaruhi resitensi antibiotik, salah satu kuncinya terletak pada oligosakarida susu manusia atau human milk oligosaccharides (HMO), molekul yang secara alami terdapat dalam ASI yang tidak langsung dicerna bayi, tetapi berfungsi sebagai makanan bagi bakteri usus yang bermanfaat dan membantu menjaga mikrobiota yang seimbang.

Dalam penelitiannya, para tim peneliti menemukan bahwa beberapa komponen ini terkait dengan rendahnya keberadaan gen tertentu yang memberikan resistensi terhadap antibiotik.

"HMO bertindak sebagai modulator ekologis mikrobiota usus di mana mereka mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang mampu menggunakannya dan dapat membatasi penyebaran bakteri yang membawa gen resistensi tertentu", kata Collado.

Untuk mendukung kesimpulan yang ditemukan tersebut, para peneliti telah menganalisis sampel feses dari 57 bayi berusia satu bulan di Valencia, bersama dengan sampel susu dari ibu mereka. Hasilnya kemudian divalidasi dengan data dari 199 bayi menyusui lainnya di Belanda.

Cara pemberian makan pada bayi turut berperan

Studi tersebut mencatat bahwa cara pengiriman dan pemberian makan merupakan faktor penentu dalam komposisi resistom usus, yaitu kumpulan gen resistensi antimikroba yang terdapat pada bakteri usus.

Para peneliti menemukan perbedaan dalam keragaman gen ini antara bayi yang lahir melalui operasi caesar dan bayi yang lahir melalui persalinan normal. Sementara itu, menyusui eksklusif dikaitkan dengan kelimpahan dan keragaman gen resistensi yang lebih rendah.

"Bulan-bulan pertama kehidupan merupakan jendela penting di mana mikrobiota usus sedang berkembang dan di mana berbagai faktor lingkungan, seperti cara pengiriman atau pemberian makan, dapat meninggalkan jejak yang bertahan lama," jelas Anna Samarra, seorang peneliti di IATA-CSIC dan kini peneliti postdoktoral di University of California, San Diego.

Terlepas dari apa pun itu, temuan ini tentunya menjadi angin segar ya, Bun. Terlebih, aktivitas menyusui dan aliran ASI yang diserap bayi ternyata mendatangkan manfaat baru yakni melawan resistensi antibiotik. Semoga, dengan bertambahnya  manfaat ASI yang diketahui busui, agenda untuk tetap mengASIhi pun semakin meningkat guna memberikan proteksi maksimal pada Si Kecil ya, Bun. 

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Mitos yang Ganggu Proses Menyusui, Benarkah?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Parenting Annisa Karnesyia

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

Menyusui Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Anak Maudy Koesnaedi & Diah Permatasari Jadi Model Jersey

Mom's Life Tim HaiBunda

5 Tahapan Program Bayi Tabung dan Risikonya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengunyah Permen Karet saat Merasa Gelisah

Mom's Life Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Raja Charles III Kirim Surat ke Pangeran Harry & Meghan Markle, Tegaskan Status Keduanya Non-Working Royal

Ciri Anak yang Kurang Bersyukur dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Tak hanya Bergizi, ASI Ternyata Bantu Lawan Resistensi Antibiotik

15 Film Indonesia Terbaru September 2026, Tontonan Terbaik Akhir Pekan!

5 Tahapan Program Bayi Tabung dan Risikonya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK