menyusui
ASI dan Air Liur Bayi Ternyata Punya Reaksi Unik, Punya Manfaat Tak Terduga
HaiBunda
Selasa, 08 Sep 2026 08:55 WIB
Selain ASI, ternyata air liur menyimpan manfaat penting, Bunda. Diketahui bahwa ASI dan air liur bayi ternyata punya reaksi unik, punya manfaat tak terduga.
Sebagai ibu menyusui, biasanya hanya fokus memberikan ASI dan memenuhi kebutuhan ASI setiap harinya untuk bayi ya, Bunda. Sementara, berbagai manfaat dari ASI ataupun lainnya jarang mengetahuinya.
Padahal, selain ASI yang menyimpan sejuta manfaat, ternyata air liur bayi juga memiliki manfaat penting, Bun. Perlu Bunda ketahui bahwa ketika ASI bercampur dengan air liur bayi saat menyusui, terjadi reaksi kimia yang melepaskan senyawa antibakteri seperti hidrogen peroksida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara kerjanya yakni ASI yang mengandung enzim yang disebut xantin oksidase. Sementara substrat air liur bereaksi dengan substrat spesifik yang ditemukan secara alami dalam air liur bayi. Â Dalam pencampurannya, reaksi tersebut menghasilkan hidrogen peroksida yang menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dan bermanfaat di mulut hingga 24 jam.
Dalam hal ini, hidrogen peroksida mengaktifkan sistem laktoperoksidase, menghasilkan senyawa antimikroba tambahan untuk melindungi bayi. Proses ini membantu membentuk kesehatan dan keseimbangan oral dan guinea yang baik.
ASI lebih dari sekadar sumber nutrisi
Dalam sebuah studi dari Institute of Health and Biomedical Innovation di QUT, bersama rekan-rekan di University of Queensland, yang dipimpin Dr Emma Sweeney dan Profesor Christine Knox, mereka menemukan bahwa pertumbuhan beberapa mikroba terhambat hingga 24 jam setelah pencampuran ASI dan air liur seperti dikutip dari laman Healthynewbornnetwork.
Dr Sweeney mengatakan studi awal tim menemukan perbedaan signifikan dalam prevalensi bakteri kunci di mulut bayi yang disusui dan diberi susu formula. Selain itu, tim juga menemukan adanya interaksi ASI dan air liur yang dapat meningkatkan kekebalan bawaan dengan bekerja secara sinergi untuk mengatur mikrobioma oral bayi baru lahir.
"Temuan kami menunjukkan bahwa ASI lebih dari sekadar sumber nutrisi bagi bayi karena berperan penting dalam membentuk mikrobioma mulut yang sehat," kata Dr. Sweeney.
Sementara pada penelitian sebelumnya, sambung Dr Sweeney, tim menemukan interaksi antara air liur neonatal dan ASI melepaskan senyawa antibakteri, termasuk hidrogen peroksida.
Ya, ASI memang kaya akan enzim yang disebut xanthine oxidase yang bekerja pada dua substrat, yang ditemukan dalam air liur bayi. Pelepasan hidrogen peroksida dari interaksi ini juga mengaktifkan sistem laktoperoksidase yang menghasilkan senyawa tambahan yang juga memiliki aktivitas antibakteri, dan senyawa ini mampu mengatur pertumbuhan mikroorganisme.
"Dalam studi ini, kami mengekspos berbagai mikroorganisme pada campuran ASI dan air liur, dan menemukan bahwa pertumbuhan mikroorganisme tersebut terhambat baik secara langsung maupun hingga 24 jam, terlepas dari apakah mikroorganisme tersebut dianggap 'patogen' (berbahaya) atau komensal (biasanya ditemukan) di mulut bayi."
Dr Sweeney mengatakan komposisi mikrobiota mulut bayi baru lahir merupakan faktor penting dalam kesehatan dan kesejahteraan.
"Perubahan pada komunitas bakteri ini pada bayi baru lahir memiliki implikasi penting terhadap infeksi atau penyakit di awal kehidupan. Meskipun mikrobiota oral dewasa stabil, studi kami menunjukkan bahwa mikrobiota di mulut bayi baru lahir jauh lebih dinamis dan tampaknya berubah oleh cara makan dalam beberapa bulan pertama kehidupan," katanya.
Memang, ditambahkannya bahwa kombinasi antara ASI dan air liur telah terbukti memainkan peran penting dalam membentuk mikrobiota mulut yang sehat selama beberapa bulan pertama kehidupan. Namun, hal ini juga memiliki implikasi signifikan bagi bayi prematur atau sakit yang diberi makan melalui selang.
Dan, dalam kasus ini, pencampuran ASI dan air liur bayi tidak terjadi sehingga mereka tidak menerima manfaat senyawa antibakteri yang dilepaskan selama menyusui. Sementara itu, peneliti lain telah menunjukkan bahwa hidrogen peroksida dapat tetap aktif pada tingkat pH yang mirip dengan perut bayi. Sehingga, tim menduga aktivitas antimikroba yang terlihat di mulut ini juga mungkin berlanjut di dalam lambung dan usus bayi.
Nah, itulah manfaat unik dari ASI dan air liur yang mungkin belum banyak diketahui para pejuang ASI. Dengan adanya wawasan ini, semoga dapat menambah keilmuwan ibu menyusui di luar sana. Tetap semangat mengASIhi dan semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Cara agar ASI Mengandung Lebih Banyak Lemak agar Berat Badan Si Kecil Bertambah
Menyusui
Mandikan Bayi dengan ASI Sisa, Bolehkah? Simak juga Caranya Bun
Menyusui
Pecahkan Rekor Dunia, Bunda Ini Jadi Donatur ASI Terbanyak Hampir 1.600 Liter
Menyusui
Viral Bayi Usia Satu Hari Diberi Air Putih, Ini Kata Dokter
Menyusui
Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 3 Hari Tanpa Minum ASI, Mitos atau Fakta?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Benarkah Menyusu Bisa Sebabkan Gigi Bayi Rusak? Simak Faktanya
Tips Cegah Karies Gigi pada Bayi yang Minum ASI dengan Botol
Anak yang Menyusu ASI Punya Gigi Lebih Sehat? Ini Kata Penelitian