menyusui
Studi Temukan Bayi ASI Miliki IQ di Atas Rata-Rata saat Berusia 8 Tahun
HaiBunda
Jumat, 25 Sep 2026 08:55 WIB
Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam memilih pemberian nutrisi yang mendukung tumbuh kembang anaknya. Terbaru, studi temukan bayi ASI miliki IQ di atas rata-rata di usia 8 tahun.
Ya, kebanyakan orang tua ingin melakukan apa saja yang mereka bisa guna memastikan anak-anak mereka mendapatkan yang terbaik. Menurut penelitian terbaru, hal tersebut juga termasuk di dalamnya memastikan anak-anak mereka memiliki pola makan yang sehat.
Dalam studi terbaru yang dipimpin oleh peneliti kesehatan masyarakat Universitas Adelaide, Dr Lisa Smithers di Australia, anak-anak yang diberi pola makan lebih sehat sejak awal memiliki IQ yang sedikit lebih tinggi. Sementara bagi mereka yang menjalani diet junk food memiliki IQ yang sedikit lebih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diet menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan jaringan otak dalam dua tahun pertama kehidupan, dan tujuan studi ini adalah untuk melihat dampak diet terhadap IQ anak-anak," kata Smithers.
Para peneliti kemudian membandingkan berbagai kebiasaan makan dari lebih 7.000 anak. Hal tersebut termasuk di dalamnya makanan tradisional di rumah, makanan bayi, menyusui, hingga makanan cepat saji. Mereka kemudian meneliti hubungan antara kebiasaan makan anak-anak pada usia enam bulan, 15 bulan, dan dua tahun, dengan IQ mereka pada usia delapan tahun.
Menyusui terbukti bikin IQÂ anak tinggi
Dipaparkan Smither bahwa tim peneliti menemukan bahwa anak-anak yang disusui pada usia enam bulan dan secara rutin menjalani pola makan sehat termasuk makanan seperti kacang-kacangan, keju, buah, dan sayuran pada usia 15 dan 24 bulan, memiliki IQ hingga dua poin lebih tinggi pada usia delapan tahun.
"Anak-anak yang secara rutin menjalani diet biskuit, cokelat, permen, minuman ringan, dan keripik dalam dua tahun pertama kehidupan memiliki IQ hingga dua poin lebih rendah pada usia delapan tahun. Kami juga menemukan beberapa dampak negatif pada IQ dari makanan bayi siap pakai yang diberikan pada usia enam bulan, tetapi beberapa asosiasi positif saat diberikan pada usia 24 bulan."
Ditambahkannya bahwa studi tersebut menegaskan kebutuhan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka makan dengan benar sejak usia dini, guna membantu perkembangan fisik dan mental mereka seperti dikutip dari laman Iskconnews.
"Meskipun perbedaan IQ tidak besar, studi ini memberikan beberapa bukti terkuat hingga saat ini bahwa pola makan dari usia enam hingga 24 bulan memiliki pengaruh kecil namun signifikan terhadap IQ pada usia delapan tahun. Selain itu, penting bagi kita untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita."
Sejalan dengan hal tersebut, sebuah studi terpisah menemukan bahwa anak-anak dengan IQ lebih tinggi pada usia 10 tahun cenderung menjadi vegetarian saat mereka mencapai usia 30 tahun.
Hasil studi tersebut, yang dipublikasikan di British Medical Journal, melibatkan studi terhadap 8.179 laki-laki dan perempuan. Para peneliti menemukan bahwa 366 (4.5 persen) dari mereka mengatakan mereka vegetarian. Dan, dari jumlah itu, sembilan (2.5 persen) adalah vegan sementara 123 (33.6 persen) mengatakan mereka vegetarian tetapi makan ikan atau ayam.
Menilik manfaat menyusui bagi tumbuh kembang bayi
Nutrisi yang baik terbukti mendukung kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan mental, dan kesehatan anak. Untuk itu memberikan secara tepat apa yang harus mereka konsumsi untuk memperoleh manfaat maksimal bagi anak sejak usia dini sangatlah penting.
Seperti diketahui bahwa menyusui diketahui mampu menyediakan nutrisi penting bagi bayi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Penelitian menunjukkan berbagai manfaat terkait menyusui, seperti pembentukan mikrobiota usus yang sehat dan peningkatan ikatan batin antara ibu dan anak.
Anak bisa memperoleh manfaat dari nutrisi yang terkandung dalam ASI seperti DHA, serta asam arakidonat atau jenis asam lemak omega-3 dan omega-6 yang penting bagi perkembangan kognitif.Â
Para peneliti dari University College Dublin di Irlandia melakukan studi untuk menyelidiki dampak menyusui terhadap perkembangan kognitif anak. Sekitar 8.000 keluarga dari kohort longitudinal bayi dari Growing Up di Ireland dipilih secara acak untuk berpartisipasi.
Data dikumpulkan saat anak berusia 9 bulan, 3 tahun, dan 5 tahun. Kemudian, kuesioner digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif, kosakata ekspresif, dan perilaku bermasalah pada anak, sementara data mengenai menyusui diperoleh melalui laporan mandiri retrospektif dari para ibu.
Hasilnya, anak-anak yang disusui mencatatkan skor lebih tinggi pada skala pemecahan masalah. Namun, setelah memperhitungkan faktor-faktor pengganggu yang potensial, hasil tersebut ternyata tidak lagi signifikan secara statistik.Â
Hal ini berarti faktor-faktor lain, seperti status sosial ekonomi, mungkin dapat menjelaskan variabilitas yang diamati di sini dengan lebih baik. Anak-anak yang diberi ASI diketahui menunjukkan tingkat hiperaktivitas yang lebih rendah berdasarkan penilaian orang tua dibandingkan dengan kelompok kontrol setelah dilakukan penyesuaian data.
Namun, efek ini hanya terlihat pada usia tiga tahun. Temuan ini mungkin mengindikasikan bahwa pemberian ASI membantu mengurangi hiperaktivitas dalam jangka pendek, namun efek tersebut tidak bertahan lama seperti dikutip dari laman Nutrition.
Meskipun para peneliti tidak menemukan bukti yang mendukung anggapan bahwa pemberian ASI dapat meningkatkan kemampuan kognitif, mereka mencatat bahwa studi mereka tidak bertentangan dengan manfaat medis apa pun dari pemberian ASI. Penelitian mengenai pemberian ASI akan terus dilakukan, dan diharapkan akan muncul lebih banyak temuan positif di bidang ini.
Dan sesuai dengan rekomendasi WHO, pemberian ASI disarankan tetap diberikan secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak, jika memungkinkan.Â
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Â
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menyusui
Kolostrum ASI Putri Isnari Masih Keluar hingga 3 Bulan Melahirkan, Mungkinkah?
Menyusui
Rendahnya Angka Ibu Menyusui Anaknya Sebabkan Kematian Tinggi akibat Campak
Menyusui
Ternyata ASI Berubah dari Siang ke Malam, Ini Dampaknya untuk Bayi yang Perlu Diketahui
Menyusui
Bayi Baru Lahir Bisa Bertahan 3 Hari Tanpa Minum ASI, Mitos atau Fakta?
Menyusui
Apakah Benar ASI yang Kental Ampuh Bikin Badan Bayi Jadi Gemuk?
5 Foto
Menyusui
5 Potret Indah Permatasari saat Menyusui, Curhat Ingin Berteman dengan Sang Anak Kelak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Jus Pelancar ASI yang Kaya Nutrisi, Menyehatkan dan Bisa Bikin Bayi Cerdas
Menyusui hingga 6 Bulan Terbukti Tingkatkan IQ dan Akademis Anak saat Remaja
Ternyata Gula Khusus dari ASI Dukung Perkembangan Otak & Usus Anak hingga Usia 1 Th